BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pagi di Kota Pangkalpinang, Jumat (9/1/2026) kembali dibuka dengan langit kelabu. Hujan gerimis turun sejak pagi pukul 08:00 WIB,
Di sejumlah ruas jalan utama, arus lalu lintas terpantau padat. Aktivitas warga tetap berjalan, meski kewaspadaan meningkat menyusul hujan yang terus mengguyur sejak sehari sebelumnya.
Hujan yang terjadi sejak Kamis (8/1/2026) hingga Jumat siang ini tidak hanya melanda Kota Pangkalpinang, tetapi juga meluas ke sejumlah wilayah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Di beberapa daerah, seperti Bangka Tengah dan Bangka Barat, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat menyebabkan genangan air di permukiman dan ruas jalan.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Depati Amir Pangkalpinang, Annisa Nindi, menjelaskan potensi hujan lebat hingga sangat lebat masih berpeluang terjadi hingga Sabtu (10/1/2026).
"Untuk hari ini hingga besok, masih ada potensi hujan lebat bahkan sangat lebat. Secara spasial, Madden Julian Oscillation (MJO) terpantau aktif di sebagian wilayah Indonesia, termasuk Kepulauan Bangka Belitung," ujar Annisa kepada Bangkapos.com, Jumat (9/1/2026).
Selain pengaruh MJO, BMKG juga mencatat adanya belokan angin pada lapisan 3.000 feet yang didukung oleh labilitas atmosfer di wilayah Bangka Belitung. Kondisi tersebut menyebabkan proses pembentukan awan hujan berlangsung cukup signifikan dan berkelanjutan.
"Faktor-faktor ini menyebabkan hujan berpotensi signifikan untuk dua hari kedepan," jelasnya.
Annisa mengingatkan, karena potensi hujan diperkirakan terjadi sejak pagi hingga siang hari, masyarakat perlu mewaspadai dampak lanjutan berupa genangan air hingga banjir, terutama pada siang hingga sore hari.
"Dengan pola hujan seperti ini, potensi genangan atau banjir bisa terjadi di wilayah-wilayah rawan," katanya.
Terkait kondisi laut, Annisa menegaskan bahwa faktor pembentuk gelombang tinggi berbeda dengan hujan. Gelombang tinggi umumnya dipicu oleh kekuatan angin, dan saat ini BMKG masih mencatat adanya potensi gelombang tinggi di beberapa perairan di wilayah Kepulauan Bangka Belitung.
"Untuk gelombang laut, di beberapa perairan masih terpantau tinggi sehingga perlu kewaspadaan bagi nelayan dan pengguna transportasi laut," tambahnya.
BMKG memprakirakan intensitas hujan akan mulai berkurang pada Minggu (11/1/2026), meski masyarakat tetap diimbau memantau perkembangan cuaca terkini.
BMKG mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca ekstrem, seperti genangan, banjir, jalan licin dan penurunan jarak pandang, serta menyesuaikan aktivitas luar ruang dan perjalanan selama kondisi cuaca belum stabil.
(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)