Apakah kita menginginkan anak-anak dan guru kita menonton pornografi, ketagihan gaming, atau bermain judi online? Apakah kita tidak menginginkan data penggunaan laptop per sekolah sehingga ada akuntabilitas dan transparansi dalam pengadaan?
Apakah masuk akal pengadaan laptop yang didampingi Kejaksaan, diaudit oleh BPK, dan diaudit dua kali oleh BPKP di tahun 2024 dan dinyatakan tidak ada kerugian, tiba tiba dinyatakan menimbulkan kerugian Rp 1,5 triliun oleh BPKP di 2025 SETELAH saya dijadikan tersangka?
Apakah masuk akal bahwa narasi berbulan bulan bahwa Chromebook tidak bisa digunakan di sekolah tiba tiba hilang dari dakwaan dan berubah menjadi Chromebook kemahalan?
Kenapa bisa terjadi?
Apakah masuk akal narasi berbulan bulan mengenai WA Grup Mas Menteri yang membahas pengadaan Chromebook sebelum menjadi Menteri tiba tiba hilang dari dakwaan?
Apakah karena tidak pernah ada?
Terima kasih.
Semoga publik bisa semakin bijak dalam menilai asas keadilan di negeri tercinta kami.
Nadiem Makarim"
Dalam surat tersebut, Nadiem mengungkap sejumlah kejanggalan dalam kasus yang sedang ia jalani.
Nadiem juga tidak diberikan kesempatan berbicara kepada media karena langsung digiring ke mobil tahanan oleh pengawalan TNI dan kejaksaan sejak sidang pertama.