Kualitas dan Kuantitas Rezeki dalam Perspektif Islam
January 09, 2026 10:54 AM

Oleh:

Ustad Hamdani, S.Hum.,MA
Kepala sekolah SMPS Islam Muslim Hands, Dosen Bahasa Arab di STAI Darul Hikmah Meulaboh.

Puji syukur kita panjatkan kepada Allah Swt yang telah memberi kan rahmat dan nikmat-Nya, sehingga kita bisa kembali berkumpul dalam keadaan sehat wal afi at pada hari Jumat yang penuh berkah ini. 

Selawat dan salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad saw. 

Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah

Pada kesempatan ini khatib akan membahas tentang kualitas dan kuantitas rezeki, dua hal yang sering kita perhatikan dalam hidup sehari-hari, tetapi sering kali kita belum pahami sepenuhnya bagaimana keduanya berkaitan dengan kehidupan kita sebagai umat Islam. 

Ada beberapa poin yang ingin khatib sampaikan:

1. Memahami kuantitas rezeki Setiap makhluk hidup diberi rezeki oleh Allah Swt, tetapi tidak semua rezeki itu sama dalam jumlahnya. 

Ada orang yang mendapatkan rezeki dalam jumlah besar, ada yang dalam jumlah kecil. 

Namun, semuanya adalah anugerah dari Allah. 

Dalam Surah Al-Baqarah ayat 261, Allah berfirman yang artinya, “Perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji.”

Ayat ini menunjukkan bahwa rezeki itu bisa datang dalam jumlah yang sangat besar, meskipun kita hanya menanam sedikit. 

Terkadang, kuantitas rezeki tidak seharusnya menjadi fokus utama kita. 

Masjid Agung Baitul A'la (Masjid Giok) Nagan Raya
Masjid Agung Baitul A'la (Masjid Giok) Nagan Raya (Istimewa)

Kita sering melihat orang lain yang seolah-olah memiliki lebih banyak rezeki, lebih kaya, atau lebih sukses. 

Namun, sering kali kita lupa bahwa kuantitas rezeki juga bisa menjadi ujian dari Allah. 

Dalam Surah At-Tawbah ayat 55, Allah berfirman, “Janganlah harta benda dan anak-anakmu itu memperdaya kamu, karena sesungguhnya Allah menjadikan harta dan anak-anak itu sebagai ujian bagi kalian.” 

2. Kualitas rezeki yang berkah Allah tidak hanya mengukur rezeki dari sisi banyaknya, tetapi juga dari sisi keberkahannya. 

Kadang-kadang kita mungkin merasa bahwa rezeki yang kita dapatkan sedikit, tetapi jika berkah, itu jauh lebih berarti. 

Rasulullah saw bersabda, “Barang siapa yang diberi rezeki, hendaklah ia bersyukur. Dan barang siapa yang diberi sedikit rezeki, hendaklah ia sabar.” 

Rezeki yang berkah akan membawa ketenangan, kebahagiaan, dan manfaat jangka panjang, sedangkan rezeki yang banyak, tetapi tidak berkah, justru dapat mendatangkan kerugian. 

Dalam Islam, cara mencari rezeki sangat diperhatikan. 

Rezeki yang diperoleh melalui cara yang halal dan baik akan memiliki keberkahan yang lebih tinggi. 

Dalam Surah Al-Mulk ayat 15, Allah berfirman, “Dialah yang menjadikan Bumi itu untuk kalian, maka berjalanlah di segala penjuru Bumi dan carilah rezeki yang telah ditentukan-Nya.” 

Ini mengajarkan kita bahwa yang penting bukan hanya berapa banyak rezeki yang kita peroleh, tetapi bagaimana cara kita memperolehnya, apakah melalui usaha yang halal dan sesuai dengan ajaran Islam atau tidak. 

Jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah.

3. Mencapai keseimbangan antara kualitas dan kuantitas rezeki Seringkali kita terjebak pada pemikiran bahwa rezeki yang lebih banyak adalah yang ter baik. 

Namun, kita harus ingat bahwa kualitas rezeki lebih penting daripada jumlahnya. 

Dengan rezeki yang berkah, kita akan merasakan ketenangan dan kebahagiaan yang lebih daripada jika kita hanya mengejar jumlah materi yang tidak terhitung. 

Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya yang terbaik di antara kalian adalah yang memiliki rezeki yang baik dan bermanfaat.” 

Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak hanya mencari rezeki dalam bentuk materi. 

Kualitas hubungan dengan keluarga, sahabat, dan masyarakat juga merupakan bagian dari rezeki yang sangat berharga. 

Sebuah keluarga yang penuh dengan cinta dan kebahagiaan adalah bentuk rezeki yang lebih besar dibandingkan dengan harta yang melimpah tapi tidak membawa kebahagiaan.

Seimbang antara kuantitas dan kualitas rezeki adalah kunci untuk hidup yang berkah. 

Kita tidak perlu merasa iri den gan orang lain yang tampaknya memiliki lebih banyak rezeki, karena kita tidak tahu apa yang mereka alami dalam kehidupan mereka. 

Yang terpenting adalah menjaga kualitas rezeki kita, baik dalam pekerjaan, hubungan sosial, maupun ibadah. 

4. Doa dan usaha untuk mendapatkan rezeki yang berkah Dalam Surah Al-A’raf ayat 96, Allah Swt berfirman, “Sekiranya penduduk negeri itu beriman dan bertakwa, pasti Kami akan membuka bagi mereka keberkahan dari langit dan Bumi.” 

Dengan meningkatkan iman dan takwa, kita akan mendapatkan rezeki yang lebih berkah dari Allah. 

Rezeki datang dengan usaha dan tawakal kepada Allah. 

Kita harus berusaha semaksimal mungkin, tetapi hasil akhirnya serahkan kepada Allah Swt. 

Intinya, jangan terfokus pada jumlah yang kita capai, tetapi fokuslah pada kualitas dari usaha dan doa yang kita lakukan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.