TRIBUNGORONTALO.COM -- Manchester United masih berada dalam fase abu-abu setelah keputusan manajemen menghentikan kerja sama dengan Ruben Amorim.
Hampir sepekan berlalu, klub belum juga mengumumkan sosok yang akan dipercaya menempati posisi pelatih kepala, menandakan belum adanya keputusan final soal arah yang ingin ditempuh.
Penunjukan Darren Fletcher sebagai pelatih sementara belum memberikan dampak signifikan.
Dalam laga pertamanya, Fletcher hanya mampu membawa Setan Merah bermain imbang 2-2 kontra Burnley, tim yang kini berada di papan bawah Liga Inggris, tepatnya posisi ke-19.
Hasil tersebut memperkuat gambaran bahwa kondisi internal United masih jauh dari kata stabil.
Sampai saat ini, belum ada kepastian apakah Fletcher akan terus memimpin tim hingga akhir musim.
Sementara itu, berbagai spekulasi mulai bermunculan, termasuk munculnya kembali nama Ole Gunnar Solskjaer dalam pembicaraan seputar kandidat pelatih anyar.
Di tengah ketidakpastian tersebut, waktu menjadi faktor krusial bagi Manchester United.
Saat ini, Bruno Fernandes dan rekan-rekan masih tertahan di peringkat ketujuh klasemen Premier League.
Baca juga: Pondok Dibongkar Polisi, Penambang Emas Ilegal di Pohuwato Gorontalo Kabur
Jarak tiga poin dari Liverpool yang menempati posisi keempat membuat persaingan menuju zona Liga Champions semakin ketat.
Situasi ini memancing komentar dari mantan penyerang Timnas Inggris, Michael Owen.
Dalam pernyataannya kepada EPL Index, Owen secara terbuka memberikan pandangannya terkait satu nama yang belakangan santer dikaitkan dengan kursi manajer di Old Trafford.
Michael Owen Sarankan United Tak Ambil Risiko dengan Gareth Southgate
Nama Gareth Southgate, mantan pelatih Timnas Inggris, menjadi salah satu kandidat yang ramai diperbincangkan.
Namun bagi Michael Owen, membawa Southgate ke Old Trafford bukanlah pilihan yang ideal.
Owen menilai, meskipun Southgate dikenal luas, konteks kepindahannya ke Manchester United terasa tidak sepenuhnya tepat.
Ia mengingatkan bahwa pengalaman Southgate di level klub sudah berlangsung cukup lama, sejak masa kepelatihannya bersama Middlesbrough.
Selain aspek teknis, Owen juga menyoroti faktor respons publik. Menurutnya, penerimaan suporter merupakan elemen penting yang harus dipikirkan oleh manajemen klub dalam mengambil keputusan besar seperti ini.
Ia menilai, kehadiran Southgate berpotensi tidak mendapat sambutan positif dari fans.
Walau diakui sebagai salah satu pelatih Timnas Inggris tersukses dalam waktu yang panjang, Owen mempertanyakan apakah pendekatan permainan yang diusung Southgate sejalan dengan ekspektasi pendukung United.
Bagi Owen, Manchester United memiliki tuntutan tersendiri terkait identitas dan gaya bermain. Karena itu, ia memperkirakan akan muncul keraguan besar jika Southgate benar-benar ditunjuk sebagai pelatih kepala.
Meski memberikan peringatan, Owen tidak sepenuhnya menutup pintu terhadap kapasitas Southgate. Ia mengakui bahwa Southgate merupakan sosok cerdas dan memiliki kemampuan manajerial untuk mengelola klub besar.
Namun demikian, Owen kembali menegaskan bahwa potensi penolakan dari basis suporter tetap menjadi hambatan utama.
Dengan tekanan klasemen, ekspektasi publik, serta kebutuhan akan permainan yang sesuai karakter klub, keputusan Manchester United dalam menentukan pelatih baru kini berada di bawah sorotan tajam publik sepak bola Inggris.(*)