TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Puluhan pegawai dan narapidana di Lapas Kelas II Banyuwangi dites urine, Rabu (7/1/2026). Tes urine digelar untuk mendeteksi ada tidaknya penggunaan narkoba di lingkungan lapas.
Sampel urine para pegawai dan perwakilan narapidana digelar di Aula Sahardjo. Untuk narapidana, perwakilan yang dicek urine diambil berdasarkan bagian blok tempat mereka tinggal.
Baca juga: UPDATE Transfer Masuk Keluar Pemain Asing Persebaya, 2 Nama Bakal Merapat, 3 Lainnya Kans Terdepak
Kepala Lapas Banyuwangi I Wayan Nurasta Wibawa mengatakan, tes urine digelar untuk memastikan integritas pegawai serta kedisiplinan warga binaan.
"Kami tidak memberikan ruang bagi narkoba. Tes urine ini adalah agenda rutin yang kami lakukan secara acak dan mendadak untuk memastikan seluruh elemen di dalam Lapas tetap steril," katanya.
Hasil pemeriksaan urine oleh tim medis menunjukkan, seluruh peserta tes yang terdiri dari unsur pegawai dan warga binaan dinyatakan negatif atau tidak mengonsumsi zat terlarang.
Baca juga: Polres Situbondo Kerahkan 105 Personel Amankan Sidang Kakek Masir
“Hasilnya negatif semua, baik pegawai maupun warga binaan,” ungkap Wayan.
Wayan menyebut, pengawasan akan tetap diketatkan meski hasil tes urine menunjukkan tak ada yang positif. Pengetatan yang dimaksud, antara lain, penggeledahan kamar hunian dan pemeriksaan alur masuk barang serta pengunjung.
"Kewaspadaan tetap kami tingkatkan setiap harinya," tambah Kalapas.
Baca juga: 209 Ribu Wisatawan Berlibur di Banyuwangi Selama Nataru
Pihaknya berharap, stabilitas keamanan dan ketertiban Lapas Banyuwangi tetap terjaga ke depannya. Pihaknya menjamin, setiap pihak yang melanggar aturan yang ada bakal diproses untuk memberi efek jera.