Sosok Praka Satria Taopan, Prajurit TNI Asal Kupang Gugur Ditembak KKB Papua di Awal Tahun 2026
January 09, 2026 07:38 AM


TRIBUNNEWS.COM, KUPANG - Awal tahun 2026, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua kembali melakukan teror. 

Teror terjadi di Kampung Tetmid, Papua, Kamis (8/1/2026) hingga terjadi baku tembak dengan aparat.

Baca juga: Pernah Bakar Samsat Yahukimo, Komandan KKB Iron Heluka Ditangkap Saat Bakar Lapak Gorengan

Dalam insiden itu seorang prajurit TNI, Praka Satria Taopan gugur.

Sosok Praka Satria Taopan

Mengutip Pos Kupang, Praka Satria kelahiran Desa Erbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang.

Dia merupakan anggota Satgas Pamtas Mobile Yonif 100/Prajurit Setia Kodam I/Bukit Barisan (Yonif 100/PS Dam I/BB).

 

Praka Satria Taopan Gugur Ditembak KKB_3
TEWAS DITEMBAK KKB - Anggota Satgas Pamtas Mobile Yonif 100/Prajurit Setia Kodam I/Bukit Barisan (Yonif 100/PS Dam I/BB), Praka Satria Taopan gugur ditembak KKB Papua, Kamis (8/1/2026).

 

Pria yang memiliki nama lengkap Satria Tino Taopan ini berasal dari Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Praka Satria Taopan memiliki jabatan Tamudi/Pool 3 Ton Ang Kima Yonif 100/PS.

Dia merupakan anak dari pasangan suami, istri Dominggus Taopan dan Dorkas Yohana.

Kedua orang tuanya berdomisili di Jalan Salak RT 020 RW 008 Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Baca juga: KKB Papua Ancam Bupati Yahukimo: Saya Kejar Anda sampai Saya Tembak Mati

Praka Satria gugur dalam kontak senjata dengan KKB di Kampung Tetmid, Papua, Kamis (8/1/2026).

Saat ini jenazah Praka Satria Taopan masih berada di Papua.

Kronologi Singkat

Kamis (8/1/2026), terjadi kontak senjata antara Satgas Pamtas Mobile Yonif 100/PS dengan KKB di Kampung Tetmid, Papua.

Praka Satria Taopan tertembak dan gugur di tempat.

Jenazahnya kemudian dievakuasi dan akan dipulangkan ke Kupang untuk dimakamkan.

Duka Keluarga Korban

Sementara itu suasana di rumah duku Praka Satria Taopan dipenuhi keluarga dan para kerabat.

Kabar kematian Praka Satria Taopan sudah diterima pihak keluarga.

Rumah duka yang terletak di Jalan Salak, Kelurahan Oepura, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang sudah terpasang tenda duka.

Keluarga dan sanak saudara sudah memenuhi rumah duka sejak kabar duka diterima, Kamis (8/1/2026).

Pantauan Reporter POS-KUPANG.COM di lokasi, suasana haru terasa begitu kental. 

Dari dalam rumah duka terdengar isak tangis keluarga.

Meski jenazah Praka Satria Taopan belum tiba, rumah duka telah dipadati keluarga besar, kerabat, serta rekan-rekan almarhum yang datang silih berganti untuk menyampaikan belasungkawa.

Di halaman rumah, tenda duka telah didirikan oleh pihak keluarga. 

Kursi-kursi berjejer rapi, dipenuhi para pelayat yang duduk dalam keheningan.

Sebagian tampak saling menguatkan, sementara lainnya larut dalam doa. 

Beberapa anggota keluarga terlihat terduduk lemas, sesekali menitikkan air mata mengenang sosok almarhum.

Kepergian Praka Satria Taopan meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat sekitar yang mengenal almarhum sejak kecil.

Hingga Kamis malam, pihak keluarga masih menanti kedatangan jenazah.

Sementara itu, waktu dan tempat pemakaman almarhum masih dalam tahap koordinasi antara pihak keluarga dan Kodim 1604/Kupang. 

Satgas Damai Cartenz Tangkap 45 Anggota KKB Sepanjang 2025

Satgas Operasi Damai Cartenz telah menangkap sebanyak 45 orang anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang meresahkan selama 2025.

15 di antaranya tewas akibat melakukan perlawanan.

"Hasil dari upaya penegakan hukum yang melakukan perlawanan kepada kita ada 15 orang yang akhirnya kita lumpuhkan dan meninggal dunia," kata 
Kasatgas Humas Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo dalam keterangannya dikutip, Jumat (26/12/2025).

Penangkapan itu, kata Yusuf, berhasil dilakukan berkat operasi gabungan TNI dan Polri yang menjaga keamanan dan ketertiban di Papua.

Adapun dari 45 orang yang ditangkap, 20 pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka.

"Orang yang diamankan ada 45. Tadi 20 orang yang masuk proses, tapi 45 ini kita amankan masih dalam proses lidik apakah dia statusnya masih sebagai saksi, yang jelas yang sudah sebagai tersangka 20 orang dari 45 itu," ucapnya.

Yusuf mengatakan selain menangkap anggota KKB, tim gabungan juga berhasil menyita sejumlah senjata, di antaranya 29 pucuk senjata api hingga dua peledak.

Berikut rinciannya:

  • 29 pucuk senjata api
  • amunisi 4.194 butir
  • magasin 45 buah
  • bahan peledak 2 buah
  • senjata tajam termasuk panah 93 buah
  • dokumen 57 lembar

"Itu kita bisa identifikasi dan bisa kita lakukan viralisasi itu ada 44.171 link. Lalu ada beberapa markas yang telah kita duduki. Markas yang kita duduki ini termasuk kita bergabung juga dengan aparat TNI melalui satgas yang ada, kurang lebih ada 14 lokasi markas," jelasnya.

Lebih lanjut, Yusuf mengatakan aparat TNI dan Polri akan terus memaksimalkan pengamanan di sejumlah lokasi rawan di Papua.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan provokasi KKB.

"Tantangan secara umum adalah mereka (KKB) banyak main di media sosial, memprovokasi masyarakat untuk selalu menyudutkan aparat TNI dan Polri," ujarnya.

Penulis: (Pos-Kupang.com/Yuan Lulan) (Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.