Mendagri akan Buka Posko Induk Bencana Sumatera di Aceh
January 09, 2026 05:50 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

TribunGayo.com, KUTACANE - Pemerintah pusat melalui Satuan Tugas (Satgas) Nasional Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana membuka Posko Induk di Banda Aceh.

Baca juga: Status Tanggap Darurat Bencana di Aceh Diperpanjang hingga 22 Januari 2026

Aceh dipilih sebagai lokasi posko utama karena menjadi wilayah yang terdampak paling parah akibat bencana alam banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah daerah di Sumatera, selain Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Satgas Nasional Dibentuk atas Arahan Presiden

Pembentukan Satgas Nasional tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto sebagai upaya percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana.

Presiden menunjuk Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian sebagai Ketua Satgas, didampingi Wakil Ketua Satgas Richard Tampubolon.

Adapun dewan pengarah Satgas diketuai oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).

Sejalan dengan pembukaan posko, Tito Karnavian memimpin rapat perdana Satgas Nasional secara hybrid, Kamis (8/1/2026).

Rapat tersebut diikuti Menko PMK, Menteri PU, Seskab dan Wakil Ketua Satgas, Dirjen Bina Adwil Kemendagri, serta para Sekjen kementerian/lembaga terkait.

Rapat tersebut menjadi langkah awal penguatan koordinasi lintas sektor dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal ZA, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan standby force dan pendampingan intensif di wilayah Sumatera sejak awal masa tanggap darurat.

Baca juga: DAFTAR Nama Desa dan Dusun Hilang Diterjang Banjir di Aceh Tengah, Gayo Lues dan Aceh Tenggara

Posko Induk Jadi Pusat Kendali Pemulihan

"Kehadiran Posko Induk di Banda Aceh diharapkan menjadi pusat kendali terpadu untuk memastikan seluruh tahapan pemulihan berjalan terarah, terkoordinasi, dan tepat sasaran," pinta Safrizal yang sudah ditugaskan oleh Mendagri di Aceh dan Sumut sejak 27 November 2025 hingga kini.

Sebelumnya Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa penunjukan Menteri Dalam Negeri sebagai Ketua Satgas didasarkan pada luasnya wilayah terdampak yang mencakup tiga provinsi.

Dalam kapasitasnya sebagai Mendagri, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dinilai dapat dilakukan secara lebih efektif dan menyeluruh.

Pemerintah menegaskan Satgas akan bekerja secepatnya sesuai tahapan yang telah ditetapkan.

Prioritas utama difokuskan pada percepatan pembangunan hunian layak bagi masyarakat terdampak yang saat ini masih berada di tenda pengungsian, disertai penanganan rumah rusak ringan dan sedang melalui skema kompensasi agar warga dapat segera kembali ke tempat tinggal masing-masing.

"Selain yang sifatnya fisik, posko induk diharapkan menjadi kanal utama untuk komunikasi publik, terutama kemajuan-kemajuan atas kerja yang telah dilakukan Pemerintah dengan melibatkan secara masif rekan-rekan media baik nasional maupun lokal, termasuk optimalisasi ruang sosial media," pungkas Safrizal. (*)

Baca juga: Akhir Januari 2026, BPJN Aceh Mulai Bangun Jembatan Permanen Teupin Mane Bireuen

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.