Harga Ayam Potong di Tanjung Selor Masih Tinggi Usai Tahun Baru, Cabai Mulai Turun
January 08, 2026 10:14 AM

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR – Aktivitas jual beli di Pasar Induk Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), terpantau berjalan normal dan cukup ramai, pada Kamis (8/1/2026) pagi.

Sejak pagi hari, pedagang tampak sibuk melayani pembeli, merapikan lapak dagangan, hingga menawarkan barang jualannya kepada pengunjung yang melintas.

Suara tawar-menawar dan sahut-sahutan antar pedagang turut menciptakan suasana khas pasar tradisional.

Meski tidak terlalu luas, Pasar Induk Tanjung Selor yang berlokasi di Jalan Sengkawit, Tanjung Selor ini menjadi salah satu pusat perputaran ekonomi masyarakat.

Pasar yang telah berdiri lebih dari dua dekade tersebut, diketahui mampu mencatat perputaran ekonomi hingga ratusan juta rupiah setiap harinya.

Di kawasan pasar ikan dan unggas, aktivitas jual beli juga terlihat cukup ramai.

 

MASIH TINGGI – Tampak suasana di kawasan pasar ikan Pasar Induk Tanjung Selor saat diabadikan beberapa waktu lalu. Sepekan pasca tahun baru 2026, harga ayam potong di Tanjung Selor masih tinggi, beda dengan harga cabai yang mulai turun. (ARSIP-TribunKaltara.com)
HARGA MASIH TINGGI – Tampak suasana di Pasar Induk Tanjung Selor saat diabadikan beberapa waktu lalu. Sepekan pasca tahun baru 2026, harga ayam potong di Tanjung Selor masih tinggi, beda dengan harga cabai yang mulai turun. (ARSIP-TribunKaltara.com) (ARSIP-TRIBUNKALTARA.COM )

 

Baca juga: Pemkab Bulungan Lakukan Revitalisasi Pasar Induk Tanjung Selor hingga Pengaspalan Jalan

 

Pedagang ayam potong tampak menyusun dagangannya secara rapi di atas lapak.

Sebagian ayam sudah dibersihkan dari kepala dan kaki, sementara lainnya masih dijual dalam kondisi utuh.

Sejumlah pembeli terlihat memilih ayam potong dan menunggu pesanan mereka, menandakan interaksi jual beli berlangsung normal.

Namun demikian, lebih dari sepekan pasca perayaan tahun baru 2026, harga sejumlah komoditas di Pasar Induk Tanjung Selor masih terpantau tinggi.

Salah satunya adalah harga ayam potong.

Saat ini, harga ayam potong bersih masih bertahan di kisaran Rp 50.000 per ekor.

Sementara ayam potong yang masih berkepala dan berkaki, dijual seharga Rp 45.000 per ekor.

Harga tersebut mengalami kenaikan dibandingkan hari biasa, di mana ayam potong bersih umumnya dijual sekitar Rp 40.000 per ekor, sedangkan ayam kotor berkisar Rp 38.000 per ekor.

Bertahannya harga ayam potong ini disinyalir akibat masih tingginya permintaan masyarakat serta keterbatasan stok, meskipun momentum perayaan tahun baru telah berlalu.

Sebagian pedagang mengaku mendatangkan pasokan ayam potong dari luar daerah, seperti Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, hingga Kota Tarakan.

“Kami ambil ada yang dari Berau, ada juga dari Tarakan.

Sekarang ini harganya memang masih lumayan, karena masih suasana tahun baru,” ujar Zul, salah seorang penjual ayam potong.

Meski harga relatif tinggi, permintaan ayam potong di Tanjung Selor disebut masih stabil.

“Permintaannya normal saja.

Bisa lebih dari 100 kilogram per hari,” katanya singkat sambil tetap melayani pembeli.

Kondisi ini berbeda dengan harga cabai yang kini mulai melandai.

Semula harga cabai Rp 100.000 per kilogram, kini turun menjadi Rp 75.000 per kilogram.

Turunya harga cabai ini, dikarenakan sebagian para petani lokal kini mulai memasuki masa petik, sehingga stok kebutuhan cabai untuk masyarakat terpenuhi.

Kondisi ini tentu disambut baik oleh sebagian masyarakat.

Pasalnya, dengan turunnya harga cabai uang belanja dapat dialokasikan untuk kebutuhan lainnya.

"Akhirnya harga cabai mulai turun, lumayan sisa uang yang harusnya untuk beli cabai bisa dipakai untuk lainnya.

Kemarin saya beli Rp 75.000 per kilogram," kata Anti salah satu warga Tanjung Selor.

(*)

Penulis: Desi Kartika



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.