TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Usai resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala PSMS Medan, Eko Purdjianto langsung dihadapkan pada tantangan berat. Pelatih anyar Ayam Kinantan itu harus segera mempersiapkan tim untuk menghadapi laga krusial kontra Adhyaksa FC pada lanjutan Pegadaian Championship musim 2025/2026.
Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Sumatra Utara, Minggu (11/1). Waktu persiapan yang dimiliki Eko terbilang sangat singkat, yakni hanya empat hari sejak resmi menukangi PSMS Medan.
Tantangan yang dihadapi Eko pun tidak ringan. Adhyaksa FC saat ini menempati peringkat kedua klasemen sementara Grup A dengan koleksi 26 poin dari 14 pertandingan. Tim tersebut mencatatkan tujuh kemenangan, lima hasil imbang, dan hanya dua kekalahan, menjadikannya salah satu kandidat kuat di papan atas.
Sementara itu, PSMS Medan masih berada di posisi ketujuh klasemen dengan raihan 17 poin hasil dari empat kemenangan, lima kali imbang, dan lima kekalahan. Kondisi tersebut membuat laga melawan Adhyaksa FC menjadi sangat penting bagi Ayam Kinantan untuk memperbaiki posisi dan menjaga asa bersaing di jalur atas klasemen.
Meski dihadapkan pada situasi sulit, Eko Purdjianto mengaku optimistis. Ia menyebut kondisi tim saat ini cukup kondusif, dengan dukungan penuh dari manajemen klub.
“Memang ini tantangan buat saya. Tapi kondisi tim sangat kondusif dan dukungan dari manajemen luar biasa. Bismillah, ke depannya kita berharap bisa lebih baik,” ujar Eko kepada Tribun Medan, Kamis (8/1).
Eko mengakui waktu persiapan yang dimilikinya sangat terbatas. Namun, ia menegaskan sudah melakukan persiapan awal sebelum resmi bergabung dengan PSMS Medan, termasuk mempelajari profil pemain dan menonton sejumlah rekaman pertandingan.
“Saya memang hanya punya empat hari untuk persiapan. Tapi sebelum datang ke sini, saya sudah melihat profil pemain dan beberapa video pertandingan. Itu sebabnya saya bilang, dukungan manajemen sangat luar biasa. Jika ada kekurangan pemain atau kendala, mereka siap mendukung,” jelasnya.
Pelatih berusia 49 tahun itu juga mengungkapkan kesan positif terhadap para pemain PSMS Medan. Menurutnya, para pemain cukup cepat memahami filosofi permainan yang ingin ia terapkan, meski masih membutuhkan proses.
“Hari ini saya cukup kaget. Walaupun tidak bisa instan, para pemain sudah mulai bisa mengikuti filosofi permainan yang saya inginkan, mulai dari proses membangun serangan dari bawah hingga ke depan,” tambahnya.
Dengan modal adaptasi awal yang dinilai positif serta dukungan penuh dari manajemen, Eko Purdjianto berharap PSMS Medan mampu tampil maksimal saat menjamu Adhyaksa FC. Laga tersebut akan menjadi ujian perdana sekaligus pembuktian awal bagi Eko dalam mengawali petualangannya bersama Ayam Kinantan.
Baca juga: PJSI Sumatera Utara Dorong Penambahan Kuota Atlet Judo PPLP
Tim Besar
EKO Purdjianto mengungkapkan bahwa keputusan menerima tawaran PSMS Medan diambil setelah dirinya dihubungi langsung oleh Presiden klub sekitar tiga hari lalu. Ia mengaku tertantang menangani PSMS yang dikenal sebagai salah satu tim besar dengan sejarah panjang di sepak bola Indonesia.
“Tiga hari lalu saya dihubungi Pak Presiden. Saya mengapresiasi kepercayaan ini karena PSMS adalah tim besar. Dulu saat saya masih bermain, PSMS sangat sulit dikalahkan dan selalu berada di papan atas,” ujar Eko.
Pelatih berusia 49 tahun itu memiliki rekam jejak kepelatihan yang cukup mentereng. Kariernya dimulai sebagai asisten pelatih PSIS Semarang, kemudian berlanjut sebagai asisten pelatih Timnas Indonesia U-19 dan U-22. Eko juga pernah menjadi asisten pelatih hingga pelatih interim di Bali United, sebelum akhirnya dipercaya menjadi pelatih kepala Persis Solo.
Prestasi terbaik Eko tercatat saat berhasil membawa Persis Solo menjuarai Liga 2 musim 2021 sekaligus memastikan promosi ke kasta tertinggi Liga Indonesia. Meski memiliki catatan prestasi tersebut, Eko menegaskan dirinya tidak merasa terbebani, melainkan semakin termotivasi untuk membawa PSMS kembali ke jalur prestasi. “Karena ini tim besar, saya tertantang untuk mengembalikan kejayaan PSMS. Saya mohon dukungan dari masyarakat Medan dan seluruh pecinta PSMS,” katanya.
Terkait target, Eko menyebut manajemen menargetkan PSMS finis di lima besar klasemen. Namun demikian, ia optimistis tim mampu melangkah lebih jauh dan membuka peluang untuk meraih tiket promosi.
“Target dari manajemen ke saya memang lima besar. Tapi kalau ada peluang lebih, tentu harus kita kejar. Saya melihat materi pemain cukup bagus dan mereka memiliki motivasi tinggi,” kata Eko. (cr29/Tribun-Medan.com)