Target Zero Accident Keracunan MBG di 2026, BGN: Allah Garansi, Kita Kerja Keras
GH News January 08, 2026 01:08 PM
Jakarta -

Wakil Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang menyebut insiden kasus keracunan makan bergizi gratis (MBG) terpantau landai sejak November hingga Desember 2025. Pihaknya optimistis insiden keracunan pangan MBG di tahun ini bisa ditekan hingga nol kasus.

Terlebih, keterlibatan Dinas Kesehatan untuk memantau kelayakan sejumlah satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) dinilainya sudah semakin ketat. Dinkes dipastikan Nanik tidak bisa sembarangan memberikan izin operasional bila sejumlah syarat belum terpenuhi, termasuk higienitas dan kelayakan bahan pangan.

"Dinkes pasti kenceng banget, misal ada ompreng kok nyucinya di luar? Itu termasuk tidak boleh, harus sesuai dengan petunjuk teknis, pada akhirnya banyak SPPG invest lagi di alat," bebernya di SMK Negeri 1 Jakarta, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Senin (8/1/2025).

"Supaya zero accident tidak terjadi KLB lagi, bersamaan dengan pengawasan yang ketat dan sekarang kan dibentuk tim koordinasi, ada 17 kementerian dan lembaga yang mengawasi," sorotnya.

Jaminan Nol Kasus Keracunan MBG

Meski tidak menjamin nol kasus keracunan MBG terjadi dalam waktu dekat, Nanik mengklaim penerbitan surat higiene layak dan sanitasi (SLHS) sebagai syarat SPPG beroperasi sudah bisa mencegah kemungkinan tersebut.

"Allah yang garansi (nol kasus keracunan), tapi kita bisa bekerja keras untuk meminimalisir. Dari September, makin ke sini makin berkurang, insiden kasus keracunan pangan, kita sudah tidak pernah atau jarang dengar lagi," kata dia.

"Tadi juga kita sebutkan SLHS wajib, air harus menggunakan air galon yang bermerek, jadi tidak ada bakterinya, bebas E Coli," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.