TRIBUN-TIMUR.COM — PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan keuangan inklusif bagi kelompok masyarakat subsisten melalui pendekatan pendampingan langsung oleh Account Officer (AO).
Pendekatan ini dilakukan dengan menjangkau nasabah di lingkungan tempat tinggal mereka, seperti rumah warga dan balai komunitas, guna memastikan akses pembiayaan dapat diterima secara mudah dan dipahami. PNM menyediakan pembiayaan tanpa agunan yang disertai pendampingan berkelanjutan agar nasabah dapat mengembangkan usahanya secara bertahap.
Selain penyaluran pembiayaan, AO PNM juga berperan aktif dalam memberikan edukasi keuangan, memahami karakter usaha nasabah, serta menyesuaikan pola pendampingan dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha mikro. Interaksi rutin ini bertujuan membangun kepercayaan sekaligus memperkuat kapasitas usaha nasabah.
Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary, mengatakan bahwa pendekatan berbasis kedekatan menjadi bagian dari strategi PNM dalam melayani masyarakat yang belum terjangkau layanan perbankan formal.
“PNM hadir untuk memberikan akses pembiayaan yang aman dan bertanggung jawab, sekaligus memastikan nasabah mendapatkan pendampingan agar usahanya dapat berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pembiayaan harus dibarengi dengan pemberdayaan. Melalui peran AO, PNM tidak hanya menyalurkan modal, tetapi juga memberikan penguatan kapasitas usaha dan literasi keuangan.
Melalui pendekatan tersebut, PNM berharap dapat mendorong peningkatan kesejahteraan nasabah prasejahtera sekaligus memperluas inklusi keuangan di berbagai wilayah Indonesia.(*)