TRIBUNTRENDS.COM - Komika Pandji Pragiwaksono tengah menjadi sorotan setelah pertunjukan spesialnya, Mens Rea, tayang di Netflix sejak 27 Desember 2025, dan menjadi viral.
Dalam pertunjukan Mens Rea, Pandji Pragiwaksono memanfaatkan panggung sebagai medium untuk mengulas isu sosial dan politik yang sedang hangat.
Sejumlah figur berpengaruh yang biasanya dianggap sensitif turut disentuh secara terbuka, termasuk Sharma Pongrekun.
Pandji Pragiwaksono membahas kiprah Dharma Pongrekun sebagai mantan calon gubernur di Pilgub Jakarta 2024 dengan nada satire.
Lantas siapa sebenarnya sosok Dharma Pongrekun?
Dharma Pongrekun lahir pada 12 Januari 1966 di Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia, dan kini berusia 59 tahun.
Ia adalah purnawirawan Polri yang berpengalaman di bidang reserse dan penugasan strategis.
Jabatan terakhir sebelum pensiun adalah Analis Kebijakan Utama Bidang Jianbang Lemdiklat Polri.
Dharma Pongrekun juga dikenal sebagai politikus independen yang mengkritik sistem pendidikan konvensional.
Ia menempuh pendidikan formal, pendidikan kepolisian, dan kejuruan khusus yang membekali pengetahuan hukum, manajemen, serta kepemimpinan.
Dharma Pongrekun meraih dua gelar S2 dan satu gelar doktor kehormatan.
Sekolah Formal
Pendidikan Polri
Pendidikan Kejuruan Polri
Dharma Pongrekun memiliki karier panjang di Polri, menempati berbagai jabatan penting terutama di bidang reserse, penegakan hukum, dan intelijen.
Ia pernah menjadi Dirtipnarkoba Bareskrim, Karorenmin Bareskrim, Pati Bareskrim, Deputi BSSN, hingga Wakil Kepala BSSN.
Kariernya ditandai dengan kenaikan pangkat bertahap hingga Komisaris Jenderal Polisi sebelum pensiun.
Kepangkatan
Riwayat Jabatan
Kiprah di Politik
Setelah pensiun dari Polri, Dharma aktif di politik sebagai figur independen.
Ia menilai sistem pendidikan umum saat ini kurang relevan bagi tantangan abad ke-21.
Dharma maju sebagai calon Gubernur Jakarta pada Pilgub 2024, didampingi Kun Wardana, melalui jalur independen.
Pasangan Dharma-Kun memperoleh 840.640 dukungan untuk memenuhi syarat pencalonan.
Dari total DPT 8.214.007, mereka meraih 459.230 suara, menunjukkan dukungan signifikan dari masyarakat.
Baca juga: Arti Mens Rea, Judul Stand Up Pandji Pragiwaksono yang Bikin Geger hingga Dipolisikan
Pertunjukan stand up comedy spesial komika Pandji Pragiwaksono, Mens Rea, tayang di Netflix sejak 27 Desember dan menjadi viral.
Mens Rea berhasil menduduki peringkat pertama kategori TV Shows di Netflix pada Senin (5/1/2026).
Mens Rea viral karena materi Pandji Pragiwaksono yang kocak dan berani.
Dalam pertunjukan itu, Pandji banyak mengulas isu sosial dan politik yang sedang hangat.
Ia menghadirkan sudut pandang observasional yang tajam, lugas, dan berani.
Lewat materinya, Pandji mengkritik kekacauan dinamika politik setelah Pemilu 2024.
Perilaku dan sikap pejabat publik menjadi salah satu sasaran utama pembahasannya.
Sejumlah figur berpengaruh yang biasanya dianggap sensitif turut disentuh secara terbuka, termasuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, hingga Presiden Prabowo Subianto.
Topik-topik yang diangkat dipandang selaras dengan realitas demokrasi di Indonesia saat ini.
Seluruh gagasan tersebut dikemas dalam bentuk komedi satire yang cerdas.
Sajian humornya tidak sekadar memancing tawa, tetapi juga merangsang penonton untuk berpikir kritis.
Sebelumnya, Mens Rea telah dipentaskan dalam rangkaian tur ke 10 kota di Indonesia sepanjang tahun 2025.
Puncak acara Mens Rea oleh Pandji Pragiwaksono digelar di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, pada 30 Agustus 2025.
Acara itu memecahkan rekor sebagai pertunjukan komedi terbesar di Asia Tenggara dengan 10.000 penonton.
Acara ini telah tersedia di Netflix dan bahkan trending.
Dalam konferensi pers pada April 2025, Pandji menegaskan bahwa pertunjukan ini dimaksudkan sebagai sarana edukasi politik melalui komedi.
“Ini bentuk edukasi politik lewat komedi.
Penginnya membuat orang lebih mengerti bahwa kita sebagai pelaku demokrasi itu seharusnya lebih pintar dan mawas diri,” ungkap Pandji Pragiwaksono dikutip dari KOMPAS.COM, Selasa (6/1/2026).
Setelah viralnya Mens Rea, ribuan massa dari berbagai organisasi kemasyarakatan Islam menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Jakarta, pada Kamis, 8 Januari 2026.
Mereka mengaku berasal dari Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (AMNU) bersama Aliansi Muda Muhammadiyah AMM.
Tak hanya itu, mereka Pandji Pragiwaksono juga dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan penghasutan dan penistaan agama.
Laporan ini teregister dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA.
Polda Metro Jaya mengaku langsung menyelidiki laporan tersebut.
"Benar bahwa hari ini 8 Januari ada laporan dari masyarakat atas nama RARW tentang dugaan penghasutan di muka umum dan dugaan penistaan agama berkaitan dengan pernyataan dalam sebuah acara bertajuk Mens Rea," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, dalam keterangannya, Kamis (8/1/2026).
(TribunTrends/ Amr)