TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK UTARA – Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, mengunjungi warga kategori miskin ekstrem di Desa Malaka, Kabupaten Lombok Utara (KLU), Kamis (8/1/2026).
Kunjungan tersebut menandai dimulainya intervensi intensif melalui Program Desa Berdaya guna mengentaskan kemiskinan ekstrem di kawasan pesisir.
Desa Malaka ditetapkan sebagai salah satu dari 40 desa prioritas penanganan kemiskinan ekstrem tahun 2026, dengan jumlah warga miskin ekstrem mencapai 362 orang.
Gubernur menyoroti adanya ketimpangan nyata di wilayah tersebut, di mana kemiskinan masih terjadi di tengah kawasan pariwisata bertaraf internasional.
“Sangat ironis, di wilayah wisata berkelas dengan hotel bintang 4 dan 5, masyarakat sekitarnya justru terpinggirkan dan tidak bisa mengambil peran dalam industri pariwisata. Program Desa Berdaya hadir untuk memastikan masyarakat tidak hanya jadi penonton,” ujar Gubernur Iqbal.
Ia juga menegaskan bahwa Program Desa Berdaya bukan program sepihak pemerintah provinsi, melainkan bentuk penguatan terhadap peran pemerintah desa.
Tahap awal akan difokuskan pada pendataan mendalam oleh tim pendamping desa, meliputi kondisi kesehatan, hunian, pendidikan, hingga pemenuhan kebutuhan dasar.
“Kita tidak bisa bicara pemberdayaan kalau masalah dasar seperti rumah dan kesehatan belum selesai. Tugas pendamping adalah menuntaskan itu dulu, baru kita dorong potensinya, baik itu di sektor pariwisata, perikanan, maupun perkebunan,” tambahnya.
Selain kemiskinan, ia juga menyerap aspirasi nelayan setempat terkait keterbatasan akses bahan bakar untuk melaut.
Menanggapi hal tersebut, ia menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara untuk mengupayakan pembangunan SPBU khusus nelayan berbasis koperasi.
Melalui sinergi pemerintah provinsi, kabupaten, dan desa, Iqbal berharap dalam satu tahun ke depan kemiskinan ekstrem di Desa Malaka dapat dihapuskan, sehingga masyarakat setempat mampu merasakan manfaat langsung dari perkembangan sektor pariwisata di wilayahnya.