TRIBUNNEWSMAKER.COM - Komika Pandji Pragiwaksono kini menghadapi ancaman hukum serius setelah laporan terhadapnya diterima polisi.
Penyidik telah mengamankan tiga barang bukti penting yang menjadi kunci penyelidikan, salah satunya berupa flashdisk.
Kasus ini memicu perhatian publik luas, karena terkait kritik keras Pandji Pragiwaksono yang sebelumnya dilontarkan kepada sejumlah tokoh.
Baca juga: Liciknya Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Tersangka Korupsi Kuota Haji: Jatah Reguler Dijual Khusus
Polisi menerima sejumlah barang bukti terkait laporan terhadap komika Pandji Pragiwaksono.
Pandji dilaporkan oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (AMNU) dan Aliansi Muda Muhammadiyah (AMM) terkait pertunjukan stand up comedy bertajuk Mens Rea.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan, salah satu barang bukti yang diterima polisi yaitu satu buah flashdisk yang berisi pernyataan Pandji dalam acara Mens Rea.
"Untuk barang bukti yang diberikan kepada rekan-rekan penyelidik pada saat yang bersangkutan membuat laporan, yang pertama, satu buah digital flashdisk USB yang berisi tentang rekaman dari pernyataan-pernyataan tersebut," kata Budi, Jumat (9/1/2026).
Selain itu, dua barang bukti lainnya adalah selembar kertas yang menampilkan cuplikan layar dan sebuah dokumen surat.
"Kemudian, satu lembar kertas hasil cetak cuplikan layar atau capture, screen capture atau print out foto. Yang ketiga, satu lembar surat berharga dokumen ya, dokumen surat rilis aksi," ujar Budi.
Adapun laporan terhadap Pandji berkaitan dengan dugaan dugaan penghasutan dan penistaan agama sesuai Pasal 300 dan 301 KUHP.
Laporan tersebut telah diterima pada Kamis (8/1/2026) dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/Polda Metro Jaya.
"Tentang dugaan penghasutan di muka umum dan dugaan penistaan agama berkaitan dengan pernyataan dalam sebuah acara bertajuk Mens Rea," kata Budi.
Budi menjelaskan, penyidik bakal melakukan klarifikasi terhadap sejumlah saksi dan menganalisa barang bukti.
"Beri ruang bagi penyelidik dan penyidik dalam proses penegakan hukum. Kami mengimbau agar masyarakat tetap bijak dalam menyampaikan informasi," ujar Kabid Humas.
Sebelumnya, Ketua Presidium AMNU, Rizki Abdul Rahman, menyebut Pandji Pragiwaksono dalam penampilannya di Mens Rea telah merendahkan dan memfitnah NU serta Muhammadiyah.
"Beliau merendahkan, memfitnah, dan cenderung menimbulkan kegaduhan di ruang media dan memecah belah bangsa, menimbulkan keresahan terhadap, khususnya kami sebagai anak muda Nahdliyin dan teman saya sebagai Aliansi Muda Muhammadiyah," kata Rizki, Kamis (8/1/2026).
Ia mengungkapkan, salah satu materi yang dibawakan Pandji yaitu terkait izin pengelolaan tambang yang diberikan kepada NU dan Muhammadiyah.
Ia juga menilai anggapan bahwa NU dan Muhammadiyah terlibat politik praktis merupakan fitnah.
"Lalu narasi fitnahnya adalah menganggap NU dan Muhammadiyah terlibat dalam politik praktis. Terus kemudian, ini disampaikan seolah-olah NU dan Muhammadiyah mendapatkan tambang, imbalan begitu ya, karena telah memberikan suaranya terhadap kontestasi pemilu yang kemarin," ungkap Rizki.
Di tengah viralnya materi stand up comedy yang bertajuk Mens Rea, Pandji Pragiwaksono diketahui telah berada di Amerika Serikat.
Ia terbang ke New York pada 28 Desember 2025 lalu.
Pandji Pragiwaksono membagikan momen perjalanannya itu dalam beberapa unggahan di Instagram resminya @pandji.pragiwaksono.
Seperti diketahui, Pandji secara resmi pindah ke New York pada Januari 2022. Rencana ini sebenarnya sudah dipersiapkan sejak lama dan sempat tertunda karena pandemi COVID-19.
Ia ingin menantang dirinya sendiri untuk sukses di pusat stand-up comedy dunia, New York, meskipun sudah mapan di Indonesia.
Pandji merasa memiliki tanggung jawab untuk menunjukkan bahwa komika Indonesia mampu berkarya dan bersaing di kancah internasional.
Ia terinspirasi dari komedian Andrew Schulz yang tampil di banyak klub komedi dalam satu malam.
Selain itu, Pandji juga ingin menguji kemampuan berbahasa Inggris dan membawakan materi stand-up di depan audiens internasional.
Ia ingin menjadi komika Indonesia pertama yang sukses di New York dan menginspirasi generasi muda.
Pandji Pragiwaksono pindah ke New York bersama istri dan kedua anaknya.
Setelah nego dua tahun, anak-anak akhirnya setuju dan beradaptasi dengan cepat meskipun sempat mengalami kesulitan di sana.
Pandji Pragiwaksono memang sesekali kembali ke Indonesia dari Amerika Serikat untuk keperluan pekerjaan dan berkonten.
Melalui tayangan stand up comedy Mens Rea yang kini tayang dan ramai diperbincangkan di Netflix Indonesia, Pandji Pragiwaksono kembali menunjukkan ciri khas komedinya.
Program ini menampilkan komedi satire yang berani dengan mengangkat berbagai isu sosial dan politik pasca Pemilu 2024.
Kehadiran Mens Rea semakin mengukuhkan posisi Pandji sebagai komedian multitalenta yang konsisten menyampaikan kritik lewat humor.
Gaya komedi yang ia sajikan dikenal tajam namun tetap relevan dengan kondisi masyarakat.
Popularitas pertunjukan ini pun berdampak pada meningkatnya rasa penasaran publik terhadap latar belakang dan silsilah keluarga Pandji Pragiwaksono.
Bahkan, Mens Rea berhasil menduduki peringkat pertama kategori TV Shows di Netflix Indonesia pada Senin (5/1/2026).
Dalam pertunjukan tersebut, Pandji menjadikan panggung sebagai ruang refleksi atas berbagai persoalan bangsa.
Isu sosial dan politik yang sedang hangat dibedah melalui sudut pandang observasional yang lugas.
Pandji tampil tanpa ragu menyampaikan kritik terhadap dinamika politik yang terjadi setelah Pemilu 2024.
Berbagai perilaku pejabat publik menjadi bahan sorotan dalam materi yang ia bawakan.
Tokoh-tokoh penting yang kerap dianggap sensitif juga tidak luput dari pembahasan.
Baca juga: Usai Kompak Balas Roastingan Pandji, Tompi Langsung Temui Gibran, Ngaku Bahas Keberlanjutan Program
Beberapa di antaranya adalah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, hingga Presiden Prabowo Subianto.
Topik yang diangkat dinilai merepresentasikan realitas demokrasi Indonesia saat ini.
Seluruh kritik tersebut dikemas secara ringan melalui balutan komedi satire.
Humor yang disajikan tidak hanya bertujuan menghibur, tetapi juga mengajak penonton berpikir lebih dalam.
Penonton diajak untuk melihat persoalan politik dari sudut pandang yang lebih kritis dan reflektif.
Sebelum hadir di Netflix, Mens Rea telah lebih dulu dipentaskan dalam tur ke 10 kota di Indonesia sepanjang 2025.
Pertunjukan tersebut mendapatkan respons luas dari masyarakat di berbagai daerah.
Dalam sebuah konferensi pers pada April, Pandji menegaskan tujuan utama dari Mens Rea.
“Ini bentuk edukasi politik lewat komedi. Penginnya membuat orang lebih mengerti bahwa kita sebagai pelaku demokrasi itu seharusnya lebih pintar dan mawas diri,” ungkap Pandji Pragiwaksono dikutip dari KOMPAS.COM, Selasa (6/1/2026).
(TribunNewsmaker.com/TribunJakarta)