TRIBUN-TIMUR.COM - Pemilihan Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) periode 2026–2030 akan memasuki babak penentuan pada 14 Januari 2026.
Sebanyak 17 anggota Majelis Wali Amanat (MWA) Unhas dijadwalkan memberikan suara dalam pemilihan yang digelar di Kampus Unhas Jakarta, Jalan Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.
Saat ini, proses pemilihan telah memasuki tahap MWA setelah sebelumnya dilakukan penjaringan di tingkat Senat Akademik Unhas.
Dari hasil penjaringan tersebut, terdapat tiga nama calon rektor, yakni:
Prof Jamaluddin Jompa
Prof Budu
Prof Sukardi Weda.
Ketiganya akan memperebutkan suara dari 17 anggota MWA Unhas yang memiliki hak pilih.
Kabid Humas Kantor Sekretariat Rektor Unhas, Ishaq Rahman, menjelaskan bahwa jumlah anggota MWA Unhas secara keseluruhan sebanyak 19 orang.
Namun, dua di antaranya tidak memiliki hak suara dalam pemilihan rektor.
“Sesuai aturan, ada dua anggota MWA yang tidak memiliki hak suara, yakni rektor yang sedang menjabat, Prof Jamaluddin Jompa, serta Ketua Senat Akademik, Prof Baharuddin Thalib,” kata Ishaq saat dikonfirmasi, Kamis (8/1/2026) pagi.
Meski demikian, keduanya tetap dijadwalkan hadir dalam pelaksanaan pemilihan di Jakarta.
“Tetap hadir nanti di Jakarta,” sambungnya.
Baca juga: Jadwal Pemilihan Rektor Unhas 2026–2030 Diundur ke 14 Januari
Sebanyak 17 anggota MWA yang memiliki hak suara berasal dari berbagai unsur.
Dari unsur ex officio terdapat empat orang, yakni:
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman
Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) Unhas Andi Amran Sulaiman
Ketua Umum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unhas.
Kemudian dari unsur perwakilan dosen sebanyak delapan orang, yakni:
Prof Alimuddin Unde
Prof Andi Niartiningsih
Prof Andi Zulkifli
Prof Asmuddin Natsir
Prof Dwia Aries Tina
Prof Hasanuddin
Prof Kartini
Prof Arsyad Thaha.
Unsur perwakilan tenaga kependidikan diwakili dua orang, yaitu:
Fadly Rivai
Jumiaty Nurung.
Sementara dari unsur masyarakat terdapat tiga orang, yakni:
Tony Wenas
Arsjad Rasjid
Prof Sangkot Marzuki.
Terkait pemilihan lokasi di Jakarta, Ishaq menyebut keputusan tersebut telah melalui konsultasi bersama MWA Unhas.
Jakarta dipilih karena mempertimbangkan efektivitas kehadiran para pemilik suara yang sebagian merupakan tokoh nasional.
“Pertimbangannya adalah hasil konsultasi dengan pak menteri dan efektivitas, mengingat beberapa anggota MWA berasal dari unsur tokoh masyarakat dan ex officio,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Wali Amanat Unhas, Prof Andi Alimuddin Unde, memastikan pihaknya telah menerima secara resmi hasil penjaringan calon rektor dari Senat Akademik Unhas.
“Aspirasi dari Senat Akademik merupakan amanah yang akan kami hormati dan pertimbangkan secara saksama. Ini menjadi salah satu indikator penting bagi MWA dalam menetapkan pimpinan Unhas periode 2026–2030,” ujar Prof Alimuddin Unde.
Ia menegaskan MWA akan menindaklanjuti proses pemilihan tersebut dengan penuh tanggung jawab. (*)