Update Dugaan Penganiayaan Pemain Malang United Oleh Oknum Polisi, Polres Batu Periksa Terlapor
January 09, 2026 01:35 AM

SURYAMALANG.COM, BATU - Salah satu pemain Liga 4 Jawa Timur dari tim Malang United bernama Mochamad Arya Dustin Trista melaporkan kejadian kekerasan yang dialaminya usai timnya melawan Unesa FC dalam babak 32 besar Liga 4 Jawa Timur di Stadion Gelora Brantas Batu, Rabu (7/1/2026).

Dalam surat LPM/22/1/2026/SPKT/POLRES BATU/POLDA JAWA TIMUR ke Polres Batu, Dustin selaku pelapor mengalami dugaan penganiayaan berupa pemukulan pada bagian pipi kanan dan juga ditendang pada bagian dada oleh salah seorang oknum anggota polisi Polsek Batu usai pertandingan.

Baca juga: Kisah Pemain Malang United Laporkan Dugaan Pemukulan oleh Oknum Polisi Usai Pertandingan Liga 4

Kronologi Berdasar Laporan

Kronologi awal berdasarkan laporan ke pihak Polres Batu, peristiwa terjadi pada hari Rabu sekitar pukul 15.00 Wib di Stadion Gelora Brantas Batu. 

Saat itu pelapor baru saja selesai melakukan pertandingan sepak bola melawan tim Unesa FC.

Saat kedua tim akan menuju ruang ganti, pihak dari Unesa FC diduga melakukan bullying kepada tim sepak bola pelapor.

Lalu ada beberapa orang dari tim Unesa FC mendekati tim pelapor yang mana saat itu dari kedua tim dibatasi oleh Panpel serta beberapa orang pengamanan dari pihak Polsek Batu.

Kemudian posisi pelapor yang berada di depan tiba-tiba ada seorang anggota dari Polsek Batu yang tidak diketahui namanya tersebut, mendorong pelapor dan memukul ke arah pipi sebelah kanan pelapor.

Kemudian anggota Polsek Batu tersebut menendang pelapor di posisi dada hingga pelapor terjatuh dan anggota Polsek Batu juga ikut terjatuh.

Kemudian teman-teman pelapor ikut memisah kejadian tersebut.

Akibat kejadian tersebut pelapor mengalami nyeri di bagian rahang kanan dan nyeri di bagian mata kanan.

Selanjutnya korban melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Batu guna proses penyelikan lebih lanjut.

 

Tindakan Polisi

Terkait laporan tersebut, Kasatreskrim Polres Batu Iptu Joko Suprianto mengatakan pihaknya telah melakukan pemanggilan dan memintai keterangan beberapa pihak, termasuk pelapor dan terduga pelaku.

“Sudah (dipanggil untuk dimintai keterangan,red). Kami gerak cepat mencari fakta sesungguhnya,” kata Joko Suprianto kepada Suryamalang.com, Kamis (8/1/2026).

Sedangkan Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata membenarkan adanya kejadian keributan pasca pertandingan di Stadion Gelora Brantas Batu.

“Betul ada sedikit kegaduhan dan berujung pelaporan salah satu pemainnya karena luka. Framming seperti itu (pemukulan oleh anggota Polsek,red), kami cek dan ricek lagi seperti apa. Sepenuhnya oleh korban melalui manajer dipercayakan ke Polres Batu,” ujar Andi Yudha.

 

Sikap Malang United

Sementara itu lewat unggahan di akun media sosial, Malang United mengecam segala bentuk tindak kekerasan maupun intimidasi terhadap pemainnya.

Manajemen menilai tindakan yang dimaksud tidak mencerminkan nilai fair play, mencederai semangat persaudaraan dalam sepak bola, serta berdampak buruk terhadap pembinaan dan mental pemain muda.

“Klub menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan, intimidasi, maupun perundungan tidak dapat dibenarkan dalam situasi apa pun. Sepak bola harus menjadi ruang yang aman, mendidik, dan bermartabat bagi seluruh insan olahraga. Malang United juga menyatakan mempercayakan sepenuhnya proses penanganan perkara kepada pihak kepolisian serta meminta proses hukum yang profesional, objektif, transparan, dan berkeadilan,” isi caption dalam unggahan instagram @malangunitedofficial.(myu)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.