Stok Beras di Banyumas Raya 58 Ribu Ton, Bulog Pastikan Harga Beras Masih Sesuai HET
January 09, 2026 04:55 PM

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas memastikan ketersediaan beras di wilayah Banyumas Raya aman menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. 

Hal ini seiring capaian serapan beras yang cukup tinggi sepanjang 2025 serta dukungan Bulog terhadap program swasembada pangan nasional.

Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Banyumas, Prawoko Setyo Aji, mengatakan Bulog Banyumas mencatat pencapaian serapan mencapai lebih dari 66 ribu ton setara beras. 

Capaian tersebut menjadi bagian dari keberhasilan nasional, pengadaan beras Bulog secara nasional mencapai 4,2 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah.

"Secara nasional, pengadaan beras Bulog juga mencapai lebih dari 3 juta ton, dan kami di daerah selalu mendukung penuh apa pun penugasan yang diberikan pemerintah, termasuk untuk tahun 2026," ujar Prawoko kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (9/1/2026).

Baca juga: Harga Beras di Semarang Naik Tipis, Pedagang Pasar Karangayu Keluhan Pembeli Lebih Sepi dari Pandemi

• Resmi, Mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas Ditetapkan Tersangka

Ia menjelaskan, saat ini stok beras di wilayah Banyumas Raya yang mencakup empat kabupaten mencapai sekitar 58 ribu ton. 

Jumlah tersebut setara 80 persen dari hasil serapan petani sepanjang 2025, sehingga dinilai cukup aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam waktu dekat.

Menjelang momentum Ramadan dan Lebaran, Bulog Banyumas masih menunggu koordinasi lebih lanjut dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Namun, pengawasan pasar sudah mulai dilakukan bersama Satgas Pangan untuk memastikan ketersediaan beras tetap terjaga dan harga tidak melampaui ketentuan.

"Kami terus memantau pasar agar tidak terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga di atas HET," katanya.

Saat ini, Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium ditetapkan sebesar Rp13.500 per kilogram, sedangkan beras premium Rp14.900 per kilogram.

Berdasarkan pantauan Bulog, harga beras di sejumlah pasar tradisional di Banyumas masih berada dalam kisaran HET tersebut.

Prawoko menambahkan, pada 2026 Bulog diharapkan dapat menyerap beras lebih banyak, seiring penugasan baru dari pemerintah. 

Secara nasional, Bulog menargetkan serapan hingga 4 juta ton setara beras, seperti capaian pada 2025.

Tak hanya fokus pada ketahanan pangan dalam negeri, pemerintah juga membuka peluang ekspor beras pada tahun ini. 

Menurut Prawoko, keberhasilan swasembada pangan berdampak langsung pada penurunan harga beras global.

"Secara dunia, harga beras turun dari sekitar 600 dolar AS menjadi 330 dolar AS per ton, atau turun sekitar 40 persen. 

Ini bukan hanya menguntungkan dalam negeri, tetapi juga membantu negara lain," jelasnya.

Untuk wilayah Banyumas sendiri, masa panen raya diperkirakan berlangsung pada akhir Februari. 

Saat ini panen sudah mulai terjadi, meski sebagian besar hasilnya masih langsung masuk ke pasar-pasar lokal.

Dengan stok yang cukup, harga yang terkendali, serta panen raya yang segera tiba, Bulog Banyumas optimistis ketahanan pangan di wilayah Banyumas Raya tetap terjaga, khususnya dalam menghadapi Ramadan dan Lebaran mendatang. (jti) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.