TRIBUNNEWSMAKER.COM - Langkah hukum diambil Angkatan Muda Nahdlatul Ulama bersama Aliansi Muda Muhammadiyah dengan melaporkan komika Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya.
Pelaporan tersebut dilakukan pada Rabu (7/1/2026) atas dugaan fitnah dan pencemaran nama baik.
Tokoh yang bertindak sebagai pelapor adalah Rizki Abdul Rahman Wahid selaku Presedium Angkatan Muda NU.
Perkara ini telah resmi tercatat dengan nomor laporan LP/B/166/I/2026/SPKT/Polda Metro Jaya tertanggal 8 Januari 2026.
Rizki menilai pernyataan Pandji berpotensi menimbulkan dampak serius di tengah masyarakat.
Menurutnya, isi materi yang disampaikan dapat memicu perpecahan, terutama di kalangan anak muda lintas organisasi keagamaan.
Dalam konteks ini, Rizki menyoroti pentingnya menjaga harmoni dan persatuan generasi muda.
Baca juga: Pandji Pragiwaksono Dilaporkan ke Polisi oleh NU Soal Materi di Mens Rea, Mahfud MD Pasang Badan!
Sosok Rizki Abdul Rahman Wahid sendiri dikenal aktif dalam berbagai organisasi.
Ia memiliki rekam jejak panjang di dunia aktivisme, khususnya di lingkungan mahasiswa.
Pada 2021, Rizki pernah menjabat sebagai Ketua Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) DKI Jakarta.
PMII diketahui sebagai organisasi kemahasiswaan yang memiliki keterkaitan historis dengan Nahdlatul Ulama.
Latar belakang tersebut kerap disebut untuk menjelaskan posisi dan pandangan Rizki dalam isu-isu sosial keagamaan.
Hingga kini, nama Rizki Abdul Rahman Wahid terus menjadi perhatian publik seiring proses hukum berjalan dan diskursus mengenai kebebasan berekspresi serta batas kritik dalam komedi terus bergulir.
Sebelumnya, Pandji Pragiwaksono dilaporkan oleh Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) atas tuduhan fitnah dan pencemaran nama baik e Polda Metro Jaya pada Rabu (7/1/2026)
Materi dalam pertunjukan yang kini tayang di platform Netflix tersebut tengah memicu perdebatan hangat dan menjadi perbincangan publik di media sosial.
Pandji Pragiwaksono yang saat ini menetap di New York, Amerika Serikat, menyampaikan pesan melalui unggahan di media sosialnya.
Presidium Angkatan Muda NU, Rizki Abdul Rahman Wahid mengatakan pelaporan terhadap Pandji terkait dugaan pencemaran nama baik.
Dia menyebut tidak terima dengan materi Panji yang menuding bahwa pemberian konsesi terhadap NU merupakan 'imbalan' dari pemerintah.
Baca juga: 2 Tokoh Dukung Pandji di Mens Rea, Ahok Sebut Sang Komika Cerdas, Mahfud MD: Kalau Dihukum Saya Bela
Menurutnya hal itu dianggap merendahkan, memfitnah, dan menimbulkan kegaduhan.
"Menurut kami beliau (Pandji) merendahkan, memfitnah dan cenderung menimbulkan kegaduhan di ruang media dan memecah belah bangsa gitu," ujar pelapor sekaligus Persidium Angkatan Muda NU Rizki Abdul Rahman Wahid, dikutip Kompas.com, Kamis (8/1/2026).
"Saya sebagai aktivis muda Nahdlatul Ulama merasa dirugikan atas statement beliau yang menyampaikan bahwa NU terlibat dalam politik praktis dan terus kemudian mendapat imbalan dalam bentuk tambang," jelasnya.
Rizki mengungkapkan pernyataan Pandji tersebut adalah fitnah dan tidak sesuai fakta yang ada.
Dia membantah bahwa NU seperti yang disampaikan Pandji dalam acara stand up comedy tersebut.
"Sebenarnya NU itu sendiri, saya sebagai santri jalanan dan warga nahdliyin, NU telah banyak berkontribusi terhadap negara ini jauh sebelum ada kemerdekaan dari sisi pondok pesantren, masjid, dan edukasi tentang agama di republik ini."
"Bahkan melakukan perlawanan terhadap penjajahan. Lalu kemudian didiskreditkan oleh Pandji bahwa NU mengikuti politik praktis dan mendapatkan tambang," jelasnya.
Sebelumnya, Pandji memang tengah menjadi sorotan publik setelah pertunjukan bertajuk 'Mens Rea' ditayangkan di Netflix.
Dalam pertunjukan itu, dia memang menyampaikan berbagai kritikan berbalut komedi terhadap keadaan Indonesia.
Salah satunya, ia menyinggung terkait ormas keagamaan yang menerima konsesi tambang dari pemerintah.
Di mana salah satu yang disinggung Pandji yakni NU dan Muhammadiyah yang menerima konsesi tambang di era kepemimpinan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).
Pandji menilai apa yang diterima dua organisasi Islam di Indonesia itu sebagai bentuk balas jasa pemerintah.
"Politik balas budi, betul. Ada yang ngerti politik balas budi? Gue kasih lu sesuatu, tapi lu kasih gue sesuatu lagi."
"Emang lu pikir kenapa NU sama Muhammadiyah bisa ngurus tambang? Kenapa kira-kira? Karena diminta suaranya, gue kasih sesuatu yang lu suka. Happy lah. Ormas agama ngurus tambang? Happy lah," ujar Pandji dalam tayangan Mens Rea.
Dia mengungkapkan sejatinya seluruh ormas keagamaan diberi konsesi tambang. Namun, menurutnya, hanya ormas Islam yang menerima tawaran tersebut.
"Dan, biar kita adil, sebenarnya gak cuma ormas Islam saja, semua ormas agama ditawarin, tapi agama lain nolak. Ormas Islam, Alhamdulillah, rezeki anak soleh. Masa ditolak? Ini pasti karena aku rajin salat," kata dia.
Sementara, Pandji sendiri tampaknya hingga kini memilih santai menanggapi laporan yang ditujukan padanya.
Alih-alih menunjukkan kekhawatiran, Pandji justru mengungkapkan rasa terima kasih atas gelombang dukungan yang ia terima dari masyarakat.
"Apa kabar Indonesia gue cuma mau bilang makasih untuk dukungannya dan doanya banyak banget yang doain ke gue," ujar Pandji, dilansir Tribunsumsel.com dari unggahan Instagramnya pada Jumat (9/1/2026).
Pandji juga memastikan bahwa kondisinya saat ini dalam keadaan baik dan tetap menjalankan aktivitas profesionalnya seperti biasa di New York.
"Gue juga baik-baik aja di New York ngisih siaran dan sekarang mau balik ke rumah, lapar mau balik ke anak-anak dan istri makan malam sama mereka," katanya.
Di akhir pesannya, pionir stand-up comedy Indonesia ini berharap agar industri komedi di tanah air tetap tumbuh dan dicintai oleh penggemarnya.
"Semoga lu semua sehat semoga baik-baik aja, i love you guys makasih sudah mencintai stand up komedi, moga-moga gue masih banyak perkomedian untuk anda," tandasnya.
(TribunNewsmaker.com/ TribunSumsel)