Ambisi Sidoarjo Sulap Pesisir Sedati-Jabon Jadi Wisata Mangrove, Akses Jalan Mulai Dibangun
January 09, 2026 05:32 PM

 

SURYA.CO.ID, SIDOARJO – Wajah pesisir Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), bersiap berubah total. Tidak lagi sekadar tambak, kawasan pesisir Delta ini diproyeksikan menjadi destinasi ekowisata mangrove raksasa yang membentang sepanjang 33 kilometer (km). 

Langkah awal mega proyek ini, dimulai dengan pembukaan akses jalan utama di kawasan Sedati.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo, saat ini tengah mematangkan persiapan pembangunan kawasan wisata mangrove di pesisir Desa Tambak Cemandi dan Desa Gisik Cemandi. 

Proyek tersebut, diharapkan tidak hanya menjaga ekosistem laut, tetapi juga menjadi magnet ekonomi baru bagi warga setempat.

Akses Jalan Lebar 25 Meter Mulai Digarap

Sebagai tahap perdana, fokus utama pemkab adalah membuka aksesibilitas menuju lokasi. Jalan sepanjang 2,5 km dari akses utama, akan ditingkatkan kualitasnya untuk menampung arus wisatawan di masa depan.

“Saat ini sudah dimulai proses persiapan pembangunan akses jalan menuju ke lokasi. Jalan untuk menuju kawasan wisata mangrove itu akan ditingkatkan dengan lebar mencapai 25 meter,” ujar Bupati Sidoarjo, Subandi, Jumat (9/1/2026).

Pembangunan infrastruktur ini, dinilai krusial karena selama ini akses menuju titik potensial mangrove masih terbatas dan sempit. 

Dengan jalan selebar 25 meter, kawasan ini dipersiapkan untuk menjadi destinasi kelas nasional.

Sinergi Strategis dengan TNI AL

Mengingat rencana pembangunan jalan tersebut melintasi lahan milik TNI AL, Bupati Subandi melakukan kunjungan koordinasi ke Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral V) Surabaya. Pertemuan ini, bertujuan untuk menyinkronkan pemanfaatan lahan seluas 20 x 120 meter milik militer untuk kepentingan publik.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Subandi didampingi jajaran Kepala Dinas terkait diterima langsung oleh Dankodaeral V, Laksda TNI Ali Triswanto beserta Wadan Kodaeral V, Brigjen TNI (Mar) Suwandi.

“Untuk rencana jangka panjang untuk mangrove ini dapat dibicarakan kembali dengan Aslog (Asisten Logistik),” kata Dankodaeral V, Laksda TNI Ali Triswanto menyambut baik inisiatif tersebut.

Ia menyambut baik rencana pembangunan kawasan wisata Mangrove tersebut. Laksda TNI Ali Triswanto meminta, rencana pemanfaatan lahan TNI AL untuk akses jalan menuju kawasan wisata Mangrove dapat dibicarakan lebih lanjut dengan Aslog Dankodaeral V, Kolonel Laut (T) Insaf Setya Budhi.

Membentang 33 Km dari Sedati hingga Jabon

Visi ekowisata ini tidak berhenti di satu titik saja. Kepala Dinas P2CKTR Sidoarjo, Bachruni Aryawan, menjelaskan bahwa penataan di Desa Tambak Cemandi dan Gisik Cemandi hanyalah permulaan.

“Luas wisata mangrove ini ada sekitar 1 kilometer dengan panjang pantai mencapai 33 kilometer. Itu terbentang dari pesisir Sedati hingga daerah Jabon di selatan Sidoarjo,” ungkap Bachruni.

Proyek ambisius ini, diharapkan mampu mengintegrasikan perlindungan lingkungan dengan pengembangan pariwisata berkelanjutan. 

Dengan bentang alam yang luas, Sidoarjo diprediksi akan memiliki salah satu kawasan konservasi sekaligus wisata mangrove terpanjang di Jawa Timur.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.