Ponsel Dinas Berisi Rahasia Nuklir Negara Jepang Hilang di Cina, Otoritas Jepang Berusaha Mencari
January 10, 2026 06:14 PM

 

TRIBUNJATIM.COM - Kasus kehilangan ponsel di Jepang berujung pada kemungkinan perang yang terjadi antar negara.

Seorang pegawai Otoritas Regulasi Nuklir Jepang (NRA) kehilangan ponsel dinas yang berisi daftar kontak rahasia, kemungkinan besar di China.

Kasus ini memicu kekhawatiran di tengah ketegangan diplomatik antara "Negeri Sakura" dan "Negeri Panda".

Menurut pejabat NRA yang enggan disebut namanya, smartphone tersebut digunakan untuk komunikasi saat bencana seperti gempa bumi besar, tetapi tidak memiliki akses ke data sensitif terkait fasilitas nuklir.

Meski demikian, ponsel tersebut menyimpan nama dan kontak personel dari divisi keamanan nuklir, bagian yang pekerjaannya tidak diumumkan ke publik karena alasan kerahasiaan.

Kronologi

Insiden ini terjadi pada 3 November 2025 saat sang pegawai berada di Bandara Shanghai, seperti dilaporkan Kyodo News dan Asahi Shimbun.

Pegawai tersebut kehilangan ponselnya ketika mengeluarkan barang dari bagasi kabin saat pemeriksaan keamanan.

Ia baru menyadari kehilangan perangkat tersebut tiga hari kemudian, dan upaya pelacakan pun gagal.

Kejadian ini menjadi perhatian publik di tengah meningkatnya tekanan dari Beijing terhadap Tokyo.

Baca juga: Ributkan Sertifikat Tanah, Watri Bangun Pondasi di Jalan Depan Rumah Tetangga, Mediasi Buntu

Pemerintah China terus melayangkan protes keras setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada November lalu mengisyaratkan bahwa negaranya bisa saja mengambil langkah militer jika Taiwan diserang.

Beijing menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya, dan tidak menutup kemungkinan akan merebutnya dengan kekuatan militer.

Di sisi lain, Otoritas Regulasi Nuklir Jepang saat ini sedang meninjau permohonan Tokyo Electric Power Company (TEPCO) untuk menghidupkan kembali pembangkit listrik tenaga nuklir Kashiwazaki-Kariwa, yang dikenal sebagai PLTN terbesar di dunia.

Jepang sebelumnya menghentikan hampir seluruh operasional nuklirnya pascainsiden Fukushima 2011, ketika tiga reaktor mengalami peleburan inti akibat gempa bumi dan tsunami dahsyat.

Baca juga: Dana Desa Rp 1,7 M Dipotong Sisa Rp373 Juta, Mimpi Warga Desa Langsung Amblas Meski Taat Bayar Pajak

Cerita unik lainnya terkait Jepang belakangan terungkap.

Pelaku berinisial MD (22) ditangkap polisi Tokyo, Jepang.

WNI itu diduga mencuri tas mewah pada Kamis (25/9/2025).

Saat itu ia memasuki sebuah gedung di Distrik Shibuya, Tokyo tanpa izin.

Tak hanya dituduh mencuri tas mewah, dia juga diduga mengambil barang-barang di toko barang antik di Tokyo dengan total 9 juta yen atau sekitar Rp 1 miliar.

Pihak kepolisian di Jepang tidak mengetahui alamat dan pekerjaan pelaku.

Dikutip dari NHK via Kompas.com, Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo mengonfirmasi penangkapan tersebut.

Insiden pencurian itu terjadi pada Kamis (25/9/2025) pukul 02.00 waktu setempat.

Polisi mendapat laporan dari keamanan perusahaan bahwa sebuah jendela di di Jingumae, Distrik Shibuya, Tokyo pecah.

Petugas kemudian menanggapi laporan dan datang langsung ke lokasi.

Di sana, tersangka langsung ditangkap.

Setelah ditangkap, terungkap bahwa pelaku menyembunyikan barang-barang mewah di tubuhnya.

Baca juga: Pejabat Curiga Diminta Transfer Rp35 Juta saat Dihubungi Staf Bupati, Diimingi Anggaran Pendidikan

Di kaki tersangka, ditemukan 18 barang senilai lebih kurang 9 juta yen atau sekitar Rp 1 miliar.

Barang-barang itu termasuk tas bermerek dan kaos dengan label harga yang masih terpasang.

Aksi pencurian itu terekam kamera CCTV. Departemen Kepolisian Metropolitan Tokyo saat ini tengah melaporkan tersangka ke Kejaksaan Umum.

Tersangka diduga melakukan pelanggaran kasus pencurian.

Dalam penyidikan, tersangka mengakui dakwaan tersebut.

Dia mengaku memang sengaja membobol toko untuk mengambil barang-barang mewah.

"Suatu hari di sore hari, saya pergi ke toko sendirian untuk mencari tas yang diminta oleh seorang teman Indonesia. Setelah kembali ke hotel, saya keluar lagi dan berniat membobol toko ini," ucapnya.

Baca juga: Pencurian Toko Perlengkapan Bayi di Tenggilis Surabaya, Uang Rp12 Juta Raib, Rekaman CCTV Hilang

Tersangka diketahui baru tiba di Jepang pada Senin (22/9/2025).

Saat ini, kasus dugaan pencurian ini masih dalam penyelidikan pihak Departemen Kepolisian Metropolitan.

Dalam kasus pencurian lain, tim gabungan Satuan Reskrim Polres Jayapura dan Polres Keerom berhasil membekuk seorang pria berinisial JM (64) beberapa waktu lalu.

Pria tersebut terduga pelaku pencurian uang tunai sebesar Rp 500 juta di Rumah Makan Barikli, Doyo Baru, Kabupaten Jayapura, Minggu (14/9/2025), seperti dikutip TribunJatim.com dari Kompas.com.

Dari data yang dihimpun Kompas.com, penangkapan ini dilakukan setelah polisi mendapatkan informasi dari Unit Opsnal Polres Keerom.

Dari hasil interogasi, pelaku JM mengaku ikut dalam aksi pencurian bersama kedua rekannya.

Uang hasil curian dibagi-bagi.

Adapun JM menerima Rp 100 juta.

Kepala Kesatuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Jayapura, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Alamsyah mengungkapkan bahwa pelaku JM bukan orang baru di dunia kriminal.

Seperti ketagihan dengan aksi mencuri, pelaku JM meneruskan aksinya setelah pernah sukses merampas Rp 2,7 M.

“Pelaku ini adalah residivis kasus besar. Tahun 2012 terlibat pencurian Rp 2,7 miliar di Sarmi, tahun 2016 kasus penikaman di Kalimantan, dan beberapa kali terlibat pencurian di Jayapura,” ujarnya.

Kini, pelaku JM diamankan di Polres Jayapura untuk proses hukum lebih lanjut, sedangkan polisi masih memburu rekan-rekannya yang ikut terlibat dalam aksi pencurian besar ini.

"Pelaku sudah kami amankan di Rutan Mapolres Jayapura, guna diproses hukum sesuai dengan perbuatan yang dilakukan," ujar Alamsyah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.