Warga Ngasem Bojonegoro Keluhkan Bau Menyengat Diduga Gas, Pertamina EP Cepu Beberkan Hal Berikut
January 09, 2026 10:50 AM

TRIBUNMATARAMAN.COM, BOJONEGORO – Warga di Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengeluhkan bau menyengat diduga gas. 

Kondisi yang tidak nyaman itu juga dirasakan oleh warga di sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir.

Keluhan tersebut bahkan menjadi perbincangan hangat di media sosial dan diduga berkaitan dengan aktivitas di sekitar Lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB).

Sejumlah warga menyampaikan keluhan melalui grup Facebook Media Masyarakat Ngasem.

Salah satu akun, Mad Warazs, menuliskan bahwa bau tersebut sangat mengganggu aktivitas warga.

“Bauknya dari JTB sangat mengganggu orang Ngasem,” tulisnya.

Menanggapi keluhan tersebut, PT Pertamina EP Cepu (PEPC) menyatakan telah menerima laporan masyarakat dan langsung melakukan tindak lanjut.

Perusahaan menyampaikan apresiasi atas perhatian warga terhadap kondisi lingkungan di sekitar wilayah operasional Lapangan JTB.

Baca juga: AKP Hafiz Sebut Ada Dukungan Jenderal Andika Perkasa Dibalik Renovasi Mako Polsek Geger Madiun

Manager Communication & Relations CID PEPC, Rahmat Drajat, mengatakan pihaknya memahami ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat dan segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh fasilitas operasional.

“Kami menyampaikan empati atas situasi yang dirasakan warga. Tim teknis kami telah bergerak cepat melakukan peninjauan terhadap seluruh fasilitas operasional di Lapangan JTB,” ujar Rahmat dalam keterangan tertulis, Kamis (8/1/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Rahmat memastikan seluruh kegiatan operasional di Lapangan JTB berjalan normal.

Tidak ditemukan adanya anomali maupun gangguan pada fasilitas produksi yang dapat menimbulkan dampak lingkungan.

Selain itu, PEPC juga melakukan pemantauan kualitas udara di area sekitar operasional sesuai dengan standar prosedur Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).

Hasil pengukuran menunjukkan kualitas udara masih berada dalam kondisi aman dan tidak melampaui baku mutu lingkungan yang ditetapkan.

“Dari hasil pemantauan, tidak ditemukan indikasi parameter kualitas udara yang melebihi ambang batas,” jelasnya.

Rahmat menegaskan, PEPC berkomitmen untuk mengedepankan keselamatan masyarakat serta perlindungan lingkungan dalam setiap kegiatan operasional.

Perusahaan juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa serta pemangku kepentingan terkait guna memastikan situasi tetap kondusif.

“Apabila terdapat perkembangan terbaru dari proses pemantauan yang sedang berlangsung, kami akan segera menyampaikan informasi kepada publik,” pungkas. 

(Misbahul Munir/TribunMataraman.com)

Editor : Sri Wahyunik

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.