TRIBUNJABAR.ID - Perseteruan antara warga bernama Holis Muhlisin (31) dan Kepala Desa (Kades) Panggalih, Wahyu, di Garut akhirnya berakhir damai.
Kini, keduanya saling memaafkan di hadapan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Adapun peristiwa intimidasi dialami Holis itu terjadi Kampung Babakangadoh RT01 RW06, Desa Panggalih, Garut, pada 27 Oktober 2025 lalu.
Holis yang merupakan pedagang telur itu aktif membagikan perkembangan maupun kritik infrastruktur terutama jalan rusak di desanya.
Baca juga: Kisah Holis Pedagang Telur Garut yang Viral Diintimidasi: Kritik Jalan Rusak dan Dibela Dedi Mulyadi
Namun, kritikan Holis tersebut menyinggung keluarga Kades Panggalih hingga terjadi intimidasi.
Setelah viral, Holis Muhlisin, Kades Wahyu beserta keluarganya akhirnya dimediasi langsung Dedi Mulyadi.
Mereka diundang menemui Gubernur Jawa Barat tersebut di Lembur Pakuan, Subang, seperti yang terekam dalam unggahan sang gubernur di YouTube, Selasa (6/1/2026).
Setelah mendengarkan klarifikasi dan penjelasan dari kedua belah pihak, dalam kesempatan itu Dedi Mulyadi mendamaikannya.
Holis mengaku sudah ikhlas memaafkan sang Kades beserta keluarganya.
Begitu juga Kades Wahyu serta keluarga yang diwakilinya meminta maaf kepada Holis.
Momen keduanya saling memaafkan itu pun terekam dalam tayangan yang diunggah di Instagram Dedi Mulyadi, dikutip Tribunjabar.id, Jumat (9/1/2026).
“Bisa mereun sasalaman,” ujar Dedi Mulyadi.
Kemudian, Kades Panggalih, Wahyu dan Holis yang duduk bersebelahan berinisiatif langsung saling berjabatan tangan (bersalaman).
“Abdi hampura nyak, keluarga abdi sarang perangkat desa sadayana, bilis aya ucapan abdi nu teu ngeunah, hapuntennya pak Holis,” ucap Wahyu, Kades Panggalih.
Wahyu juga kembali meminta maaf atas keluarganya yang sempat viral mengintimidasi Holis.
Setelah mendengar permintaan maaf langsung dari Wahyu, Holis langsung menyahut bahwa dirinya sudah memaafkan.
“Tos dimaafkeun (sudah dimaafkan),” ucap Holis Muhlisin.
Mendengar jawaban Holis tersebut, Kades Wahyu langsung mengucap syukur.
Tak hanya bersalaman dengan Wahyu, Holis kemudian menyalami semua keluarga Kades Panggalih yang hadir.
Baca juga: Sosok Wahyu, Kades Panggalih yang Keluarganya Intimidasi Warga, Akui Tak Tahu Pengeluaran Desa
Alasan Keluarga Kades Intimidasi Holis
Dalam kesempatan mediasi yang difasilitasi Dedi Mulyadi, menantu Kades Panggalih, Wahyu turut hadir.
Dedi Mulyadi pun bertanya alasan menantu Kades tersebut ikut memberikan intimidasi terhadap Holis Muhlisin.
"Kenapa menantunya ikut marah segala?" kata Dedi Mulyadi.
Menantu Wahyu pun mengatakan bahwa ia terpancing emosi saat dalam situasi tersebut.
"Terpancing emosi," ucap menantu Wahyu.
"Emang, siapa yang mancing? Kan enggak ada yang mancing, jalan rusak kenapa mancing?" timpal Dedi Mulyadi berkelakar.
Kemudian, istri Wahyu langsung menjawab bahwa Holis Muhlisin membuat emosi keluarganya terpancing.
Lebih lanjut, menantu Wahyu mengklaim bahwa mereka mengintimidasi bukan karena masalah jalan rusak, tetapi tidak terima karena sang Kades disebut korupsi.
"Memang bukan dari masalan jalan rusak, tetapi tudingan dia Bapak (Wahyu) korupsi," ucap menantu Wahyu.
Dedi Mulyadi pun balik bertanya, apakah Wahyu memang benar-benar tidak korupsi.
"Emang tidak korupsi, Bapaknya?" tanya Dedi Mulyadi.
Wahyu pun mengklaim bahwa dirinya tidak pernah terlibat korupsi selama menjabat jadi Kades Panggalih.
"Alhamdulillah, Pak, enggak korupsi. Sebagai kepala desa, saya bertanggung jawab penuh kepada desa saya, kelahiran saya," kata Wahyu.
Holis Dapat Oleh-oleh dari Dedi Mulyadi
Saat mediasi, Dedi Mulyadi sempat bertanya soal oleh-oleh yang diminta Holis Muchlisin.
Tawaran itu diberikan Dedi Mulyadi menurutnya pedagang telur itu dianggap sudah berjasa karena telah memviralkan jalan rusak sehingga kini akan diperbaiki.
"Akang ini sudah berjasa, dengan memviralkan jalan rusak di Garut itu punya dampak tahun 2026 jalan Desanya akan dibangun oleh Desa Rp 350 juta dibantu oleh Provinsi Jawa Barat," ujar Dedi Mulyadi.
"Jadi selesai urusan jalan, sekarang pengen oleh-oleh apa?," tanya Dedi.
Kemudian, Holis meminta agar Provinsi Jabar juga memperhatikan dampak perusakan hutan tempat dirinya tinggal.
Holis mengaku rumahnya kini kerap kali didatangi Harimau karena alam sekitarnya yang sudah rusak dan gundul.
Mendengar keluhan Holis itu, Gubernur Jawa Barat itu langsung memberikan solusi lewat program agar setiap kepala keluarga di tempat tinggal Holis menggarap Hutan untuk reboisasi, yaitu kegiatan menanam kembali pohon di kawasan hutan atau lahan kosong yang gundul atau rusak.
Tak sampai di sana, Holis juga kembali mendapat angin segar dengan mendapatkan bantuan modal Rp 5 juta dari Dedi Mulyadi.
Holis pun semringah dan bersyukur karena kini berkat viral, akun media sosialnya kini sudah mendapatkan monetisasi.