Kunci Jawaban PAI Kelas 10 SMA Halaman 158 Semester 2 Kurikulum Merdeka, Tugas Aktivitas 6.7
January 09, 2026 05:27 PM

 

SRIPOKU.COM - Pada Aktivitas 6.7, peserta didik diminta untuk menuliskan pendapat tentang makna tamsil (perumpamaan) dalam peristiwa Isra’ Mi’raj Rasulullah saw. yang menggambarkan siksaan bagi pelaku zina dan perselingkuhan.

Tamsil tersebut dikaitkan dengan kondisi dan perilaku sebagian masyarakat saat ini.

Dilansir dari YouTube Media Pembelajaran, simak kunci jawaban soal PAI kelas 10 SMA halaman 158 semester 2 Kurikulum Merdeka di bawah ini.

Baca juga: Kunci Jawaban PAI Kelas 10 SMA Halaman 153 Semester 2 Kurikulum Merdeka, Tugas Aktivitas 6.6

Aktivitas 6.7

Ketika Rasulullah Saw. melaksanakan perjalanan Isra' Mi'raj, dengan didampingi oleh Malaikat Jibril, beliau diperlihatkan pada sekelompok orang yang di hadapannya disediakan daging segar, tetapi mereka lebih memilih untuk memakan daging yang busuk. Lalu Malaikat Jibril menjelaskan bahwa itulah siksaan dan kehinaan bagi orang yang melakukan zina dan perselingkuhan. Mereka memilih berselingkuh seolah memakan daging yang busuk, sedangkan mereka telah memiliki suami atau istri yang halal dan sah.

Tuliskanlah pendapat kalian tentang makna dari tamsil Isra' Mi'raj Rasulullah Saw. tersebut, jika dikaitkan dengan perilaku sebagian masyarakat saat ini?

Baca juga: Kunci Jawaban PAI Kelas 10 SMA Halaman 165 Semester 2 Kurikulum Merdeka, Aktivitas 6.11 BAB 6

Jawaban :

Dalam kisah Isra' Mi'raj yang disampaikan dalam aktivitas ini, Rasulullah saw. melihat suatu tamsil (perumpamaan) yang sangat bermakna. Orang-orang yang lebih memilih daging busuk daripada daging segar digambarkan sebagai mereka yang melakukan zina dan perselingkuhan. Mereka telah memiliki pasangan yang sah, namun lebih memilih untuk melanggar dengan cara yang buruk, layaknya memilih daging busuk daripada yang baik.

Pendapat tentang Makna Tamsil Isra' Mi'raj:

Pendapat saya terkait makna dari tamsil ini adalah sebagai peringatan bagi kita semua untuk tidak terjerumus dalam perilaku yang tidak bermoral, seperti zina dan perselingkuhan. Tamsil ini mengajarkan bahwa mereka yang melakukan perbuatan tersebut sebenarnya sedang merusak diri sendiri dan memilih sesuatu yang buruk meskipun tersedia yang lebih baik dan halal.

Hal ini sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini, di mana nilai-nilai moralitas terkadang diabaikan demi kepuasan pribadi sesaat. Rasulullah saw. memberikan contoh nyata betapa pentingnya menjaga kesucian dan kesetiaan dalam hubungan, sebagai bentuk ketaatan kepada Allah swt.

Pesan moral yang dapat kita ambil dari kisah ini adalah untuk selalu menjunjung tinggi nilai kesetiaan dan menghargai apa yang telah Allah berikan, termasuk dalam hal pasangan hidup yang sah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.