WARTAKOTALIVE.COM, TAMBORA - Warga Jalan Jembatan Besi II RT 03/03, Kelurahan Jembatan Besi, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat mengeluhkan air Pam Jaya menjadi kotor dan susah keluar sejak beberapa hari.
Salah satu warga yang mengeluh bernama Harijani (64) dan menyatakan penyebabnya karena ada galian jalan di dekat rumahnya.
"Iya, air sering mati, terus sempat mati total itu sebulan, sebulan gitu ya. Terus keluar paling selama satu bulan itu terus keluar lagi, paling dua ember. Setelah itu, enggak keluar lagi," katanya, Jumat (9/1/2026).
Menurutnya, warga sekitar sangat terbantu adanya air musala yang menyala sehingga warga banyak yang mengambil dari sana.
Baca juga: Warga Johar Baru Keluhkan 3 Hari Air PAM Mati, Gubernur Pramono Minta PAM Jaya Kerahkan Tangki
Pasalnya, Harijana sudah dua bulan ini menyatakan krisis air bersih dan saat ini pakai air bersumber dari tanah yang diambil di musala dekat rumahnya.
"Keluarnya kecil gitu, jalannya kecil gitu. Entar mati, nyala, mati, nyala gitu. Kayak setetes-tetes doang," ungkapnya.
Ia meminta kepada Pam Jaya untuk segera memberikan pelayanan terbaik kepada warga di sana yang mengeluh air bersih sulit didapat.
Lansia berhijab hitam itu berharap, galian di dekat rumahnya bisa segera selesai dikerjakan supaya tidak ada lagi keluhan air Pam Jaya mati.
"Pernah keluar airnya itu butek, terus bau gitu. Baunya kayak bau got gitu. Iya, padahal air PAM," ungkap Harjina.
Baca juga: Siap-Siap! Air PAM Jaya di 53 Kelurahan Jakarta akan Mati Malam Ini, Catat Waktunya
Proyek galian di dekat rumahnya sudah berjalan sejak dua bulan lalu bersamaan dengan matinya air Pam di pemukiman tempat tinggalnya.
Ia sudah mengadukan hal ini kepada petugas Pam Jaya yang mengecek meteran di rumahnya.
Namun, jawabannya tidak membantu karena akan melaporkan ke atasannya.
"Saya sempet bilang sama yang ngecek, ini air nggak jalan gitu udah mati sebulan lebih. Kata mereka, 'nanti saya laporkan ke atasan saya'," tutupnya.
Sementara itu, Senior Manager Corporate and Customer Communication Pam Jaya, Gatra Vaganza menjelaskan, pihaknya akan segera menindak lanjuti keluhan warga tersebut.
"Laporan baru masuk ke kami Minggu kemarin, tim operasional kami perkemarin sudah melakukan perbaikan," ucapnya.
Menurutnya, di sekitar pemukiman warga Jalam Jembatan Besi II memang sedang ada galian perbaikan pipa.
Ia pun menyatakan tidak menutup kemungkinan bau yang dihasilkan karena terkontamisasi dengan air di proyek galian.
"Kami akan cek lagi ke tim di lapangan, karena yang saya terima kemarim pengerjaannya sudah selesai (harusnya air sudah mengalir ke rumah warga). Saya telusuri untuk pastikan kondisi sebenarnya," tandasnya. (m26)