Kapolda Lampung Panen Raya Jagung 86 Ribu Ton di Sekampung Udik, Lamtim
January 09, 2026 09:19 AM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf memimpin panen raya komoditas jagung dengan total produksi mencapai 86.604 ton hingga Januari 2026. 

Kegiatan tersebut berlangsung di Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur (Lamtim), Jumat (9/1/2026).

Kapolda Helfi mengatakan, panen raya jagung ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya di Provinsi Lampung.

“Polda Lampung menggelar panen raya jagung serentak Kuartal IV Tahun 2025 dengan capaian produksi mencapai 86.604 ton hingga Januari 2026,” kata Irjen Pol Helfi Assegaf.

Panen raya tersebut dipusatkan di Dusun IV, Desa Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik, Lampung Timur.

Menurut Helfi, keterlibatan Polri dalam sektor pertanian menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah, terutama dalam mendorong percepatan swasembada jagung di Lampung.

“Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Polri hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga ikut mendorong produktivitas pertanian demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Hingga awal Januari 2026, luas tanam jagung di Provinsi Lampung telah mencapai 12.372,81 hektare dari potensi lahan seluas 15.086,81 hektare. Dari luasan tersebut, total hasil panen yang berhasil dikumpulkan mencapai 86.604 ton.

Sementara itu, lahan binaan Polda Lampung seluas 57 hektare mampu menghasilkan sekitar 285 ton jagung. Secara keseluruhan, panen Kuartal IV di lahan binaan Polri mencapai 74,78 hektare dengan estimasi produksi 523,46 ton.

Dalam program tersebut, digunakan berbagai varietas unggul, antara lain BISI 18, NK Sumo, NK 212, dan NK 306. Varietas ini dinilai mampu beradaptasi dengan kondisi tanah Lampung dan menghasilkan panen rata-rata 6 hingga 7 ton per hektare.

Kapolda Helfi juga menekankan pentingnya pengelolaan pascapanen, mulai dari distribusi pupuk sesuai RDKK hingga penerapan teknik panen yang tepat agar kualitas jagung tetap terjaga dan memiliki nilai jual tinggi.

“Petani harus mendapatkan hasil maksimal dari jerih payahnya. Kualitas jagung menjadi kunci agar harga tetap baik dan tidak merugikan petani,” ujarnya.

Selain panen raya, Polda Lampung turut menyerahkan bantuan sarana pertanian berupa alat dan mesin pertanian (alsintan). Bantuan tersebut meliputi traktor roda dua dan roda empat, hand sprayer, PH meter, serta bibit jagung yang disalurkan kepada gabungan kelompok tani (gapoktan).

Helfi menambahkan, hingga 8 Januari 2026, penyerapan jagung oleh Bulog Lampung telah mencapai 19.724,27 ton atau sekitar 23 persen dari target nasional sebesar 87.500 ton. Capaian ini menempatkan Lampung sebagai salah satu provinsi dengan kontribusi terbesar secara nasional.

Ke depan, ia berharap dukungan lintas sektor terus diperkuat, termasuk penyediaan fasilitas pengering jagung, agar kualitas hasil panen tetap terjaga dan kesejahteraan petani semakin meningkat.

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.