Mengintip Bersih-bersih Narkoba di Lapas Cipinang: Kepala hingga Kaki, Napi-Sipir Antre Tes Urine
January 09, 2026 01:38 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pintu besi tanpa celah, kawat berduri, hingga body scanner X-ray menyambut setiap pengunjung yang masuk ke Lapas Narkotika Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (8/1/2026).

Di balik pengamanan berlapis itu, ribuan narapidana dan petugas lapas menjalani tes urine serentak sebagai langkah deteksi dini untuk memastikan lingkungan penjara benar-benar bebas dari narkoba.

Sebelum melihat antrean napi dan sipir tes urine, ketegangan sudah terasa sejak melewati pintu masuk lapas.

Pengamanan Berlapis: Dari Kepala hingga Kaki

Wartawan Tribunnews.com, Abdi Ryanda Shakti, berkesempatan menyaksikan langsung proses tes urine di Lapas Narkotika Cipinang.

Sejak gerbang pertama, suasana terasa mencekam. Sebuah pos penjagaan kecil menjadi pintu masuk utama, dijaga ketat dengan jaring besi dan kawat berduri di atasnya.

Di bagian dalam, gedung-gedung kantor berdiri berjejer, sementara di sisi kanan tampak pintu besi abu-abu yang nyaris tanpa celah—satu-satunya akses menuju area tahanan.

Setiap pengunjung dihitung, identitas ditukar dengan kartu khusus bertali merah, lalu difoto oleh petugas.

Tas dan barang bawaan wajib dititipkan di ruang penjagaan.

Pemeriksaan badan dilakukan berulang, dari kepala hingga kaki, untuk memastikan tidak ada barang mencurigakan.

Ponsel dan dompet melewati mesin X-ray, sementara awak media diminta menaiki body scanner X-ray tanpa bergerak.

Setelah lolos, tangan pengunjung dicap “Lapas Narkotika Jakarta,” satu cap terlihat jelas, satu lagi hanya bisa dibaca dengan sinar UV.

Baca juga: TNI Bikin Gebrakan Lagi! Bentuk Batalion Olahraga, Diisi Para Atlet Berprestasi

Botol dan Antrean Napi-Sipir

Setelah melewati pengamanan berlapis, suasana bergeser ke antrean panjang narapidana.

Dari yang muda hingga lanjut usia, semua menunggu giliran dengan tertib. 

Mereka mengambil botol kecil, masuk ke toilet, lalu menyerahkan sampel urine kepada petugas.

Ekspresi wajah para napi beragam: ada yang terlihat tegang, ada pula yang tampak pasrah.

Beberapa menunduk sambil menggenggam botol kecil, sementara sipir yang ikut antre berusaha menjaga wibawa.

Pemandangan ini muncul ketika seorang narapidana dengan kursi roda didorong petugas menuju ruang pemeriksaan.

Tidak ada pengecualian, semua napi dan sipir ikut diperiksa.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen PAS DKI Jakarta, Heri Azhari, menyebut ada sekitar 2.300 tahanan dan narapidana yang menjadi target pemeriksaan.

“Hari ini kita melaksanakan perintah Bapak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan tanggal 6 Januari. Dari kemarin dengan hari ini masih proses,” ujarnya.

Hingga siang, tercatat 544 orang sudah menjalani tes urine.

Serentak di 25 Lapas

TES URINE LAPAS – Narapidana antre mengikuti tes urine di Lapas Narkotika Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (8/1/2026). Pemeriksaan ini digelar sebagai langkah deteksi dini terhadap penyalahgunaan dan peredaran narkoba di dalam lapas.
TES URINE LAPAS – Narapidana antre mengikuti tes urine di Lapas Narkotika Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (8/1/2026). Pemeriksaan ini digelar sebagai langkah deteksi dini terhadap penyalahgunaan dan peredaran narkoba di dalam lapas. (Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti)

Kasubdit Kerja Sama Ditjen PAS, Rika Aprianti, menjelaskan tes urine dilakukan serentak di 25 Lapas Narkotika seluruh Indonesia dengan target 23.197 tahanan dan narapidana.

“Kita sudah sering melakukan tes urine, tapi mengawali awal tahun ini kita ingin memastikan dan membangkitkan lagi bahwa kita zero narkoba,” katanya.

Rika menegaskan, tes urine juga menyasar seluruh petugas lapas.

“Kalaupun ada yang positif, kita akan cek apakah penyebabnya kesehatan. Kalau di luar kesehatan, kita tindak lanjuti sesuai aturan. Yang pasti kita tidak akan main-main,” tegasnya.

Ingin Bersih Narkoba Awal Tahun

Tes urine serentak ini digelar bertepatan dengan awal tahun, yang oleh Ditjen Pemasyarakatan dijadikan momentum untuk menegaskan kembali komitmen “zero narkoba” di lapas dan rutan.

Tradisi pemeriksaan di awal tahun dipandang sebagai evaluasi sekaligus pengingat bagi seluruh warga binaan dan petugas bahwa pengawasan akan terus diperketat.

Dengan cara ini, pemerintah ingin memastikan tidak ada celah bagi peredaran narkoba di balik jeruji, sekaligus membangun budaya disiplin sejak hari pertama kalender berjalan.

Baca juga: Polda Metro Jaya Usut Laporan Terhadap Komika Pandji Pragiwaksono Buntut Stand Up Comedy Mens Rea

Napi Bahaya Dikirim ke Nusakambangan

Ditjen PAS menegaskan tidak memberi celah peredaran narkoba di dalam lapas.

Bukti keseriusan terlihat dari pemindahan 1.882 warga binaan berisiko tinggi ke Nusakambangan.

“Itu merupakan salah satu bukti bahwa kita serius membersihkan lapas dan rutan dari bahaya narkotik,” ujar Rika.

Tes urine serentak ini bukan sekadar prosedur rutin, melainkan pesan tegas bahwa lapas harus steril dari narkoba.

Ribuan napi dan sipir diperiksa tanpa pandang bulu, menegaskan komitmen negara menjaga penjara tetap bersih dan aman.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.