TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN-Multiangle- Lokasi cetak sawah seluas 202 hektare di RT 17 Kelurahan Juata Laut Tarakan Kalimantan Utara saat ini menunggu pembangunan sarana dan prasarana irigasi pengairan. Dalam hal ini menjadi wewenang dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan V Tanjung Selor yang merupakan UPT Kementerian PUPR mengelola sumber daya air.
Dikatakan Mustafa, Kepala BWS Kalimantan V Tanjung Selor, berkaitan sarana dan prasarana irigasi di cetak sawah hingga kini belum lengkap, karena belum ada dibangun. Walaupun begitu, di cetak sawah ini telah dilengkapi saluran tersier dan tanggul.
Nantinya sarana dan prasarana irigasi pengairan akan dilengkapi dan dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. "Kalau nanti diusulkan oleh kabupaten dan kota terkait di Program SIPURI," ucap Mustafa. SIPURI atau kepanjangan dari Sistem Informasi Program Usulan Irigasi merupakan platform Kementerian PUPR.
Mustafa mengatakan, saat ini desain pembangunan sarana dan prasarana irigasi pengairan masih dalam proses. "Ini sekarang kan sudah ada desain, sementara proses desain dari kota, nanti itu yang diusulkan untuk kita nanti mendapat bantuan dari ketahanan pangan swasembada pangan," jelasnya.
Baca juga: Cerita Petambak Tarakan Merambah Jadi Petani, Tabur Benih Padi di Cetak Sawah Pakai Drone
Diakui Mustafa, untuk anggaran pembangunan sarana dan prasarana irigasi pengairan sudah ada uangnya di Kementerian Keuangan. Hanya saja ini tergantung dari usulan masing-masing kabupaten dan kota.
"Khususnya di Tarakan ini 202 hektare dan potensi tambah 150 hektare, itu juga akan kita lengkapi (irigasi). Potensinya ada di Sungai Maya, Sungai Siaboy, Sungai Mengngatal, itu di sana kita llewati tadi," paparnya.
Kemudian lanjutnya sungai-sungai itu yang bisa dibendung lalu kemudian airnya ditampung untuk kemudian disalurkan melalui sarana prasarana irigasi.
"Tinggal itu nanti tapi ini memang sementara proses desain oleh kota," jelasnya.
Jika pun nati diusulkan kabupaten dan kota dari sisi anggaran, kata Mustafa pihaknya belum bisa memprediksi anggaran tersebut.
"Karena desain juga belum dilihat tapi nanti kan bersama dengan BWS sama kota, kita lihat berapa sih anggaran yang dibutuhkan terkait dengan saluran, bangunan, pintu dan lain sebagainya," pungkasnya.
(*)
Penulis: Andi Pausiah