926 Sekolah di Kalsel Terdampak Banjir, Estimasi Kerugian Hampir Rp 319,7 Miliar
January 09, 2026 11:43 PM


BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Selatan memastikan perbaikan sekolah-sekolah yang terdampak banjir menjadi prioritas pada tahun 2026.

Langkah tersebut diambil menyusul terhambatnya proses belajar mengajar di puluhan SMA, SMK, dan SLB akibat genangan banjir di sejumlah daerah.

Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra mengatakan, pihaknya saat ini sedang melakukan pendataan dan penghitungan tingkat kerusakan sebagai dasar penyusunan kebutuhan anggaran perbaikan.

“Perbaikan sekolah yang terdampak banjir menjadi prioritas kami di tahun 2026. Saat ini kami masih menghitung tingkat kerusakan dan anggaran yang harus disiapkan,” ujarnya, Jumat (9/1/2025).

Salah satu sekolah yang terdampak cukup parah adalah SMAN 3 Martapura. Saat dilakukan peninjauan, akses masuk sekolah terendam banjir hingga hampir setinggi paha orang dewasa, sehingga aktivitas belajar mengajar tidak dapat dilaksanakan secara tatap muka.

Baca juga: Ditemukan Wanita Berpakaian Minim, Pemko Banjarbaru Segera Bongkar 26 Warung Remang-Remang

Untuk menghindari kerusakan lebih besar, Disdikbud Kalsel melakukan pengamanan sarana dan prasarana sekolah, termasuk evakuasi meja dan kursi ke tempat aman serta rekayasa konstruksi sementara.

“Kami sudah melakukan langkah pengamanan agar fasilitas sekolah tidak rusak. Meja dan kursi berhasil diamankan,” jelas Tantri.

Sambil menunggu kondisi membaik, Disdikbud Kalsel menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring. Kebijakan ini disertai relaksasi bagi sekolah, guru, dan peserta didik, mengingat tidak hanya sekolah, tetapi juga banyak rumah siswa yang terdampak banjir.

“Dalam kondisi bencana, kami tidak ingin anak-anak kehilangan hak belajarnya. Karena itu, PJJ diterapkan dan ada relaksasi, termasuk soal absensi,” katanya.

Tantri berharap banjir segera surut agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal, sembari memastikan pemerintah daerah menyiapkan langkah pemulihan jangka menengah melalui perbaikan sarana pendidikan.

Berdasarkan data, total ada 926 sekolah terdampak banjir di Kalsel. Terdiri dari 536 sekolah negeri, dan 390 sekolah swasta. Rinciannya 372 PAUD, 421 SD, 83 SMP, dan 50 SMA/SMK.

Sekolah terdampak tersebar di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Banjar, Barito Kuala, Tanahlaut, Tapin, Balangan, Tabalong, dan Kota Banjarmasin.

Dampak banjir bervariasi, mulai dari genangan di halaman sekolah hingga air masuk ke ruang kelas dan ruang praktik. Rata-rata ketinggian air mencapai 43,75 centimeter.

Sementara, estimasi kerugian fasilitas pendidikan akibat banjir di Kalsel ditaksir Rp 319.684.915.585,50 atau hampir Rp 319,7 miliar. (Banjarmasinpost.co.id/muhammad syaiful riki)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.