Ketika Teriakan Tetangga jadi Penyelamat Api Membara Tengah Malam di Jalan Samudera Palangka Raya
January 09, 2026 10:50 AM

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Malam yang tenang nyaris berakhir bencana ketika api menyala di atap sebuah rumah tanpa disadari penghuninya.

Peristiwa itu terjadi di Jalan Pangeran Samudera IV, Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng), Jumat (9/1/2026).

Sekira pukul 00.05 WIB, sebagian besar warga telah terlelap, termasuk penghuni sebuah rumah yang tanpa mereka sadari api mulai menjalar di bagian atap dan plafon.

Di dalam rumah, Debi (39) masih terjaga. Ia berada di kamarnya, menatap layar telepon genggam, tak mencium bau asap atau merasakan hawa panas sedikit pun. Hanya terdengar bunyi samar, seperti suara kucing menggaruk.

“Saya kira kucing saja, soalnya di sini memang banyak kucing,” ujar Debi.

Rupanya, suara yang didengar Debi itu adalah api yang pelan-pelan melahap bangunan rumahnya dan mulai membesar.

Beruntung, ada warga yang melihat kobaran api di atap rumah dan langsung berteriak, yang akhirnya menyadarkan Debi dan keluarganya bahwa bahaya sedang mengancam.

“Tadi ada tetangga yang teriak. Baru tahu ada kebakaran,” tutur Debi.

Di dalam rumah, kata Debi, seluruh anggota keluarga sedang tertidur. Ada ibunya yang berusia sekitar 60 tahun, serta dua anak yang masing-masing berusia 9 dan 6 tahun.

Mendengar teriakan itu, Debi langsung membangunkan keluarganya dan bergegas keluar rumah.

“Langsung bangun semua, langsung keluar,” ucapnya.

Sementara itu, Ainul (19), warga yang berteriak dan membangun Debi, menceritakan, saat itu ia baru saja pulang kerja dan melintas dari jalan samping rumah tersebut.

“Saya pulang kerja, dari jauh api sudah kelihatan,” ujar Ainul.

Ainul kemudian mendekat ke arah sumber api itu, sembari beteriak membangunkan orang rumah dan membunyikan klakson motornya.

“Apinya sudah cukup besar, sudah sampai ke belakang rumah,” kata Ainul.

Dalam waktu yang singkat itu, berkat teriakan Ainul, seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri sebelum api semakin meluas. 

Ainul juga yang menyebarkan informasi kebakaran itu di aplikasi pesan daring. Hingga pukul 00.40, lebih dari 5 unit pemadam dari berbagai instansi dan relawan masih berjejer di sekitar lokasi kejadian.

Tidak ada korban jiwa maupun luka fisik dalam peristiwa tersebut, api juga dengan cepat dipadamkan sebelum menyebar ke bagian rumah lainnya serta bangunan di sekitarnya.

Kebakaran tersebut menyebabkan kerusakan pada bagian atap dan plafon rumah.

Baca juga: Kebakaran Rumah Kerajinan Rotan di Palangka Raya, Tak Ada Karya Selamat

Baca juga: Kebakaran di Palangka Raya Kalteng, Kesaksikan Warga Jalan G Obos: Tidak Ada Orang

Barang-barang di dalam rumah itu, termasuk perangkat elektronik, tidak terbakar, namun basah akibat air pemadaman.

Menurut pemilik rumah, sebelum kejadian tidak pernah ada tanda-tanda kerusakan instalasi listrik di rumahnya.

Belum diketahui penyebab kebakaran tersebut. Pihak berwenang sudah ke lokasi kejadian guna menyelidiki penyebab kebakaran.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.