Longsor Ujuna Baru Diduga Akibat Alih Fungsi Lahan, Kades Pangiang Minta Perhatian Pemprov
January 08, 2026 02:45 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Kepala Desa Pangiang, Rizal, menanggapi peristiwa tanah longsor di Dusun Ujuna Baru, Desa Pangiang, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, Kamis (8/1/2026).

Rizal menduga longsor dipicu oleh alih fungsi lahan di kawasan pegunungan di atas badan jalan.

Menurutnya, sebelum kawasan tersebut digarap tidak pernah pernah longsor.

“Setelah ditanami tanaman jangka pendek, setiap musim hujan selalu terjadi longsor di titik yang sama. Ini sudah menjadi longsor tahunan,” ujar Rizal saat ditemui Tribun-Sulbar.com di lokasi longsor, siang.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut sangat membahayakan karena material longsor kerap menutup badan jalan.

Baca juga: Viral, Wanita Cantik Ditangkap karena Jadi Pramugari Gadungan, Polisi Ungkap Motifnya

Baca juga: Jalan Dusun Ujuna Baru Pasangkayu Tertutup Longsor, Kendaraan Tak Bisa Melintas

Apalagi, jalan tersebut merupakan akses utama warga Desa Pangiang menuju Kota Pasangkayu.

Rizal mengakui, pemerintah desa tidak memiliki kemampuan anggaran untuk menangani permasalahan longsor secara menyeluruh.

Terutama untuk pembangunan drainase dan penguatan tebing jalan.

“Anggaran desa jelas tidak mampu mengatasi persoalan ini," katanya.

Apalagi, kata dia, jalan ini merupakan jalan provinsi. 

Harap Perhatian Pemerintah Provinsi

Ia berharap bisa mengajukan penanganan ke pemerintah provinsi agar ada perawatan dan penanganan permanen.

Selain itu, Rizal juga berharap adanya kesadaran dari pemilik lahan di sekitar lokasi longsor untuk menghibahkan sebagian tanahnya.

Hal tersebut diperlukan agar pemerintah dapat membangun drainase, melakukan penanaman pohon, atau mengembalikan kawasan tersebut menjadi hutan guna mencegah longsor berulang.

“Kalau bisa, dikembalikan lagi menjadi hutan, demi keselamatan bersama,” harapnya.

TANAH LONGSOR-Puluhan warga dan aparat TNI-Polri saat membersihkan tanah dan lumpur dari longsor yang menutup akses jalan di Desa Pangiang, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, Kamis (8/1/2026). Sebanyak 9 dusun yang terisolir akibat longsor ini.
TANAH LONGSOR-Puluhan warga dan aparat TNI-Polri saat membersihkan tanah dan lumpur dari longsor yang menutup akses jalan di Desa Pangiang, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, Kamis (8/1/2026). Sebanyak 9 dusun yang terisolir akibat longsor ini. (Taufan/Taufan)

Diketahui, longsor di Dusun Ujuna Baru mengakibatkan akses jalan terputus total dan menyebabkan sembilan dusun di Desa Pangiang terisolir. 

Hingga Kamis siang, warga bersama aparat TNI dan Polri masih melakukan pembersihan material longsor secara gotong royong.

Akibat longsor tersebut, akses jalan utama di Dusun Ujuna Baru terputus total dan telah mengisolir sembilan dusun di Desa Pangiang. 

Warga di dusun terdampak kesulitan beraktivitas, termasuk menuju pusat pemerintahan dan fasilitas pendidikan, karena jalan tersebut merupakan satu-satunya akses penghubung menuju Kota Pasangkayu.(*)

Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.