Sepanjang 2025 hingga Awal  2026, RSKPI Dampingi 89 Pasien Rujukan di Kabupaten Ngada
January 09, 2026 05:38 PM

 

 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM,Charles Abar

TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA – Rumah Singgah Kebaikan Pasien Indonesia (RSKPI) mencatat telah mendampingi sebanyak 88 pasien rujukan di Kabupaten Ngada sepanjang tahun 2025 hingga 2026.

Pendiri RSKPI, Muhamad Aryo, mengatakan para pasien tersebut merupakan penderita berbagai penyakit yang tidak dapat ditangani oleh rumah sakit tipe C akibat keterbatasan sarana dan prasarana medis.

“Jenis penyakit yang kami dampingi di antaranya kanker payudara, saraf terjepit, dan penyakit berat lainnya. Per Januari ini saja sudah ada tiga pasien yang kami berangkatkan,” kata Aryo.

Ia menjelaskan, selama tahun 2025 tercatat lima pasien meninggal dunia saat menjalani proses perawatan dan pendampingan medis.

 

 

 

Baca juga: Bowali Desa di Kabupaten Ngada Bertahan Kembangkan Dana Bergulir, Aset 650 Juta

 

 

 

 

 

 

 

Menurut Aryo, mekanisme pendampingan RSKPI cukup sederhana. Pasien hanya perlu membawa surat rujukan dari puskesmas atau rumah sakit, kemudian akan diproses secara berjenjang sebelum dirujuk ke rumah sakit lanjutan.

“Kami biasanya merujuk pasien ke RS Sanglah Bali. Namun jika pasien membutuhkan rujukan ke Jakarta atau Surabaya, kami juga siap mendampingi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Aryo menyebutkan bahwa UPTD Puskesmas Surisina menjadi puskesmas pertama di Ngada yang menjalin kerja sama dengan RSKPI. Selama satu tahun terakhir, sebanyak 15 pasien telah didampingi melalui kolaborasi tersebut.

“Ke depan kami akan terus memperkuat kerja sama dengan puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya, karena puskesmas merupakan fondasi dasar pelayanan kesehatan di masyarakat,” pungkasnya.(Cha).

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.