Massa IPMAPUS Unras Depan Polresta Mamuju Tuntut Sanksi Polisi Represif dan Penuntasan Kasus Korupsi
January 08, 2026 08:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Massa yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Mahasiswa Pitu Ulunna Salu (IPMAPUS) Sulawesi Barat, melaksanakan aksi unjuk rasa (unras) di depan Markas Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mamuju, Jl KS Tubun, Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju, Kamis (7/1/2026).

Ketua IPMAPUS Sulbar, Akbar, mengatakan kedatangan mereka adalah untuk menuntut ketegasan Kapolresta Mamuju, Kombes Pol Ferdyan Indra Fahmi.

Mereka mendesak agar Kapolresta memberikan sanksi tegas oknum anggota polisi yang dinilai bertindak represif, saat mengawal aksi guru dan tenaga kesehatan di kantor Bupati Mamuju, pada 3 dan 4 Januari lalu.

Baca juga: Bus Baru PSM Mercedez Benz Warna Merah Lengkap Ewako di Bagian Belakang

Baca juga: Menjangkau Tak Terjangkau, Pelayanan PNM Sepenuh Hati untuk Kelompok Subsisten

"Kami menyayangkan tindakan arogan oknum polisi yang mengejar dan menghalangi mahasiswa saat menyampaikan aspirasi," ujar Akbar.

Aksi ini sempat diwarnai ketegangan antara massa aksi dan aparat kepolisian.

Berdasarkan rekaman video yang beredar, terlihat kericuhan pecah di area gerbang masuk Mapolresta Mamuju.

ipmapus demo Polresta Mamuju
Unras Ipampus - Massa yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Mahasiswa Pitu Ulunna Salu (IPMAPUS) Sulawesi Barat, melaksanakan aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mamuju, Jl KS Tubun, Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju, Kamis (7/1/2026). Mereka mendesak agar Kapolresta memberikan sanksi tegas oknum anggota polisi yang dinilai bertindak represif, saat mengawal aksi guru dan tenaga kesehatan di kantor Bupati Mamuju, pada 3 dan 4 Januari lalu.

Massa tampak mencoba merangsek masuk ke dalam area kantor kepolisian.

Saling Dorong

Namun dihadang barisan ketat aparat bersenjata lengkap dan tameng.

Aksi saling dorong antara mahasiswa dan polisi tidak terhindarkan di celah gerbang yang sempit.

Suasana semakin memanas saat beberapa mahasiswa terlihat diamankan secara paksa oleh petugas ke arah dalam gedung.

Di bagian luar, tampak sebuah kendaraan taktis (water cannon) disiagakan untuk mengantisipasi eskalasi massa yang semakin tidak terkendali.

Mahasiswa juga membawa empat poin tuntutan terkait dugaan kasus korupsi di lingkup DPRD Kabupaten Mamuju yang dinilai mandek.

Di antaranya:

1. Dugaan korupsi anggaran makan dan minum anggota serta Ketua DPRD.

2. Dugaan perjalanan dinas fiktif anggota DPRD.
 
3. Dugaan korupsi pengadaan pin emas anggota dewan.
 
4 Serta desakan penertiban peredaran minuman beralkohol di Mamuju. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Suandi 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.