Pandji Sampaikan Permohonan Maaf Usai Salah Sebut Kejaksaan Agung dalam Materi Mens Rea
January 09, 2026 11:17 AM

WARTAKOTALIVECOM, Jakarta — Komika Pandji Pragiwaksono menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada publik setelah melakukan kekeliruan dalam menyebut lembaga hukum saat membawakan materi stand-up comedy dalam special show Mens Rea.

Kekeliruan itu terjadi ketika Pandji menyebut Kejaksaan Agung, padahal konteks yang ia maksud merujuk pada Mahkamah Agung.

Kesalahan penyebutan tersebut muncul dalam salah satu segmen ketika Pandji menyinggung kasus korupsi besar yang menyeret Zarof Ricar, mantan pejabat Mahkamah Agung.

Dalam materi itu, Pandji membahas temuan penimbunan uang dalam jumlah fantastis yang dikaitkan dengan kasus tersebut.

Namun, penyebutan institusi hukum yang tidak tepat memicu koreksi publik setelah potongan video pertunjukan beredar luas di media sosial.

Melalui akun X miliknya, Pandji mengakui kesalahan tersebut dan menyampaikan permohonan maaf.

“Maaf maaf gue salah sebut di panggung,” tulis Pandji, Kamis (8/1/2026).

Pernyataan singkat itu muncul setelah warganet ramai menyoroti kekeliruan yang dinilai sensitif karena menyangkut lembaga penegak hukum.

Viralitas potongan materi Mens Rea salah satunya dipicu oleh unggahan akun @heraloebss yang secara khusus mengoreksi penyebutan lembaga hukum dalam materi Pandji.

Sejak saat itu, cuplikan-cuplikan lain dari pertunjukan tersebut ikut beredar luas dan memicu diskusi publik, baik mengenai substansi materi komedi maupun batas-batas kritik dalam pertunjukan stand-up.

Dalam Mens Rea, Pandji memang menyoroti sejumlah isu hukum dan sosial, termasuk kasus Zarof Ricar yang disebut-sebut menimbun uang hingga sekitar Rp1 triliun di kediamannya.

Isu tersebut sebelumnya menjadi sorotan publik karena melibatkan aparat peradilan dan memperkuat kritik terhadap integritas lembaga hukum di Indonesia.

Gelombang reaksi publik juga tidak terlepas dari keputusan Pandji merilis Mens Rea secara utuh tanpa sensor melalui platform Netflix.

Special show yang sebelumnya dipentaskan di Indonesia Arena itu kini dapat diakses audiens yang jauh lebih luas, sehingga respons yang muncul pun beragam.

Sebagian penonton menyatakan dukungan terhadap keberanian Pandji mengangkat isu sensitif, sementara yang lain melontarkan kritik tajam terhadap sejumlah materi yang dinilai berlebihan.

Kontroversi tersebut berlanjut ke ranah hukum.

Pandji dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama dan Aliansi Muda Muhammadiyah terkait materi dalam Mens Rea.

Laporan itu tercatat masuk pada Rabu (7/1/2025) dengan dugaan pencemaran nama baik.

Rizki Abdul Rahman Wahid, selaku pelapor sekaligus Presidium Angkatan Muda NU, menyatakan bahwa materi komedi Pandji dinilai menghina, menimbulkan kegaduhan, dan berpotensi memecah belah masyarakat.

Menurut dia, materi tersebut memicu keresahan, khususnya di kalangan anak muda Nahdliyin dan Aliansi Muda Muhammadiyah.

Di tengah derasnya polemik, permintaan maaf Pandji atas kekeliruan penyebutan lembaga hukum menjadi salah satu penanda bahwa respons publik terhadap Mens Rea tidak hanya berkutat pada aspek hiburan, tetapi juga pada akurasi dan sensitivitas dalam menyampaikan kritik sosial melalui panggung komedi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.