Polda Metro Jaya Usut Laporan Terhadap Komika Pandji Pragiwaksono Buntut Stand Up Comedy 'Mens Rea'
January 09, 2026 01:38 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polda Metro Jaya telah menerima laporan polisi yang ditujukkan untuk komika, Pandji Pragiwaksono terkait dugaan penghasutan dan penistaan agama.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan laporan tersebut diterima, Kamis (8/1/2026).

"Benar bahwa hari ini 8 Januari 2026 ada laporan dari masyarakat atas nama RARW tentang dugaan penghasutan di muka umum dan dugaan penistaan agama berkaitan dengan pernyataan dalam sebuah acara bertajuk Mens Rea," kata Budi saat dihubungi, Kamis malam.

Budi mengatakan saat ini pihaknya bakal mengusut laporan tersebut dengan mengklarifikasi pelapor dan menganalisis barang bukti yang diserahkan, termasuk rekaman video materi stand up comedy yang dipersoalkan. 

"Beri ruang bagi penyelidik dan penyidik dalam proses penegakan hukum," ucap dia.

Baca juga: Aksi Aktivis Muda NU dan Muhammadiyah Laporkan Pandji Dianggap Malah Merusak Institusi Polri

Lebih lanjut, Budi mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam menyampaikan informasi.

Sebelumnya, Komika, Pandji Pragiwaksono, dilaporkan Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) ke Polda Metro Jaya pada Rabu (7/1/2026).

Adapun hal ini disampaikan Presidium Angkatan Muda NU, Rizki Abdul Rahman Wahid.

Rizki mengatakan pelaporan terhadap Pandji terkait materi stand up comedy yang menyinggung soal pemberian konsesi tambang oleh pemerintah kepada NU.

Baca juga: Dedi Mulyadi Respons Materi Pandji di Mens Rea soal Orang Sunda Suka Pilih Pemimpin Artis

Adapun materi itu disampaikan Pandji dalam pertunjukan 'Mens Rea' yang kini tengah ramai diperbincangkan publik dan tayang di platform Netflix.

Dia menyebut tidak terima dengan materi Panji yang menuding bahwa pemberian konsesi terhadap NU merupakan 'imbalan' dari pemerintah.

"Saya sebagai aktivis muda Nahdlatul Ulama merasa dirugikan atas statement beliau yang menyampaikan bahwa NU terlibat dalam politik praktis dan terus kemudian mendapat imbalan dalam bentuk tambang," katanya dikutip dari YouTube Kompas TV, Kamis (8/1/2026).

Rizki mengungkap pernyataan Pandji tersebut adalah fitnah dan tidak sesuai fakta.

Dia membantah bahwa NU seperti yang disampaikan Pandji dalam acara stand up comedy tersebut.

"Sebenarnya NU itu sendiri, saya sebagai santri jalanan dan warga nahdliyin, NU telah banyak berkontribusi terhadap negara ini jauh sebelum ada kemerdekaan dari sisi pondok pesantren, masjid, dan edukasi tentang agama di republik ini."

"Bahkan melakukan perlawanan terhadap penjajahan. Lalu kemudian didiskreditkan oleh Pandji bahwa NU mengikuti politik praktis dan mendapatkan tambang," jelasnya.

Dalam pertunjukan itu diketahui Pandji memang menyampaikan berbagai kritikan berbalut komedi terhadap keadaan Indonesia.

Salah satunya, ia menyinggung terkait ormas keagamaan yang menerima konsesi tambang dari pemerintah.

Di mana satu yang disinggung Pandji yakni NU dan Muhammadiyah yang menerima konsesi tambang di era kepemimpinan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

Pandji menilai apa yang diterima dua organisasi Islam di Indonesia itu sebagai bentuk balas jasa pemerintah.

Adapun laporan itu teregister dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.