TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, lonjakan harga bahan pangan menjadi pemicu utama inflasi Provinsi Jambi pada akhir 2025.
BPS mencatat inflasi Desember 2025 terhadap November 2025 mencapai 0,62 persen, dengan kelompok makanan sebagai penyumbang terbesar.
Kepala BPS Provinsi Jambi, Agus Sudibyo, menyebut kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau memberikan andil inflasi 0,48 persen secara bulanan (month to month/m-to-m), Kamis (8/1/2026).
Kenaikan harga sejumlah komoditas pokok dinilai menjadi faktor dominan tekanan inflasi.
Daftar komoditas pangan utama penyumbang inflasi di Jambi pada Desember 2025 meliputi:
Secara tahunan (year on year/y-on-y), inflasi Provinsi Jambi pada Desember 2025 tercatat 3,71 persen, sekaligus menjadi inflasi Tahun Kalender 2025.
Pada periode ini, kelompok makanan kembali menjadi penyumbang terbesar dengan andil 2,04 persen.
Selain pangan, tekanan inflasi juga datang dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan kontribusi 0,73 persen, serta penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,34 persen.
BPS mencatat, capaian inflasi Jambi sepanjang 2025 telah melampaui target nasional yang ditetapkan pemerintah sebesar 2,5 persen ±1 persen, bahkan melebihi batas atas inflasi nasional 3,5 persen.
Menurut Agus, kondisi tersebut dipicu kenaikan harga sejumlah komoditas strategis sepanjang tahun, terutama cabai merah, daging ayam ras, bawang merah, dan cabai rawit, yang harganya meningkat lebih tinggi dibandingkan tahun 2024.
Secara spasial, inflasi tahunan tertinggi terjadi di:
1. Kabupaten Kerinci dengan 5,52 persen.
2. Kabupaten Bungo sebesar 4,72 persen
Sementara Kota Jambi inflasi terendah di Provinsi Jambi, yakni 3,03 persen. (Tribun Jambi/Asto)
Baca juga: Top 7 Jambi 8 Januari 2026, Guru dan Siswa SD di Bungo Patungan karena Sekolah Rusak
Baca juga: Presiden Prabowo Umumkan Swasembada Pangan, Gubernur Al Haris Hadiri Tasyakuran Secara Virtual