TRIBUNJAKARTA.COM, CILINCING - Kecelakaan lalu lintas melibatkan dua mobil terjadi di Jalan Inspeksi Kanal Banjir Timur (BKT), Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (9/1/2026).
Insiden tersebut diduga dipicu pengemudi taksi online yang mengantuk hingga kehilangan kendali.
Akibat kecelakaan tersebut, satu unit mobil taksi online, yakni Honda Brio berwarna merah, nyaris terperosok ke dalam parit di sisi jalan.
Sementara mobil lain yang ditabrak mengalami kerusakan cukup parah di bagian depan.
Peristiwa ini terjadi saat mobil taksi online melaju dari arah Harapan Indah menuju Marunda.
Diduga karena mengantuk, pengemudi taksi online tersebut oleng dan menabrak mobil putih dari arah berlawanan.
Benturan keras membuat kedua kendaraan terpental.
Mobil taksi online berhenti dalam posisi miring dan hampir masuk ke parit yang berada di sisi Jalan BKT.
Sementara itu, mobil putih yang ditabrak diketahui sedang mengantar anak-anak ke sekolah.
Akibat tabrakan, bagian depan kanan mobil tersebut rusak parah.
Penumpang di dalam mobil putih dilaporkan mengalami luka-luka.
Korban terdiri dari empat anak dan satu orang dewasa.
Suami korban, Rain Stefanus, mengatakan saat kejadian istrinya tengah mengemudikan mobil untuk mengantar anak-anak mereka ke sekolah.
"Waktu itu istri saya sedang mengantar anak ke sekolah. Di jalan BKT ini, ada pengemudi mobil Grab yang menurut pengakuannya mengantuk, sehingga terjadilah kecelakaan," ujarnya.
Ia menambahkan, keempat anaknya berada di dalam mobil saat tabrakan terjadi dan mengalami luka akibat benturan.
"Anak saya ada empat di dalam mobil. Salah satu anak mengalami pendarahan di bagian mata dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut," katanya.
Para korban telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Sementara pengemudi taksi online juga terlihat berada di lokasi kejadian.
Rain berharap peristiwa ini menjadi pelajaran bagi para pengemudi agar tidak memaksakan diri berkendara dalam kondisi tidak fit.
"Kami berharap para pengguna jalan, khususnya pengemudi, benar-benar memeriksa kondisi kesehatannya. Kalau mengantuk sebaiknya berhenti, jangan membahayakan diri sendiri dan orang lain," ucapnya.
Diketahui, Jalan Inspeksi Kanal Banjir Timur Marunda merupakan jalur sempit tanpa pagar pembatas dan kerap dilalui kendaraan dari dua arah, sehingga rawan kecelakaan lalu lintas.