TRIBUNTRENDS.COM - Kalimat Mens Rea tengah populer buntut dari pertunjukan stand up comedy spesial dari komika Pandji Pragiwaksono yang tengah viral.
Dalam acara yang juga tayang di Netflix itu, Pandji Pragiwaksono banyak mengulas isu sosial dan politik yang sedang hangat.
Hal itu sejalan dengan artis Mens Rea itu sendiri.
Lantas apa sebenarnya arti Mens Rea?
Mens Rea adalah istilah hukum pidana yang berasal dari bahasa Latin dan berarti “niat jahat” atau “pikiran bersalah”, yakni kondisi batin seseorang saat melakukan suatu tindak pidana.
Unsur ini menitikberatkan pada apa yang ada di dalam pikiran pelaku, seperti kesengajaan, pengetahuan, atau kecerobohan, bukan semata-mata pada perbuatannya.
Dalam hukum pidana, Mens Rea harus dibuktikan bersamaan dengan actus reus atau tindakan fisik agar seseorang dapat dimintai pertanggungjawaban pidana.
Seseorang tidak harus mengetahui bahwa perbuatannya melanggar hukum, tetapi ia harus sadar akan fakta-fakta yang membuat perbuatannya tergolong kejahatan.
Misalnya, A sengaja mengambil dompet orang lain dengan tujuan memiliki isinya; tindakan mengambil dompet adalah actus reus, sedangkan niat untuk mencuri merupakan Mens Rea.
Tanpa adanya niat tersebut, perbuatan bisa saja dinilai berbeda secara hukum.
Baca juga: 3 Komika Terlucu Menurut Pandji Pragiwaksono, Raditya Dika Tidak Termasuk!
Pertunjukan stand up comedy spesial komika Pandji Pragiwaksono, Mens Rea, tayang di Netflix sejak 27 Desember dan menjadi viral.
Mens Rea berhasil menduduki peringkat pertama kategori TV Shows di Netflix pada Senin (5/1/2026).
Mens Rea viral karena materi Pandji Pragiwaksono yang kocak dan berani.
Dalam pertunjukan itu, Pandji banyak mengulas isu sosial dan politik yang sedang hangat.
Ia menghadirkan sudut pandang observasional yang tajam, lugas, dan berani.
Lewat materinya, Pandji mengkritik kekacauan dinamika politik setelah Pemilu 2024.
Perilaku dan sikap pejabat publik menjadi salah satu sasaran utama pembahasannya.
Sejumlah figur berpengaruh yang biasanya dianggap sensitif turut disentuh secara terbuka, termasuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, hingga Presiden Prabowo Subianto.
Topik-topik yang diangkat dipandang selaras dengan realitas demokrasi di Indonesia saat ini.
Seluruh gagasan tersebut dikemas dalam bentuk komedi satire yang cerdas.
Sajian humornya tidak sekadar memancing tawa, tetapi juga merangsang penonton untuk berpikir kritis.
Sebelumnya, Mens Rea telah dipentaskan dalam rangkaian tur ke 10 kota di Indonesia sepanjang tahun 2025.
Puncak acara Mens Rea oleh Pandji Pragiwaksono digelar di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, pada 30 Agustus 2025.
Acara itu memecahkan rekor sebagai pertunjukan komedi terbesar di Asia Tenggara dengan 10.000 penonton.
Acara ini telah tersedia di Netflix dan bahkan trending.
Dalam konferensi pers pada April 2025, Pandji menegaskan bahwa pertunjukan ini dimaksudkan sebagai sarana edukasi politik melalui komedi.
“Ini bentuk edukasi politik lewat komedi.
Penginnya membuat orang lebih mengerti bahwa kita sebagai pelaku demokrasi itu seharusnya lebih pintar dan mawas diri,” ungkap Pandji Pragiwaksono dikutip dari KOMPAS.COM, Selasa (6/1/2026).
Setelah viralnya Mens Rea, ribuan massa dari berbagai organisasi kemasyarakatan Islam menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Jakarta, pada Kamis, 8 Januari 2026.
Mereka mengaku berasal dari Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (AMNU) bersama Aliansi Muda Muhammadiyah AMM.
Tak hanya itu, mereka Pandji Pragiwaksono juga dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan penghasutan dan penistaan agama.
Laporan ini teregister dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA.
Polda Metro Jaya mengaku langsung menyelidiki laporan tersebut.
"Benar bahwa hari ini 8 Januari ada laporan dari masyarakat atas nama RARW tentang dugaan penghasutan di muka umum dan dugaan penistaan agama berkaitan dengan pernyataan dalam sebuah acara bertajuk Mens Rea," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, dalam keterangannya, Kamis (8/1/2026).
(TribunTrends/ Amr)