Update Harga Emas Jumat 9 Januari 2026: Antam Naik, Pegadaian Turun, Proyeksi Global Bullish
January 09, 2026 11:05 AM

TRIBUNLOMBOK.COM - Pergerakan harga emas memasuki Januari 2026 menunjukkan dinamika yang menarik.

Di tengah fluktuasi jangka pendek di pasar domestik, prospek emas secara global masih dipandang kuat oleh berbagai lembaga keuangan dunia.

Kondisi geopolitik, beban utang global, hingga arah kebijakan moneter bank sentral menjadi faktor utama yang membentuk arah harga emas sepanjang bulan ini dan ke depan.

Harga Emas Antam Naik di Awal Januari 2026

Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) tercatat mengalami kenaikan pada Jumat (9/1/2026).

Mengutip situs resmi Logam Mulia, harga emas Antam pecahan 1 gram berada di level Rp 2.577.000, naik Rp 7.000 dibandingkan hari sebelumnya.

Sementara itu, harga buyback emas Antam juga menguat ke Rp 2.432.000 per gram, atau naik Rp 6.000 dari posisi Kamis (8/1/2026).

Kenaikan ini mencerminkan masih terjaganya minat terhadap emas fisik sebagai instrumen lindung nilai, terutama di awal tahun yang sarat ketidakpastian.

Harga emas Antam untuk pecahan lainnya per Jumat (9/1/2026), sebelum pajak, antara lain:

  • 0,5 gram: Rp 1.338.500
  • 5 gram: Rp 12.660.000
  • 10 gram: Rp 25.265.000
  • 100 gram: Rp 251.912.000
  • 1.000 gram: Rp 2.517.600.000

Perbedaan harga per gram antar ukuran ini lazim terjadi karena adanya biaya pencetakan, di mana emas batangan berukuran kecil cenderung lebih mahal per gram dibandingkan gramasi besar.

Harga Emas Pegadaian Turun Tipis

HARGA EMAS - Karyawati menunjukkan emas PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) di salah satu gallery penjualan emas di Jakarta.
HARGA EMAS - Karyawati menunjukkan emas PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) di salah satu gallery penjualan emas di Jakarta. (Tribunnews/Jeprima)

Berbeda dengan Antam, harga emas di Pegadaian justru terpantau mengalami penurunan pada hari yang sama.

Berdasarkan laman Sahabat Pegadaian, emas Galeri24 ukuran 1 gram turun Rp 11.000 menjadi Rp 2.588.000.

Penurunan serupa juga terjadi pada emas UBS, yang turun ke level Rp 2.637.000 per gram.

Koreksi harga ini terjadi di seluruh pecahan, baik Galeri24 maupun UBS.

Fluktuasi tersebut mencerminkan penyesuaian harga harian yang wajar, terutama pada fase konsolidasi pasar emas setelah reli panjang sepanjang 2025.

Baca juga: Alasan Tersangka Korupsi Lahan Sirkuit MXGP Samota Hitung Nilai Tanah Dua Kali, Kini Berujung Bui

Proyeksi Harga Emas Dunia: Tren Bullish Masih Berlanjut

Dari sisi global, berbagai lembaga keuangan besar masih memproyeksikan tren penguatan emas berlanjut hingga 2026.

HSBC dalam laporan terbarunya memperkirakan harga emas berpotensi menembus 5.000 dollar AS per ons pada paruh pertama 2026, seiring meningkatnya risiko geopolitik dan lonjakan utang global.

HSBC juga memproyeksikan harga emas rata-rata tahun 2026 berada di kisaran 4.587 dollar AS per ons, dengan volatilitas tinggi dalam rentang 3.950 hingga 5.050 dollar AS per ons.

Dalam laporan tersebut ditegaskan, “HSBC mengantisipasi volatilitas yang signifikan dalam perdagangan emas sepanjang periode ini.”

Optimisme serupa datang dari Goldman Sachs, J.P. Morgan, hingga World Gold Council (WGC).

Goldman Sachs mematok target 4.900 dollar AS per ons pada akhir 2026, sementara J.P. Morgan bahkan memproyeksikan harga rata-rata mencapai 5.055 dollar AS per ons pada kuartal IV 2026.

WGC menilai kombinasi ketidakpastian kebijakan AS dan penurunan imbal hasil obligasi menjadi “angin buritan” bagi emas.

Januari 2026: Volatilitas Tinggi, Emas Tetap Jadi Safe Haven

EMAS ANTAM - Pramuniaga menunjukkan emas batangan Aneka Tambang (Antam) di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Kamis (18/4/2024).
EMAS ANTAM - Pramuniaga menunjukkan emas batangan Aneka Tambang (Antam) di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Kamis (18/4/2024). (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Untuk pergerakan jangka pendek di Januari 2026, analis teknikal dari Forex.com mencatat level 4.500 dollar AS per ons sebagai hambatan psikologis penting yang sedang diuji.

Ini menandakan bahwa pasar emas masih berada dalam fase tarik-menarik antara aksi ambil untung dan minat beli jangka panjang.

Meski demikian, pelaku pasar umumnya sepakat bahwa emas tetap berperan sebagai aset lindung nilai utama.

Bank Dunia sendiri menegaskan bahwa prospek emas sangat dipengaruhi dinamika geopolitik global, namun juga mengingatkan adanya risiko koreksi apabila kondisi global membaik atau arah kebijakan moneter AS berubah.

Kesimpulan dan Pertimbangan Investor Emas Januari 2026

Berdasarkan pergerakan harga emas domestik, tren harga emas dunia, serta proyeksi dari berbagai lembaga keuangan global, emas masih berada dalam fase harga tinggi dengan volatilitas yang signifikan pada Januari 2026.

Kondisi ini menuntut kehati-hatian serta pemahaman tujuan investasi bagi setiap individu.

Bagi yang Ingin Membeli Emas

Bagi calon pembeli, harga emas saat ini berada di level historis yang relatif mahal dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Oleh karena itu, pembelian emas pada Januari 2026 lebih tepat dilakukan dengan pendekatan bertahap (average buying), bukan sekaligus dalam jumlah besar.

Strategi pembelian bertahap dapat membantu mengurangi risiko membeli di puncak harga, terutama mengingat potensi volatilitas yang tinggi sebagaimana diperingatkan oleh HSBC dan lembaga global lainnya.

Emas dalam konteks ini lebih sesuai diposisikan sebagai instrumen perlindungan nilai jangka menengah hingga panjang, bukan untuk mencari keuntungan cepat.

Bagi yang Ingin Menjual Emas

Bagi pemilik emas yang telah membeli pada harga jauh lebih rendah, kondisi harga saat ini dapat menjadi momentum untuk merealisasikan sebagian keuntungan.

Kenaikan harga emas yang signifikan sepanjang 2025 hingga awal 2026 telah memberikan margin keuntungan yang besar bagi investor jangka panjang.

Namun, penjualan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan likuiditas dan tujuan keuangan masing-masing.

Melepas seluruh kepemilikan emas sekaligus berisiko kehilangan potensi kenaikan lanjutan, terutama jika ketidakpastian global kembali meningkat.

Bagi yang Sedang Memegang Emas

Bagi investor yang saat ini sedang memegang emas, posisi ini masih tergolong relatif aman dalam konteks perlindungan nilai.

Selama ketegangan geopolitik, risiko ekonomi global, serta ketidakpastian kebijakan moneter masih berlangsung, emas tetap memiliki fungsi strategis sebagai aset safe haven.

Meski demikian, penting untuk menyadari adanya risiko koreksi harga, terutama apabila terjadi perubahan signifikan pada arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat atau meredanya tensi geopolitik global.

Pemegang emas disarankan untuk tetap memantau perkembangan global dan tidak mengandalkan emas sebagai satu-satunya instrumen investasi.

Disclaimer

Keputusan membeli, menjual, atau menahan emas sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing individu, dengan mempertimbangkan kondisi keuangan, tujuan investasi, serta toleransi risiko pribadi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.