Calon Pengantin Meninggal di Rumah Mertua Jelang Resepsi, Kuku Menghitam, Hasil Autopsi Ungkap Fakta
January 10, 2026 08:41 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID – Seorang perempuan, inisial AF (20) ditemukan dalam kondisi meninggal di rumah calon mertuanya di Desa Sumbersari, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Rabu (7/1/2026).

Padahal AF, warga Kelurahan Pakunden, Kota Blitar itu telah dijadwalkan sebelumnya untuk menikah dengan calon suaminya, DS (22), pada Minggu (11/1/2026).

Kini, kepolisian Resor Blitar Kota mengungkap hasil otopsi terhadap jenazah AF.

Perempuan itu ditemukan meninggal di ranjang rumah calon mertuanya.

AF, warga Kelurahan Pakunden, Kota Blitar, berada di rumah calon mertuanya sejak 29 Desember 2025 dalam rangka persiapan menuju hari pernikahannya dengan DS (22) yang akan dilaksanakan pada Minggu (11/1/2026).

Baca juga: Berniat Melerai Perselisihan, Lani Tewas Dibacok Pemilik Truk di Lokasi Banjir di Banjar

Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Rudi Kuswoyo, mengatakan bahwa berdasarkan hasil otopsi atas jasad AF, calon pengantin perempuan itu diduga meninggal akibat infeksi kronis pada organ rahim.

“Penyakit yang disebabkan oleh kondisi peradangan rahim kronis yang menyebabkan gangguan fungsi tubuh,” ujar Rudi saat ditemui di Mapolres Blitar Kota, Jumat (9/1/2026) sore.

“Salah satunya (gangguan) fungsi pernapasan sehingga mencapai kondisi kritis dan menyebabkan meninggal,” tambahnya.

Hasil sementara otopsi tentang penyebab meninggalnya AF itu, lanjutnya, sejalan dengan temuan kuku korban yang berubah kehitaman sebagai gejala kekurangan oksigen dalam darah.

Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, lanjutnya, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Menurut Rudi, fakta-fakta tersebut telah disampaikan kepada pihak keluarga, baik keluarga AF maupun keluarga calon suami, DS.

“Dan ini melegakan pihak keluarga karena sebelumnya sempat beredar isu simpang siur yang membuat kedua keluarga tidak nyaman,” tuturnya.

Beberapa jam sebelum ditemukan meninggal, kata Rudi, AF mengeluh pusing dan merasakan demam tinggi sehingga DS, calon suami, mengantarkannya ke bidan desa yang kemudian memberi obat penurun demam.

Keduanya tiba kembali di rumah pada Rabu (7/1/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.

“Sampai di rumah, (calon) suami tidur. Lalu pukul 23.00 (calon) suami bangun dan mendapati calon istrinya sudah dalam keadaan lemas, kuku menghitam dan tidak bisa diajak bicara,” tuturnya.

Saat itu, juga AF dilarikan ke RSUD Mardi Waluyo di Kota Blitar dimana dokter menyatakan AF telah meninggal.

(Banjarmasinpost.co.id/Kompas.com)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.