TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Terjawab sudah profesi KN (23), wanita yang nekat menjadi pramugari gadungan. Ia terbang dari Palembang ke Jakarta mengenakan baju pramugari.
KN berpura-pura menjadi kru Batik Air.
Namun penyamarannya terbongkar oleh kru yang asli.
"Benar saya melakuakn penerbangan Batik Air rute Palembang-Jakarta," kata KN.
Ia mengakui bahwa bukan pramugari.
"Saya menggunakan atribut pramugari dan seragamnya, sesungguhnya saya bukanlah pramugari Batik Air," katanya.
Saat penerbangan dari Palembang ke Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, KN mengenakan baju putih dan rok seperti pramugari Batik Air.
Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno Hatta, Kompol Yandri Yono mengatakan, KN memang sengaja memakai baju pramugari.
Dia bertujuan membohongi orang tuanya.
Selama ini, KN mengaku-ngaku ke keluarganya bekerja sebagai pramugari.
"Supaya keluarganya percaya," katanya.
Kata Yandri, KN pernah melamar kerja sebagai pramugari.
"Namun ternyata gagal," katanya.
Baca juga: Pengakuan Nisya Jadi Pramugari Gadungan di Batik Air Palembang-Jakarta, Nekat Demi Keluarga Percaya
Tapi KN tak mau jujur, ia malu jika mengatakan telah gagal menjadi pramugari.
Dia pun lantas membeli semua atribut pramugari di toko online.
"Baju pramugarinya itu beli online shop. Termasuk kopernya juga," kata Yandri.
Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro mengatakan bahwa semua atribut yang dipakai KN bukan investaris Batik Air.
"Tidak pernah didistribusikan oleh perusahaan," katanya.
Baca juga: Identitas Pramugari Terseret Korupsi Mantan Dirut PT Taspen, Dapat Aset Fantastis Capai Miliaran
Ia mengatakan kedok KN terbongkar dalam penerbangan rute Palembang-Jakarta JD 70-508.
Kru kabin curiga dengan gelagat KN selama di pesawat.
Saat itu KN justru duduk di bangku penumpang, padahal dia memakai seragam pramugari.
"Kru kami mengenali adanya kejanggalan saat fase inflight service, kemudian melakukan pengamatan dan konfirmasi sesuai kewenangan," katanya.
Kecurigaan semakin bertambah ketika menilik motif rok yang dikenakan KN berbeda dengan yang biasa dipakai pramugari Batik Air.
Barulah ketika sampai di Bandara Soekarno-Hatta, petugas langsung mengamankan KN.
Dia mengaku tentang profesi yang sebenarnya.
"Dia masih cari kerja," katanya.
KN mengaku sudah bekerja sebagai pramugari karena merasa malu pada keluarganya.
"Mengaku sudah bekerja itu karena malu sama keluarga," katanya.
KN juga mengakui bahwa ia berencana berganti pakaian di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang.
Namun, waktu boarding terlalu mepet saat dirinya tiba di bandara tersebut.
Oleh karena itu, ia terpaksa melakukan penerbangan dari Palembang ke Jakarta dengan pakaian tersebut.
"Jadi kalau pengakuannya dia sebenarnya setelah sampai Bandara di Palembang itu dia mau ganti, namun karena waktunya mepet sehingga dia naik pakai seragam itu ke pesawat sampai ke bandara Soekarno-Hatta," kata Yandri.
Sementara itu, pihak Batik Air memastikan KN terdata sebagai penumpang yang sah karena memiliki boarding pass.
"Berdasarkan hasil penelusuran, oknum tersebut tercatat sebagai penumpang yang sah, dengan membawa dan menunjukkan boarding pass resmi," katanya.
Kini kasus berakhir damai.
Namun pihak maskapai memberi syarat agar KN tidak mengulangi tindakannya dan menyerahkan seluruh atribut yang menyerupai seragam resmi.
"Barang-barang berbau Batik, seperti baju dan koper, disita. Ia juga membuat surat pernyataan dan video permohonan maaf," katanya.
https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t