Kesepahaman Terbangun, Pemkot Tangsel Lanjutkan Pengiriman Sampah ke TPAS Cilowong
January 08, 2026 10:07 PM

Laporan wartawan TribunBanten.com Ade Feri Anggriawan

TRIBUNBANTEN.COM, TANGSEL - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memastikan kembali melanjutkan pengiriman sampah ke Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong, Kota Serang, seiring dengan diterimanya kerja sama tersebut oleh masyarakat setempat.

Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, rencananya pengiriman sampah tersebut kembali bakal dimulai pada Jumat (9/1/2025).

"Alhamdulillah, informasi terakhir yang saya terima, masyarakat di sana (Kota Serang) sudah bisa menerima," ujarnya saat ditemui di rumah dinasnya, Kamis (8/1/2026).

"Dan mulai paling tidak besok kali ya, kita sudah bisa melakukan lagi pengelolaan bersama sampah di Cilowong," sambungnya.

Baca juga: Sistem Buang Sampah Berbayar Diduga Jadi Biang Kerok Tumpukan Sampah di Ciputat Tangsel

Benyamin menjelaskan, kerja sama tersebut tidak hanya terbatas pada pengelolaan sampah antar daerah saja. 

Melainkan, sampah yang dikirim dari Tangsel ke Kota Serang tersebut nantinya diperuntukkan sebagai upaya untuk memenuhi persyaratan pembangunan proyek Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).


"Karena bukan hanya sekedar situ (kerja sama antar daerah terkait pengelolaan sampah), nanti itu untuk memenuhi PSEL Kota Serang itu sendiri sampai seribu ton," kata Benyamin.

"Jadi insya Allah, alhamdulillah, laporan yang saya terima, ini masyarakat (Kota Serang) sudah bisa menerima dengan beberapa persyaratan. Dan itu semuanya akan kita penuhi," tegasnya.

Ia pun berharap, langkah kerja sama tersebut dapat berjalan lancar, dengan volume sampah yang dikirim mencapai 500 ton per hari.

"Saya berharap bisa sampai 400 -500 ton ke Cilowong ini," tandasnya.

Di konfirmasi terpisah, Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan mengatakan, bahwa dalam pengangkutan sampah ke TPAS Cilowong, pihaknya telah menyewa sebanyak 27 armada truk yang telah dilengkapi dengan sistem penampungan air lindi.

Menurutnya, dengan fasilitas tersebut diharapkan dapat mencegah tumpahnya air lindi ke permukaan jalan, sehingga tidak mengganggu kenyamanan warga.

"27 truk sewa ini di bawahnya itu ada penampungan air lindi sebesar delapan liter kapasitasnya," kata Pilar.

"Itu sangat membantu sekali pada saat sampah masuk ke armrol, terus air lindi tumpah ke bak penampungan. Sehingga air lindi tidak bececeran di jalanan," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.