TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Sejumlah fasilitas di Taman Lalu Lintas Bondowoso, yang berlokasi di Kelurahan Badean, Kecamatan Bondowoso, tampak dalam kondisi kurang terawat. Beberapa sarana mengalami kerusakan, mulai dari lampu taman yang roboh, cat rambu lalu lintas yang memudar, hingga spanduk edukasi rambu-rambu yang rusak.
Pantauan di lokasi pada Rabu (7/1/2026) menunjukkan seorang petugas baru saja melakukan pemotongan rumput yang sebelumnya tumbuh tinggi di area taman. Meski tampak lebih bersih, kondisi fasilitas penunjang edukasi masih belum optimal.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bondowoso, Sigit Purnomo, menjelaskan Taman Lalu Lintas sejatinya dirancang sebagai taman edukasi untuk menanamkan nilai-nilai disiplin berlalu lintas sejak usia dini.
“Penanaman nilai-nilai kedisiplinan berlalu lintas dan berkendara sejak dini,” ujar Sigit saat dikonfirmasi, Rabu (7/1/2026).
Baca juga: Bondowoso Lirik Potensi PDRD Baru 2026, dari Peternakan hingga Pertambangan
Ia menambahkan, fungsi edukatif taman ini penting mengingat angka kecelakaan lalu lintas di Bondowoso masih tergolong tinggi. Karena itu, taman ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mitigasi kecelakaan.
Namun demikian, Sigit mengakui efisiensi anggaran menjadi kendala utama dalam perawatan dan pengembangan fasilitas taman. Selain perawatan rutin, taman ini juga membutuhkan sarana dan prasarana pendukung, seperti kendaraan edukasi, motor dan mobil mini, hingga alat peraga keselamatan lalu lintas.
“Ya, memang sarprasnya belum bisa tercukupi karena efisiensi anggaran,” jelasnya.
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, Dishub Bondowoso berencana memproyeksikan solusi bersama melalui konsep pentaheliks, dengan melibatkan berbagai pihak agar pengelolaan taman tidak sepenuhnya bergantung pada APBD.
“Bisa bekerja sama dengan akademisi, dunia pendidikan, hingga media. Media juga bisa memberikan pemahaman dan pembelajaran akan pentingnya disiplin berlalu lintas,” tambah Sigit.
Sebelumnya, kondisi Taman Lalu Lintas Bondowoso sempat ramai diperbincangkan di media sosial pada akhir November 2025, karena terlihat terbengkalai dengan rumput yang menjulang tinggi.
Setelah viral, Dishub melakukan pembersihan, dan hingga kini petugas terlihat melakukan perawatan berkala.
Ketua Komisi III DPRD Bondowoso, Sutriyono, mengatakan Taman Lalu Lintas bukan sekadar taman bermain, melainkan fasilitas edukasi publik yang seharusnya mendapat perhatian serius.
Ia menyayangkan kondisi taman yang tampak kurang terawat, terlebih pembersihan yang dilakukan pada Rabu (7/1/2026) diketahui tidak menggunakan anggaran APBD.
Baca juga: Konflik Lahan, Pekerja PTPN XII Demo Bupati Bondowoso Tuntut Penegakan Hukum di Ijen
“Problemnya memang di anggaran,” ujar Sutriyono saat dikonfirmasi, Kamis (8/1/2026).
Politisi PKB tersebut menyatakan pihaknya akan mendorong agar pada tahun anggaran 2026, pemeliharaan Taman Lalu Lintas kembali mendapat alokasi anggaran yang memadai. Selain itu, fasilitas pendukung seperti mobil-mobilan dan sepeda anak juga perlu dilengkapi agar fungsi edukasi berjalan optimal.
Ia juga menyarankan agar taman tersebut nantinya dibuka untuk umum dengan sistem kunjungan terjadwal, khususnya bagi lembaga pendidikan.
“Perlu duduk bersama menyusun peta jalan pengelolaan aset. Pemerintah daerah harus punya roadmap saat membangun fasilitas umum, supaya tidak asal bangun lalu tidak dirawat, sehingga nilai manfaatnya tidak berkurang,” tambahnya.
(TribunJatimTimur.com)