Tim Basarnas Jambi Temukan 2 Nelayan Kuala Tungkal yang Hilang, Langsung Dibungkus
January 09, 2026 11:11 AM

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Peristiwa ini terjadi di perairan timur Provinsi Jambi.

Dua nelayan asal Kuala Tungkal yang sempat hilang kontak saat melaut di Perairan Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, akhirnya ditemukan Tim SAR Gabungan dalam kondisi selamat, Kamis (8/1/2026).

Kedua nelayan tersebut ditemukan masih berada di atas kapal mereka, meski dalam kondisi kelelahan setelah berjam-jam terombang-ambing di laut akibat kapal mengalami mati mesin.

Saat ditemukan, posisi kapal berada di sekitar perairan Kuala Sungai Alang-Alang, sekitar 11 nautical mile atau lebih dari 20 kilometer dari titik perkiraan awal kejadian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Jambi, Adah Sudarsa, mengatakan gangguan mesin menjadi penyebab utama kapal tidak dapat kembali ke darat.

“Alhamdulillah, kedua nelayan berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Mesin kapal mengalami kerusakan sehingga tidak dapat beroperasi dan kapal terhenti di tengah perairan,” ujar Adah.

Hilang Kontak Sejak Sore Hari

Peristiwa ini bermula ketika kedua nelayan berangkat melaut sejak pagi hari. 

Namun hingga sore hari, keduanya tak kunjung kembali ke darat sesuai jadwal. 

Pihak keluarga yang khawatir kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Jambi.

Menindaklanjuti laporan itu, Tim Rescue Unit Siaga SAR (USS) Kuala Tungkal bersama unsur SAR gabungan langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian dengan menyisir perairan Mendahara dan sekitarnya.

Dalam operasi pencarian tersebut, petugas akhirnya menemukan kapal nelayan milik korban dalam kondisi mesin mati. Kedua nelayan masih berada di atas kapal dan selanjutnya dievakuasi oleh tim SAR.

“Korban dan kapal kemudian kami bawa menuju Pelabuhan Roro Kuala Tungkal,” kata Adah.

Setibanya di darat, kedua nelayan langsung diserahkan kepada pihak keluarga. 

Berdasarkan pemeriksaan awal, keduanya dinyatakan dalam kondisi sehat dan tidak memerlukan perawatan medis lanjutan.

Identitas Korban

Dua nelayan yang sempat hilang kontak tersebut diketahui bernama M. Yunani (64) dan Junaidi (27), warga Kelurahan Tungkal II, Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Basarnas Jambi mengimbau para nelayan agar lebih memperhatikan aspek keselamatan sebelum melaut, terutama memastikan kondisi kapal dan mesin dalam keadaan layak operasi.

“Kami mengingatkan nelayan untuk selalu melakukan pengecekan kapal sebelum berangkat dan segera melaporkan ke pihak terkait jika terjadi kondisi darurat di laut,” pungkas Adah.

Potensi Hujan Deras

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jambi mencatat, Januari 2026 masih menjadi puncak musim hujan di sejumlah wilayah Provinsi Jambi.

Kepala Stasiun BMKG Jambi, Ibnu Sulistiyono, menyampaikan bahwa terdapat lima kabupaten dengan curah hujan yang masih cukup tinggi sepanjang Januari 2026, yakni Bungo, Merangin, Sarolangun, Batang Hari, dan Tanjabtim.

"Di lima kabupaten tersebut curah hujan cukup tinggi ya, dan perlu perhatian khusus," jelasnya.

Ia menambahkan, intensitas curah hujan di wilayah tersebut tercatat lebih dari 300 milimeter per bulan, dengan potensi hujan terjadi pada siang hingga sore hari serta dini hari.

"Waktu-waktu ini perlu diwaspadai, ya," ujarnya.

Ibnu juga mengimbau masyarakat agar selalu memperbarui informasi cuaca guna menghindari risiko yang tidak diinginkan.

Meski curah hujan tinggi, potensi terjadinya siklon di Kota Jambi dinilai relatif kecil berdasarkan data BMKG beberapa hari terakhir.

Sementara itu, hasil pemantauan menunjukkan tinggi muka air (TMA) Sungai Batanghari mengalami penurunan hingga 87 sentimeter.

"Sebelumnya, pada bulan Januari 2026 ini, tinggi air Sungai Batanghari sempat berada di angka 240 sentimeter," kata Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Batang Hari, Bahroji, Kamis (8/1).

Ia menjelaskan, penurunan permukaan air sungai mulai terjadi sejak Minggu dan saat ini kondisi Sungai Batanghari telah kembali normal.

"Penurunan air sungai sudah mulai terjadi sejak hari Minggu dan saat ini kembali dalam kondisi normal," ujarnya.

Meski demikian, BPBD Kabupaten Batang Hari menegaskan pemantauan tetap dilakukan secara berkala karena status siaga hidrometeorologi masih berlaku.

"Walaupun posisi air Sungai Batanghari sudah mengalami penurunan dan dalam kondisi normal, pemantauan tetap kami lakukan secara rutin," jelasnya.

BPBD juga mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Batanghari untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap potensi longsor. (Tribunjambi.com/Srituti Apriliani Putri, M Yon Rinaldi, Khusnul Khotimah)

Baca juga: Nasib 25 Desa yang Lenyap di Banjir Sumatera: Pemerintah Tawarkan Relokasi atau Dana Rp68 Juta

Baca juga: Top 7 Jambi 9/1/2026, Gubernur Al Haris: Perencanaan Flyover Tahun Ini

Baca juga: Tanjabtim Mulai Banjir, Cuaca Jambi Diprediksi Hujan Ringan hingga Hujan Lebat

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.