POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Umat Katolik Paroki Sta. Maria Reinha Rosari Siolais, Keuskupan Agung Kupang, merayakan Hari Raya Penampakan Tuhan atau yang dikenal dengan Epifani, pada hari Minggu, 4 Januari 2026.
Perayaan ini juga dilaksanakan bersama dengan Gereja Katolik di seluruh dunia.
Perayaan Epifani ini juga merupakan peringatan Hari Anak Misioner Sedunia ke-183. Karena itu, Anak-anak Sekami di Paroki Siolais merayakannya dengan cara yang berbeda dan istimewa.
Rangkaian perayaan Epifani oleh Sekami Siolais, digelar sejak hari Sabtu, 3 Januari 2026, di gereja Paroki Siolais.
Anak-anak Sekami yang berada di wilayah Paroki Siolais, baik yang berada di pusat Paroki maupun yang tersebar di empat kapela; Kapela Nifununa, kapela Enoana, Kapela Nunab dan Kapela Babuin, semuanya berkumpul dan bergembira bersama.
Baca juga: Umat Paroki Sta. Maria Reinha Rosari Siolais Ziarah Yubileum ke Taman Ziarah Yesus Maria Oebelo
Sebanyak 105 anak-anak Sekami yang hadir dan turut memeriahkan kegiatan ini. Didampingi oleh Pendamping Sekami dari masing-masing wilayah, mereka menghabiskan waktu lebih dari 24 jam untuk kegiatan bersama.
Pada sesi pertama, dibuka dengan dinamika anak-anak Sekami. Tepuk-tepuk, yel-yel dan nyanyian khas Sekami dikumandangkan dengan penuh semangat oleh anak-anak.
Mereka kemudian dibagi secara acak dalam 6 kelompok, untuk saling mengenal satu sama lain, karena memang jarang sekali ada kegiatan yang mengumpulkan semua anak di Paroki ini.
Setelah dinamika, anak-anak kemudian menikmati snack bersama yang disediakan oleh para pendamping di halaman gereja. Mereka dilayani secara istimewa bak tamu special. Gelak tawa dan senyum ceria menghiasi wajah-wajah polos mereka.
Menjelang malam, semua anak-anak Sekami menyaksikan secara langsung pementasan Drama Natal oleh Sekami dari pusat Paroki.
Turut hadir dan menyaksikan drama ini adalah pastor paroki, Romo Marsel Nubatonis, romo Melki Deza sebagai pastor rekan dan fr. Fridus (Frater TOP di Paroki Siolais).
Juga para orang tua, umat dan pengurus Dewan Pastoral Paroki (DPP), hadir dan mendukung acara tersebut.
Baca juga: Bangun Jalinan Kasih dan Iman, OMK Kaniti Sambangi OMK Siolais
Drama Natal berjudul *"Kabar Sukacita bagi Semua Orang",* diperankan dengan sangat baik oleh anak-anak Sekami. Naskah drama disadur dari Injil Lukas 2:1-20.
Mereka sungguh menghadirkan tokoh Kaisar Agustus, Bunda Maria, Santo Yoseph, para Gembala, malaikat dan Tiga Majus dari Timur, agar lebih dekat dan melekat, serta dirasakan lebih dalam oleh semua penonton yang hadir.
Area pementasan didesain dengan begitu luar biasa oleh para Orang Muda Katolik (OMK) yang setia mendukung kegiatan-kegiatan gereja.
Suasana drama mampu menghipnotis penonton dengan alur cerita, ekpresi pemeran, musik pendukung dan pencahayaan yang menunjang.
Drama Natal malam itu menjadi kesan tersendiri bagi para pemeran dan juga penonton yang hadir.
Drama Natal yang terdiri dari 11 adegan, diselingi juga dengan acara yang ditampilkan oleh Sekami dari kapela-kapela.
Ada Nyanyian dan tarian Malam Kudus dari Kapela St. Yohanes Pemandi Nifununa, ada puisi Natal yang dibawakan oleh perwakilan Sekami dari Kapela St. Andreas Enoana, juga ada vokal grup nyanyian tiga raja dari kapela Sta. Maria Immaculata Nunab.
Di akhir hari pertama kegiatan itu, dinyalakan api unggun sebagai simbol terang yang memberi harapan bagi anak-anak Sekami yang hadir.
Setiap anak-anak diberi kesempatan untuk menulis harapan dan membakarnya dalam api unggun yang bernyala.
Sambil berjalan melingkari api unggun, anak-anak menyanyikan lagu-lagu Sekami dan membaca puisi.
Nyala api unggun menjadi simbol semangat misioner yang tidak boleh padam meski nyala itu datang jauh dari kampung-kampung terpencil yang jauh dari kota.
Nyala api unggun malam itu juga, menjadi bukti nyala cinta Allah yang hadir dan menyapa orang-orang sederhana di Paroki yang berada di pelosok.
Puncak Perayaan Epifani Sekami paroki Siolais adalah merayakan Ekaristi bersama umat pada hari minggu (4/1/2026).
Seluruh Liturgi diatur dan diurus oleh anak-anak Sekami, mulai dari koor, dirigen, lektor dan pelayan altar.
Ekaristi diawali dengan perarakan bendera Sekami (merah, putih, biru, hijau dan kuning) dan bendera merah putih dan kuning putih. Anak-anak Sekami semuanya berarak mendahului arak-arakan putera-puteri altar dan imam.
Dengan tenang dan wajah polos, mereka memasuki gereja, menempati kursi paling depan. Hari itu, gereja memberi ruang khusus bagi anak-anak misioner.
Hari itu, para orang tua berbagi ruang istimewa untuk anak-anak mereka yang adalah masa depan gereja.
Pemimpin perayaan Ekaristi, Romo Melkiades Deza, di awal Ekaristi mengingatkan tentang bagaimana menjadi misionaris.
"Dengan mengusung tema *One in Christ, United in Mission,* kita diajak menjadi misionaris sejak usia anak-anak dan remaja. Anak-anak juga mendapat perhatian dari Gereja Katolik, untuk diutus menjadi misioner cilik dalam hidup", ujarnya membuka Perayaan Ekaristi.
Senada dengan Romo Melki, pastor pengkhotbah, Romo Marselus Nubatonis, menegaskan lagi tentang tema Hari Anak Misioner Sedunia, sekaligus mengajak anak-anak Sekami untuk meneladani para majus dari timur yang diperdengarkan oleh injil hari itu.
"Seperti para majus, kita semua, khususnya anak-anak, diajak untuk pergi mencari Tuhan. Setelah temukan Tuhan, kita menyembah Dia dan mempersembahkan apa yang ada pada kita. Dan yang paling penting dari semuanya itu adalah setelah bertemu Tuhan, kita kembali melewati jalan yang lain. Jalan lain ini menjadi simbol bahwa perjumpan kita dengan Tuhan di kandang yang hina harus mampu menjadi pengalaman iman yang mengubah hidup kita, menjadi lebih baik dari sebelumnya", tegas Romo Marsel dengan semangat.
Romo Marsel juga mengajak para orang tua untuk mendukung anak-anak Sekami agar terlibat aktif dalam kegiatan di gereja. "Sebagai orang tua, kita harus bisa memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada anak-anak kita untuk aktif terlibat dalam kehidupan rohani di gereja. Jangan kurung anak-anak kita di rumah, jangan larang anak-anak kita untuk datang ke gereja", ujar Romo Marsel mengakhiri khotbahnya.
Setelah perayaan Ekaristi, semua anak-anak Sekami berkumpul bersama dalam sukacita penuh. Dengan satu semangat yang berapi-api, mereka bernyanyi, melantunkan yel-yel dan tepuk-tepuk khas Sekami serta foto bersama. Rangkaian kegiatan Sekami ditutup dengan makan siang bersama pastor dan para pendamping.
Semua anak bersukacita. "Kami senang sekali. Nanti kita harus buat drama lagi", ungkap Joy yang memerankan Melkior dalam pementasan Drama Natal.
Para pendamping mengungkapkan kegembiraan mereka. "Kami sangat bahagia. Kegiatan-kegiatan seperti ini harus terus dilakukan, karena sangat bermanfaat untuk membentuk karakter anak-anak. Yang sebelumnya pendiam dan malu, menjadi berani untuk tampil di depan umum", ungkap Ibu Mardiana dari kapela Nifununa.
Pendamping Sekami lainnya pun menegaskan hal serupa. "Kegiatan-kegiatan seperti ini jarang ada di kampung kami. Jadi kami sangat bergembira. Semoga kegiatan ini terus dibuat secara rutin setiap tahun, sebagai wadah persatuan bagi anak-anak Sekami di wilayah paroki Siolais, untuk berjalan bersama-sama membangun iman mereka sejak dini", imbuh ibu Noncy dari kapela Enoana dengan ekspresi wajah bahagia.
Semoga semangat misioner cilik menggugah kita semua untuk menghidupkan iman kita dalam satu tema luar biasa yang diusung tahun ini: *One in Christ, United in Mission; satu dalam Kristus, bersatu dalam perutusan.* Salam Misioner dari Siolais. (*)