Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, David Yohanes
TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - 200 tukang becak berusia di atas 60 tahun di Tulungagung, Jawa Timur, akan mendapat bantuan becak listrik dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Karena itu, Pemkab Tulungagung berencana membangun fasilitas isi daya ulang (charger) untuk becak listrik.
Pemkab juga telah berkoordinasi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN).
“Kami sudah berkoordinasi dengan PLN. Pada dasarnya PLN siap membangunkan tempat charger untuk becak listrik ini,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tulungagung, Iswahyudi, Kamis (8/1/2026).
Sebelumnya akan dilakukan survei lokasi mana saja yang memungkinkan untuk lokasi charger ini.
Lokasi ini akan menyesuaikan dengan tempat mangkal para tukang becak listrik, seperti di terminal, stasiun dan pasar.
Jumlah lokasi isi daya ulang ini akan menyesuaikan dengan jumlah tempat mangkal para tukang becak.
“Jika sewaktu-waktu baterainya habis, mereka bisa ngecas (isi daya ulang). Berapa kebutuhannya, tergantung penyebaran lokasi mangkal para tukang becak ini,” tegas Iswahyudi.
Baca juga: 43 Tahun Mengayuh, Mbah Marji Tak Kebagian Bantuan Becak Listrik, Hanya Bisa Lihat Teman Mengendarai
Sementara Koordinator Becak Listrik Indonesia, Dimas Ramdana Prasetya, mengatakan untuk isi daya ulang membutuhkan waktu 3-4 jam.
Alat isi daya ulang sebesar 165 watt, sehingga daya listrik keluarga kurang mampu sebesar 450 watt masih bisa digunakan.
“Untuk jarak tempuh tergantung dari beban yang dibawa. Semakin bebannya ringan, jarak tempuh akan semakin jauh,” paparnya.
PT Pindad yang memproduksi becak listrik ini memberi garansi baterai selama 6 bulan.
Jika rusak, baterai ini bisa ditukar dengan yang baru.
Prosesnya, pemilik becak bisa melapor ke Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN).
“Nanti ada koordinatornya, tinggal lapor ke yayasan. Jika rusak akan ditukar dengan yang baru,” ucapnya.
Sebelumnya, 200 tukang becak calon penerima bantuan becak listrik mendapat bimbingan teknis di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso Tulungagung.
Selain memahami bagian-bagiannya, mereka diberi tahu cara mengoperasikan sekaligus test drive (uji jalan).
Meski sudah di atas 60 tahun, para tukang becak ini sangat antusias.
Baca juga: Ratusan Tukang Becak Senior di Tulungagung Ikuti Pelatihan Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo
Saat uji jalan, ada juga yang masih kesulitan memainkan gas dan rem hingga becaknya terguling.
Rencananya, bantuan becak listrik secara resmi akan diterimakan pada Sabtu (10/1/2026).
Mereka akan pawai dengan becak listrik ini untuk mempromosikan moda transportasi baru ini.
Selama ini, para tukang becak terpinggirkan karena kalah bersaing dengan ojek daring.
Dengan becak listrik, diharapkan para tukang becak punya nilai tawar di mata konsumen.
Satu unit becak listrik ini senilai Rp 22 juta.
Bantuan untuk Jawa Timur sejumlah 8.000 unit, 200 unit di antaranya untuk Kabupaten Tulungagung.
Jumlah ini yang terbesar dibanding jumlah bantuan untuk daerah lain.