Sisihkan Rp5 Ribu Per Hari dari Hasil Menjahit di Banjarmasin, Bahtiar dan Istri Lunasi Bipih Haji
January 10, 2026 08:41 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Dari puluhan nasabah yang mengantre di teller Bank Syariah Indonesia (BSI) Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Jumat (9/1), tampak sepasang suami istri lanjut usia duduk berdampingan di sofa panjang di sudut ruang tunggu.

Di pagi yang cerah, sekitar pukul 10.00 Wita itu, wajah mereka memancarkan ketenangan dan kesabaran saat menanti giliran nomor antrean dipanggil.

Kedua nasabah itu Bahtiar (69) dan Asmah (63), warga Belitung Gang Keluarga RT 8, Banjarmasin. Pasangan ini ingin melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) 1447 H/2026 M. Kemarin merupakan hari terakhir pelunasan tahap dua.

Saat ditemui, mereka menyambut ramah. Senyum sumringah tak lepas dari wajah keduanya. Rasa syukur terpancar jelas setelah penantian panjang selama 14 tahun yang akhirnya berbuah manis.

“Alhamdulillah, tahun ini kami masuk antrean dan bisa berangkat haji,” ujar Bahtiar yang mengenakan baju koko putih.

Selama 14 tahun, ia tekun menyisihkan penghasilan sebagai penjahit pakaian.

“Setiap hari saya menyisihkan Rp 5 ribu, Rp 10 ribu hingga Rp 25 ribu untuk ditabung. Saat waktu pelunasan tiba, sisa biaya hanya Rp 1,8 juta per orang,” tutur ayah dua orang anak ini.

Sebenarnya, menurut Bahtiar, penghasilan menjahit itu tidak menentu. Bisa lebih, bisa kurang bahkan bisa saja dalam sehari tak ada order sama sekali.

“Tapi kami punya niat yang kuat untuk berhaji. Apalagi sebelumnya dari hasil menjahit kami bisa melaksanakan umrah pada 2010,” ujarnya.

Baca juga: Bersiap Sambut Presiden Prabowo ke Kalsel, Pemko Banjarbaru Gelar Rapat Koordinasi

Pulang umrah ternyata mereka masih punya sisa tabungan, yaitu Rp 23 juta. Uang itulah pada 2012 mereka  setorkan untuk dapat porsi haji. Sisanya dari dana talangan yang mereka cicil sedikit demi sedikit.

“Kami tak punya penghasilan lain, hanya dari menjahit. Dapat uang lebih itu kalau ada order borongan (jumlah banyak), alhamdulilah ada jalan untuk rutin menabung,” tukasnya.

Di BSI, proses pelunasan tahap dua yang dimulai pada 2 Januari 2026, disikapi calon haji dengan penuh semangat. “Untuk tahap satu pelunasan hampir 74 persen,” kata Regional CEO RO IX Kalimantan Sefudin Suria Hidayat.

Mengenai kebijakan pelunasan tahap dua yang dibuka secara selektif, lanjut Sefudin, mencerminkan keberpihakan negara terhadap kondisi objektif jemaah, terutama mereka yang terdampak musibah maupun memiliki kebutuhan khusus.

Hingga penutupan, Jumat sore, jumlah calon haji yang melunasi Bipih di Kalsel melampaui kuota. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kalsel, Edy Khairani menyebut, total yang menyelesaikan pelunasan 5.206 orang. Jumlah tersebut melebihi kuota 5.187 calon peserta.

Pelunasan Bipih tahap II berlangsung sejak 2 hingga 9 Januari 2026 dan diperuntukkan bagi jamaah dengan kriteria tertentu. Di antaranya jamaah yang gagal sistem pada tahap I, pendamping jemaah lanjut usia, jemaah disabilitas beserta pendampingnya, jemaah yang terpisah dengan mahram atau keluarga, serta jemaah cadangan sesuai urutan porsi.

Pada tahap II ini, sebanyak 789 calon haji di Kalsel telah melakukan pelunasan. Jika digabungkan dengan jemaah yang melunasi Bipih pada tahap I sebanyak 4.011 orang, maka total jemaah reguler yang telah melunasi mencapai 4.800 orang.

Selain itu, jemaah cadangan yang telah melakukan pelunasan sejak tahap I berjumlah 397 orang. Akumulasi seluruh jemaah tersebut membuat angka pelunasan melampaui kuota resmi provinsi.

Edy menegaskan, pemenuhan syarat istithaah kesehatan menjadi ketentuan mutlak dalam proses pelunasan. Jamaah hanya dapat melakukan pelunasan di Bank Penerima Setoran (BPS) Bipih setelah dinyatakan memenuhi syarat kesehatan.

“Status istithaah kesehatan wajib terpenuhi sebelum pelunasan. Ini kebijakan nasional untuk memastikan jamaah siap secara fisik dan medis, sekaligus sebagai upaya perlindungan agar ibadah haji dapat dilaksanakan dengan aman dan lancar,” jelasnya. (dea/msr)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.