PROHABA.CO - Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah Aceh pada akhir November 2025 meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat.
Akibat bencana tersebut telah menyebabkan beberapa desa dan dusun hilang.
Warga yang tinggal di desa itu terpaksa mengungsi ke tempat lebih aman.
Sedikitnya 55 kawasan, terdiri dari 21 gampong/desa dan 34 dusun di tujuh kabupaten/kota, dilaporkan hilang dan tidak lagi layak huni.
Gelombang banjir dan material longsor menyapu bersih permukiman, meninggalkan puing-puing serta kenangan yang tak lagi bisa diraih.
Penduduk dari wilayah terdampak terpaksa mengungsi ke tempat aman, sebagian menumpang di rumah kerabat, sementara lainnya bergantung pada posko pengungsian.
Kabupaten yang paling parah terdampak antara lain Aceh Tamiang, Aceh Utara, Nagan Raya, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Bireuen.
Di beberapa desa, hampir seluruh permukiman lenyap, sehingga kehidupan sosial dan pemerintahan desa lumpuh total.
Aparat desa pun ikut mengungsi, membuat roda pemerintahan tak dapat berjalan sebagaimana mestinya.
Meski demikian, ada secercah harapan.
Di sebagian wilayah, pemerintahan desa mulai kembali aktif, meski dalam keterbatasan.
Data terbaru per 7 Januari 2026 menunjukkan bahwa di Aceh Tamiang, sejumlah desa dan dusun di Kecamatan Sekerak, Karang Baru, Kota Kuala Simpang, dan Bandar Pusaka hilang.
Di Aceh Utara, dusun-dusun di Kecamatan Sawang dan Langkahan terdampak, namun sebagian pemerintahan desa sudah kembali berfungsi.
Sementara itu, di Nagan Raya, dua desa hilang dan aktivitas pemerintahan belum bisa berjalan karena warganya masih berada di pengungsian.
Kondisi serupa terjadi di Aceh Tengah dan Gayo Lues, di mana masyarakat belum dapat kembali ke kampung halaman.
Di Aceh Tenggara dan Bireuen, beberapa dusun juga dilaporkan hilang, tetapi pemerintahan desa mulai aktif kembali meski warga belum sepenuhnya pulang.
Pemerintah pusat dan daerah kini terus melakukan pendataan lanjutan, memastikan setiap korban mendapat perhatian.
Penanganan darurat bagi pengungsi menjadi prioritas, namun langkah jangka menengah dan panjang juga disiapkan.
Relokasi warga, pembangunan hunian sementara (huntara), hingga hunian tetap (huntap) direncanakan agar masyarakat yang kehilangan rumah dapat kembali menata kehidupan.
Baca juga: Banjir Bandang Hancurkan 63 Rumah di Desa Salah Sirong Bireuen, Akses Jalan Masih Terputus
Berikut update terbaru data desa dan dusun yang hilang di Aceh, per 7 Januari 2026 Pukul 19.30 WIB:
1. Kecamatan Peusangan
- Dusun Kapa (Desa Kapa)
- Dusun Tgk di Pulo (Desa Pante Lhong)
2. Kecamatan Juli
- Dusun Kapa (Desa Kapa)
- Dusun Tgk di Pulo (Desa Pante Lhong
- Dusun Kaye Jatoe (Desa Balee Panah)
- Dusun Baroena (Desa Balee Panah)
- Dusun Bivak (Desa Kruen Simpo )
- Dusun Pante Bili (Desa Simpang Mulia)
- Dusun Simpang Jaya Barat (Desa Simpang Jaya)
- Dusun Sarah Baroena (Desa Simpang Jaya)
- Dusun Leubok Iboeh (Desa Teupin Mane)
- Dusun Paya Sentawan (Desa Teupin Mane)
- Dusun Erba (Desa Paya Cut)
- Dusun Pante (Desa Pante Peusangan)
- Dusun Mane (Desa Beunyo)
3. Kecamatan Jeumpa
Dusun hilang di Desa Salah Sirong, diantaranya:
- Dusun Blang Padang
- Dusun Darussalam
- Dusun Pungki
- Dusun Alue Siren
- Dusun Bungong Jeumpa
Keterangan: penduduknya mengungsi ke tempat yang lebih aman/rumah saudara dan Pemerintah Desa sudah aktif
Baca juga: Gubernur Aceh Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Ketiga hingga 22 Januari 2026
1. Kecamatan Sekerak
- Desa Lubuk sidup
- Desa Sekumur
- Desa Tanjung Gelumpang
- Desa Sulum
- Desa Baling Karang
2. Kecamatan Karang Baru
- Dusun Citra (Desa Suka Jadi)
- Dusun Lestari (Desa Suka Jadi)
3. Kecamatan Kota Kuala Simpang
- Dusun Kota Lintang Bawah (Desa Kota Lintang)
4. Kecamatan Bandar Pusaka
- Dusun Salam (Desa Babo)
- Dusun Sidorejo (Desa Babo)
Keterangan: penduduknya mengungsi ke tempat yang lebih aman/rumah saudara dan Pemerintah Desa tidak bisa bekerja karena berada di pengungsian.
1. Kecamatan Sawang
Dusun Hilang:
- Dusun Pungki (Desa Gunci)
- Dusun Cot Barat (Desa Riseh Teungoh)
- Dusun Cot Timu (Desa Riseh Teungoh)
- Dusun Panton Nibong (Desa Riseh Baroh)
- Dusun Blang Kumbang (Desa Riseh Baroh)
- Dusun Tumpoh Blang (Desa Babah Krueng)
- Dusun Sarah Mampre (Desa Lhokcut)
2. Kecamatan Langkahan
- Dusun Bidari (Desa Lubuk Pusaka)
Keterangan: penduduknya mengungsi ke tempat yang lebih aman/rumah saudara dan Pemerintah Desa sudah aktif.
Baca juga: Kemendagri Terjunkan Praja IPDN ke Aceh Tamiang untuk Pulihkan Pemerintahan Pascabencana
1. Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang
Desa Hilang:
- Desa Kuta Teungoh
- Desa Babah Suak
Keterangan: penduduknya mengungsi ke tempat yang lebih aman/rumah saudara dan Pemerintah Desa tidak bisa bekerja karena berada di pengungsian
1. Kecamatan Ketol
Dusun Hilang:
- Dusun Sio (Desa Burlah)
2. Kecamatan Linge
Desa Hilang:
- Desa Kute Reje
- Desa Reje Payung
- Desa Jamat
- Desa Delung Sekinel
- Desa Penarun
- Desa Umang
Keterangan: penduduknya mengungsi ke tempat yang lebih aman/rumah saudara dan Pemerintah Desa tidak bisa bekerja karena berada di pengungsian.
Sebanyak 8 desa di Gayo Lues hilang
1. Kecamatan Rikit Gaib
- Desa Kuning Kurnia
2. Kecamatan Pantan Cuaca
- Desa Tetingi
- Desa Seneren
- Desa Remukut
3. Kecamatan Blangkejeren
- Desa Agusen
4. Kecamatan Tripe Jaya
- Desa Pasir
- Desa Uyem Beriring
5. Kecamatan Putri Betung
- Desa Pungke
Keterangan: penduduknya mengungsi ke tempat yang lebih aman/ rumah saudara dan Pemerintah Desa tidak bisa bekerja karena berada di pengungsian
1. Kecamatan Ketambe
- Dusun Maju Jaya (Desa Ketambe)
- Dusun Anugerah (Desa Ketambe)
Keterangan: penduduknya mengungsi ke tempat yang lebih aman/rumah saudara dan Pemerintah Desa sudah aktif
(Serambinews.com/Agus Ramadhan)
Baca juga: Sebulan Pascabanjir Aceh Utara, Jaringan Telekomunikasi Belum Pulih di 12 Kecamatan
Baca juga: Warga Bintang Aceh Tengah Terisolasi Pascabencana, 25 Kampung Hidup Tanpa Listrik
Baca juga: Jalur Bireuen-Takengon Dipastikan Aman Pasca Hujan Deras di Bener Meriah