TRIBUN-MEDAN.com - Khairun Nisya (23), wanita yang menyamar jadi pramugari gadungan Batik Air menyimpan kisah pilu.
Nisya nekat menyamar jadi pramugari demi membahagiakan orangtuanya.
Dia mengaku sudah bekerja sebagai pramugari Batik Air. Ia mengaku tak ingin melihat ibunya sedih karena gagal seleksi menjadi pramugari.
Yang lebih menyedihkan lagi, perempuan berusia 23 tahun itu pernah menjadi korban penipuan seleksi penerimaan pramugari.
Bahkan dia sudah memberi Rp 30 juta tetapi tetap gagal.
Hal itu terungkap saat Nisya diamankan di Bandara Soekarno Hatta Tangerang, Banten setelah penyamarannya terbongkar.
Kanit IV Indag Polres Bandara Soekarno Hatta, Iptu Agung Pujianto, mengatakan kronologi Nisya ditipu saat ia dikenalkan dengan seseorang yang mengaku bisa membuatnya diterima sebagai pramugari.
Lantas, Agung mengungkapkan bahwa Nisya langsung berangkat dari Palembang ke Jakarta.
Setibanya di Jakarta, Nisya pun bertemu dengan orang yang dimaksud.
"Kemudian datanglah dia ke Jakarta dan ketemu seseorang yang menawarkan (menjadi pramugari) tersebut," kata Agung dalam program Kompas Petang di YouTube Kompas TV, Kamis (8/1/2026).
Dalam pertemuan itu, Nisa diminta membayar uang sejumlah Rp30 juta sebagai syarat bisa menjadi pramugari.
Namun, janji dari orang tersebut tidak kunjung dipenuhi.
"Pada dasarnya dia itu korban yang mana mau masuk (jadi) pramugari lalu menyerahkan uang Rp30 juta tapi berujung gagal."
"Orangnya (yang meminta uang) sudah tidak bisa dihubungi," ujar Agung.
Baca juga: SOSOK Ressa Rizky Ngaku Anak Kandung Denada yang Ditelantarkan, Kini Gugat Miliaran ke Pengadilan
Baca juga: PERNYATAAN Kontroversial Yai Mim Setelah Jadi Tersangka, Ngaku Pasien RSJ, Menolak Ditahan
Lantaran terlanjur malu, Nisya pun lantas berpura-pura menjadi pramugari dan memposting foto di media sosialnya dengan mengenakan atribut lengkap.
Adapun maksud dari apa yang dilakukan Nisya yaitu agar keluarganya percaya bahwa dirinya sudah menjadi pramugari.
Bahkan, Agung mengungkapkan Nisya juga sempat berfoto bersama orang tuanya sembari mengenakan atribut pramugari palsu.
"Bahkan sempat memposting di media sosialnya dan berfoto-foto bareng orang tuanya dengan mengenakan pakaian pramugari lengkap," tuturnya.
Nisya sengaja mengenakan atribut lengkap pramugari mulai dari sergam hingga kartu identitas sekolah pramugari dari Batik Air.
Rupanya hal itu dilakukan Nisya karena malu kepada keluarganya di Palembang tidak lolos saat seleksi menjadi pramugari.
Tidak Dipidana
Terpisah, Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono menyebut tidak ditemukan indikasi tindak pidana apapun terhadap Nisya.
Begitupula dengan potensi pelanggaran lainnya. Oleh sebab itu, setelah pemeriksaan, pihak Batik Air disebut tidak melanjutkan proses hukum dan memilih menyelesaikan persoalan dengan kesepakatan damai.
“Batik Air tidak melakukan penuntutan. Namun bersangkutan membuat surat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya dan menyita semua atribut Batik Air yang dipakai,” ucap Yandri.
Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Kompol Yandri Mono, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Selasa (6/1/2026) sekitar pukul 20.00 WIB.
Nisya ikut serta dalam penerbangan Batik Air dengan rute Palembang–Jakarta (ID 70-508) pada tanggal 6 Januari 2026.
Nisya bisa lolos pemeriksaan karena membeli tiket penumpang dan diduga disangka sebagai extra crew.
Namun, kejanggalan mulai tercium ketika ia tak mampu menjawab pertanyaan mendasar seputar tugas awak kabin.
Saat itu, kru kabin menyadari adanya perbedaan pada rok yang digunakan oleh Nisya.
"Kru pesawat curiga, kok ini ada pramugari Batik Air, menggunakan pakaian mirip pramugari, tapi coraknya beda," ujar Yandri Mono saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (7/1/2026).
Merasa curiga, kru kabin selanjutnya melaporkan hal itu ke petugas keamanan penerbangan (Avsec) di Bandara Soekarno-Hatta.
Setibanya di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Avsec langsung memeriksa KN dan mendapati bahwa ia bukan pegawai Batik Air.
“Setelah diinterogasi, memang bukan karyawan Batik Air. Kemudian dibawa ke Polres," kata Yandri.
Minta Maaf
Dalam pernyataannya, Nisya mengakui bahwa dirinya ikut serta dalam penerbangan Batik Air dengan rute Palembang–Jakarta (ID 70-508) pada tanggal 6 Januari 2026.
Adapun video klarifikasinya itu dibagikan melalui unggahan akun Instagram @sumsel.terciduk pada Kamis (8/1/2026).
Melalui sebuah video singkat, wanita asal Palembang tersebut menyampaikan permintaan maaf dan menyesal.
"Saya Nisya, umur 23 tahun, asal saya dari Palembang. Dengan ini saya mengatakan memang benar saya melakukan penerbangan Batik Air rute Palembang-Jakarta ID 70-508 tanggal 6 Januari 2026 menggunakan atribut pramugari dan seragamnya," ujarnya dalam video tersebut dikutip Tribunsumsel.com.
Ia juga menambahkan permohonan maaf khusus kepada manajemen maskapai terkait.
"Dengan ini saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada pihak maskapai Batik Air maupun Lion Group. Video ini saya buat dengan sesungguhnya tanpa paksaan dari pihak manapun," pungkasnya.
Meski telah meminta maaf, namun Nisya tidak mengungkapkan motif dasarnya melakukan penyamaran jadi pramugari gadungan.
Adapun untuk melancarkan aksinya, ia menggunakan seragam lengkap serta atribut resmi pramugari agar tampak seperti kru kabin yang sedang bertugas.
Nisya tampil begitu meyakinkan mengenakan seragam lengkap layaknya awak kabin resmi, membawa koper maskapai, bahkan berhasil ikut terbang dalam sebuah penerbangan salah satu maskapai nasional.
Nisya diduga sengaja membuat ID card palsu dengan nama “Nisya” agar terlihat sebagai pramugari resmi.
Identitas aslinya terungkap setelah pihak berwenang atau maskapai melakukan pengecekan.
Nisya menegaskan bahwa dirinya bukanlah bagian dari awak kabin resmi maskapai manapun.
(*/tribun-medan.com)