Pengunjung Mal di Jakpus Jadi Korban Scam, Modus Mahasiswa Minta '30 Detik' Buat Donasi Anak Kanker
January 07, 2026 04:11 PM

TRIBUNJAKARTA.COM - Seorang pengunjung Senayan City Mall di kawasan Jakarta Pusat, menceritakan pengalaman pahitnya menjadi korban dugaan penipuan (scam) berkedok donasi anak kanker. 

Kisah tersebut dibagikan korban dengan akun @jihan.husein di Instagram dan viral di media sosial. 

Dalam postingannya itu, ia mengaku didatangi 2 orang yang mengaku sebagai mahasiswa saat berada di mall tersebut. 

Meski awalnya menolak karena sedang dilanda lapar, perempuan itu akhirnya berhenti sebentar dan mendengarkan mahasiswa tersebut berbicara.

"Tadinya aku pikir sales mau nawarin apapun jadi aku bener bener langsung nolak aja, enggak kak makasih. Tiba-tiba dia tuh kayak begging-begging gitu, "Kak, tolongin dong kak tolongin dong kak, 30 detik aja kak, nah karena aku kasihan, aku mau nolongin dia," katanya. 

Menurut pengakuannya, kedua orang tersebut menjelaskan tugas kuliah secara berbelit dan tidak masuk akal. 

Mereka mengarahkan pembicaraan untuk permintaan donasi. 

Korban ditawari pembelian masker seharga Rp 200 ribu per paket dengan dalih bahwa hasil penjualan itu akan disumbangkan untuk anak-anak penderita kanker di panti asuhan. 

Meski merasa ada yang janggal, korban mengaku tetap transfer karena situasi terdesak. 

Bahkan, korban didorong untuk membeli lagi sampai 18 paket masker seharga kurang lebih Rp 3 jutaan dengan alasan agar mereka bisa cepat pulang. 

"Tapi, cara mereka tuh maksa banget sampai aku disuruh kak borong dong 18 pack, which is, aku harus transfer mereka tuh 3 juta lebih, alasannya biar mereka cepat pulang. Pokoknya tuh donasinya maksa banget bener-bener tricky banget dan maksa banget," katanya. 

Kabur

Korban pun sempat menceritakan kejadian yang dialaminya ke suami karena merasa tidak nyaman. 

Dari situ muncul kecurigaan bahwa aksi tersebut penipuan karena tidak adanya booth resmi di area mal. 

Korban juga baru menyadari bahwa para pelaku beroperasi secara berpindah-pindah. 

"Kalau donasi di mall itu biasanya ada booth. Dan mereka tidak boleh jauh-jauh dari boothnya lima meter. Kalau scam ini mereka random aja, pas aku cek beneran loh enggak ada boothnya," katanya. 

Ia dan suaminya pun lapor ke keamanan Senayan City. 

Menurut pengakuan korban, petugas keamanan membenarkan adanya kejadian tersebut.

Ia menyebut para pelaku sudah kerap meresahkan pengunjung. 

"Kita lapor ke securitynya, ternyata beneran aja dong mereka bener-bener scamming, maksud aku kayak kok tega ya nipu tapi bawa anak-anak kanker. Kelihatan banget security kesel semua dicatet ciri-cirinya dicari lah berpencar karena bikin pengunjung Senayan City enggak nyaman," ujarnya. 

"Terus ada salah satu petuags ngomong, kak mereka ini udah viral di mana-mana dan mereka tuh udah banyak banget korbannya dan sering nipu jadi banyak yang kena, kayak di mall-mall besar contohnya di Pacific Place, Grand Indonesia, Plaza Senayan, mereka tuh memang menargetkan mall-mall ke atas," pungkasnya.  

Berita terkait

  • Baca juga: Cinta Palsu di Dunia Maya: Kenali Pola Love Scam yang Mulai Menyasar Usia 25 Tahun ke Atas
  • Baca juga: Korban Scam Rp 165 Juta, Karyawati Bongkar Modus Pelaku Ngaku Teman Lama dan Kelola Situs Judol
  • Baca juga: Ingin Perbaiki Ekonomi Keluarga, Alasan Ihwan Sahab ke Kamboja Jadi Admin Perusahaan Online Scam
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.