Sampah 7 Ton Terkumpul di Pulau Padar, Komitmen PHC Menuju Zero Waste
January 09, 2026 12:19 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Chrisantus Gonsales 

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Padar Heritage Conservation (PHC) konsisten mengelolah konservasi di wilayah Pulau Padar, Labuan Bajo menuju zero waste (sampah nol). Sebagai sebuah tindakan nyata, sampah sebanyak 7 ton berhasil dikumpulkan.

Pantauan POS-KUPANG.COM, aktivitas pagi di Posko Padar bagian Utara, beberapa personel PHC berjalan menyusuri kerikil dan rumpul ilalang menuju ke bibir pantai yang elok berwarna pink. Satu orang dibelakangnya tampak mendorong sebuah gerobak.

Di bibir pantai tampak puluhan karung berwarna putih berisikan sampah sudah terkumpul. Sampah-sampah itu terdiri dari sampah gabungan, baik sampah plastik, kaleng aluminium, dan sampah lainnya.

Setelah mengangkut ke atas gerobak, mereka kemudian membawa karung-karung tersebut menuju ke sebuah pondok kecil, sederhana.

Tiangnya dari kayu, dan di tutupi terpal berwarna hijau dan biru, menyerupai sebuah kemah. Di situlah sampah-sampah itu dikumpulkan.

Sebelum ditumpuk bersama sampah yang lain, karung yang baru dimuat dari bibir pantai terlebih dahulu ditimbang untuk mengukur berat sampah. Timbangan digantung, lalu satu per satu para personil menimbang karung-karung itu.

Mereka bahu membahu, setelah ditimbang sampah tersebut kemudian langsung ditumbuk bersama sampah yang lainnya. Ada satu di antara para personel bertugas untuk mencatat setiap berat sampah yang ditimbang.

Baca juga: Tragedi Kapal Wisata di Labuan Bajo, Ungkap Kerapuhan Standar Keselamatan Pariwisata Nasional

Di sisi timur tempat penyimpanan sampah, terdapat sebuah papan bergambar Pulau Padar, dengan pesan-pesan konservasi yang tersurat, didukung foto-foto kegiatan konservasi di Pulau Padar.

Ketika dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, Jumat (9/1/2026), Plt Direktur PHC, Qrei Poluakan menyampaikan Pulau Padar merupakan salah satu lokasi wisata yang termasuk di dalam kawasan Taman Nasional Komodo. 

Sehingga yang ingin ditonjolkan adalah keindahannya, dan tidak elok apabila keindahan Pulau Padar tercoreng karena sampah.

"Sumber sampahnya itu bukan dari Pulau Padar itu sendiri. Nah, tim kita di sana ( pulau Padar ), sering melakukan kegiatan korve di sekeliling pulau Padar," jelasnya.

Qrei menuturkan, sepanjang tahun 2025, PHC melaksanakan kegiatan korve sampah non-organik sebanyak 78 kali, sehingga berhasil mengumpulkan sekitar 7,2 ton sampah non-organik. 

"Kenapa hanya non-organik, karena sampah organik bisa terurai contohnya seperti kayu," terang Qrei.

Ia mengutarakan sampah-sampah itu masih ditimbun di Pulau Padar dan belum dibuang atau dibawa ke Labuan Bajo, karena masih dicari opsi untuk di recycle atau daur ulang sampah tersebut dan masih harus di pilah-pilah. 

"Karena kalau kita bawa ke Labuan Bajo, malah mindahin masalah atau nambah-nambah tumpukan di TPA," katanya.

Qrei berharap, sampah-sampah itu akan diolah baik dari PHC atau dari pihak lain yang akan membantu atau berkolaborasi dengan PHC sendiri. Kedepannya ia juga berharap dengan adanya data-data berkaitan dengan sampah tersebut, dapat meningkatkan kesadaran kepada pelaku-pelaku wisata dan warga-warga disekitar pulau Padar maupun Taman Nasional Komodo.

"Harus disadari pentingnya pengelolaan sampah yang baik demi menjaga, bukan cuma pulau Padar tapi seluruh Taman Nasional agar tetap indah dan terjaga untuk anak-cucu kita di masa depan," tutur Qrei.

Pulau Padar merupakan salah satu pulau dalam kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo. Sebuah pulau yang ramai dikunjungi wisatawan.

Pulau ini menyajikan keindahan alam. Hamparan padang savaran yang rimbung di atas bukit-bukit, pesona teluk dan tanjung yang indah dihiasi buih ombak di bibir pantai.

Salah satu spot fotonya sangat menantang yakni saat wisatawan harus mendaki bukit melewati ribuan anak tangga, untuk mendapat pemandangan yang elok nan indah.

Yaitu lekukan teluk dan tanjung di sisi kiri dan kanan, yang selalu menjadi icon unggulan pesona keindahan pariwisata Labuan Bajo sebagai kota pariwisata super prioritas.

Hewan yang hidup di daratan Pulau Padar yakni komodo dan rusa Timor. Untuk tumbuhannya yaitu rerumputan, bidara, beringin dan ada juga yang lain.

Di pulau ini juga terdapat beberapa spot pantai yang menarik yakni, long beach satu hingga long beach tiga. Dimana pasirnya berwarna pink, membantang indah.

Untuk sampai ke Padar, wisatawan menempuh perjalanan selama satu jam perjalanan di atas laut. Transportasinya yakni sepadboat dan kapal wisata yang sudah dipesan melalui agen pariwisata. 

Adapun dua pos penjagaan di Pulau Padar, yaitu Pos Padar di dekat jalur pendakian, dan pos Padar Utara. Setiap Pos terdapat petugas dari Taman Nasional Komodo. (moa)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.